Oleh : KHOIRUL HADI, S.Pd.I
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam berbagai bidang dewasa ini banyak menimbulkan berbagai akses di tengah-tengah masyarakat,baik yang menyangkut bidang ekonomi,sosial, politik dan pendidikan,sehingga dari perkembangan tersebut banyak merobah sikap dan pola fikir manusia.
Sekarang Indonesia telah melangkah memasuki era reformasi, demokrasi dan otonomi daerah. Yang dalam pelaksanaannya menitik beratkan pada sumber daya manusia yang handal dan profesional dalam bidangnya masing-masing,untuk itu eksistensi dari pendidikan itu sendiri sangat dibutuhkan, disamping menghasilkan manusia-manusia yang handal dan profesional, juga diharapkan dapat meningkatkan derajat,harkat dan martabat manusia.
Inti pokok dari tujuan pendidikan di Indonesia adalah membentuk serta membina manusia seutuhnya serta memilki keahlian di bidangnya masing-masing.Untuk mencapai tujuan tersebut, hal ini tentunya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata namun merupakan tanggung jawab kita bersama baik itu orang tu maupun masyarakat.
Dalam kehidupan modern ini,orang tua lebih cenderung memusatkan perhatian pada profesi yang di gelutinya,sehingga terkadang orang tua jarang memperhatikan pendidikan anak nya, pada hal waktu luang anak adalah ketika berada di lingkungan kelurga. Disisi lain banyak orang tua yang keliru tentang konsep pendidikan bagi anaknya, mereka beranggapan bahwa keberhasilan anak dalam belajar tergantung pada proses pendidikan di sekolah, pada hal tugas utama orang tua adalah sebagai pendidik dalam keluarga,sedangkan tugas guru di sekolah adalah sebagai pelengkap dari pendidikan sebelumnya.keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama dan terpenting karena sejak timbulnya adab kemanusiaan sampai kini, keluarga selalu mempengaruhi pertumbuhan budi pekerti tiap-tiap manusia.
Orang tua atau ibu dan ayah memegang peranan yang penting dan amat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya, sejak seorang anak lahir,ibunyalah yang selalu ada disampingnya. Oleh karena itu ia meniru perangai ibunya, apabila ibu menjalankan tugasnya dengan baik. Ibu merupakan temannya yang mula-mula di percayainya, apapun yang dilakukan ibu dapat dimaafkannya,kecuali apabila ia di tinggalkan.
Dengan memahami segala sesuatu yang terkandung di dalam hati anaknya, juga jika anak mulai agak besar, disertai kasih sayang, dapatlah ibu mengambil hati anaknya untuk selama-lamanya. Penjelasan di atas dapat di pahami bahwa titik tolak pembangunan sekarang ini terletak pada pembangunan di bidang pendidikan secara terpadu, dan diharapkan terciptanya peningkatakan mutu sumber daya manusia yang kita miliki. Untuk itu diharapkan orang tua sedapat mungkin memberikan perhatian dan peranan dalam pendidikan anaknya baik itu berupa memotivasi anak dalam belajar maupun menyediakan fasilitas
belajarnya,sehingga diharapkan anak termotivasi untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Berdasarkan fenomena yang tampak dilapangan,terlihat bahwa siswa yang kurang mendapat perhatian orang tuanya, mereka sering mengalami masalah-masalah dalam belajar, di antaranya jarang masuk sekolah,kurang semangat dalam mengikuti jam pelajaran dan pekerjaan yang di berikan oleh guru sering tidak di kerjakan, begitu juga bagi siswa yang kurang mendapat fasilitas belajar yang cukup dari orang tua, mereka mengalami kesulitan dan hambatan dalam belajar, hal ini tentunya akan dapat mempengaruhi terhadap hasil belajar yang akan diraih nantinya. Pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam pembentukan generasi di masa mendatang. Dengan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan manusia berkualitas dan bertanggung jawab serta mampu menghadapi tantangan hidup masa depan yang semakin kompleks, untuk itu perlu adanya partisipasi orang tua dalam mununjang pendidikan bagi anaknya.
Penulis
Khoirul Hadi, S.Pd.I
SMAN 6 Bungo
Mahasiswa S-2 Teknologi Pendidikan UNDHARI


























Komentar