Bertahan Beberapa Bulan, Akhirinya Pasar Tradisional Sirih Sekapur Perkembangan Mati, Aset Dana Desa Terbengkalai

BUNGO2 Dilihat

Bungonews.net, Bungo- Kurang matangnya perencanaan ditambah minimnya dukungan dari masyarakat menyebabkan pasar tradisional dusun Sirih Selapur perkembangan kecamatan Jujuhan mati alias tutup total

Pasar tradisional desa Sirih Sekapur Perkembangan munazir ( dok.bungonews )

Pasar tradisional yang dibangun menggunakan dana desa ini awalnya direncanakan untuk menggerakan ekonomi masyarakat tersebut ternyata hanya mampu bertahan beberapa bulan saja, akibatnya los dan kios pasar hanya jadi bangunan munazir

Deni Novrizan Datuk Rio dusun Sirih Selapur Perkembangan dikonfirmasi persoalan tersebut mengaku kegagalan karena minimnya pembeli karena masyarakat lebih memilih belanja ke Sungaj Rumbai Dharmasraya – Sumbar
” Pasar ini dibangun agar masyarakat tidak perlu lagi belanja ke Sungai Rumbai, sekaligus untuk meningkatkan PAD Namun kenyataannya, pasar hanya bertahan beberapa bulan. Pembeli sepi, pedagang merugi, dan akhirnya memilih berhenti berjualan,” ujar Deni.

ia merasa kecewa karena fasilitas yang dibangun tidak mampu mengubah kebiasaan masyarakat untuk belanja id pasar milik desa,jika pasar ini hidup, ekonomi masyarakat akan bergerak dan PAD juga bisa bertambah,” katanya.

Selain persoalan pasar, Deni juga menyampaikan masih terdapat enam kepala keluarga yang berdomisili di Dusun Sirih Sekapur Perkembangan namun masih menggunakan KTP Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya. Pemerintah dusun berharap persoalan administrasi kependudukan tersebut dapat segera diselesaikan sebagai bagian dari penguatan wilayah perbatasan.( BN / azh )

Editor : Azwari

Komentar