Wow! Proyek Rp8,4 Miliar Puskesmas Air Gemuruh Terbongkar Pasang ACP Tanpa Diplaster

BUNGO218 Dilihat

Bungonews.net, Bungo – Proyek pembangunan Puskesmas Air Gemuruh bernilai fantastis Rp8,4 miliar yang dikerjakan oleh CV Rizki kembali menuai sorotan. Di lapangan, proyek ini terbukti memasang Aluminium Composite Panel (ACP) tanpa melalui tahapan plester dinding, sebuah pekerjaan yang patut dipertanyakan dari sisi teknis maupun kepatuhan terhadap RAB.

Fakta tersebut ditemukan langsung oleh tim Bungonews saat melakukan penelusuran di lokasi proyek beberapa hari lalu. Terlihat jelas, dinding bagian depan bangunan telah ditutup ACP dalam kondisi belum diplester, menimbulkan dugaan kuat adanya penyimpangan pelaksanaan pekerjaan.

“Kok bisa ACP dipasang tanpa diplaster dulu? Kalau memang di gambar dan RAB tidak wajib diplaster tidak masalah. Tapi jika dalam perencanaan harus diplaster, maka ini jelas menyalahi RAB,” ujar salah satu sumber kepada Bungonews.

Saat dikonfirmasi, PPK Proyek Dinas Kesehatan Bungo, Hermanto, yang didampingi Indra Kesuma, justru mendapat keterangan berbeda. Melalui sambungan telepon dengan pihak Puskesmas Air Gemuruh pada 16 Desember 2025, ditegaskan bahwa dalam gambar teknis dinding tersebut seharusnya diplaster terlebih dahulu.

“Dalam gambarnya memang harus diplaster dulu, Pak,” ujar salah seorang petugas puskesmas kepada Hermanto.

Menanggapi temuan itu, Hermanto sempat meminta waktu untuk melakukan pengecekan di lapangan.

“Besok akan dicek oleh pengawas bang,” ucapnya saat itu.

Namun fakta tak bisa ditutupi. Pada Kamis (18/12/2025), Hermanto kembali dikonfirmasi dan mengakui kebenaran temuan Bungonews.
“Tadi sayo sudah cek ke lapangan, dan memang benar seperti yang Abang sampaikan,” tutur Hermanto.

Ia pun mengakui telah menginstruksikan langsung kepada penyedia jasa untuk segera melakukan perbaikan.
“Sayo sudah instruksikan kepada penyedia agar segera memplaster bagian dalam ACP yang belum diplaster, khususnya di bagian depan lantai dua sebelah kiri bangunan,” tegasnya.

Temuan ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat proyek bernilai miliaran rupiah, agar pelaksanaan tidak asal jadi dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Publik kini menunggu, apakah instruksi PPK benar-benar dijalankan atau hanya sebatas pernyataan di atas kertas.
(bN)

Komentar