oleh

Guru  Inspiratif dan Adaptif di  Era Pembelajaran Abad 21

Oleh : Nelson Sihaloho 

Guru SMPN 11 Kota Jambi

Abstrak:

Sebagaimana kita ketahui bahwa guru di abad 21 harus memiliki karakteristik. Adapun karaketristik guru di abad 21  yakni, adaptif, life long learner, melek teknologi, paham cara berkolaborasi, berpikir ke depan serta sebagai advokat. Karena itu guru zaman sekarang harus mampu menginspirasi, memberi sugesti dan memotivasi siswa agar mampu bersaing di era revolusi industri.

Guru juga wajib mengajarkan realitas yang ada di luar untuk menjadi pembelajaran, tidak mensterilkan kelas dari dunia luar, hal tersebut merupakan salah satu ciri yang harus dimiliki guru zaman sekarang.

Begitu juga dengan peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berpatokan pada bagaimana kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dilaksanakan di lapangan.

Pelaku pendidikan seperti guru berperan besar sebagai penentu kualitas pendidikan. Kecakapan guru dalam mengajar setidaknya berpegang pada keterampilan 4C yaitu  communication(komunikasi), collaboration  (kolaborasi), critical thinking  (berpikir kritis),
dan creativity (kreatifitas). Berbicara tentang kreatifitas, tanpa ada hasil akhir, usaha keras akan menjadi sia-sia.  Kreatifitas berkaitan dengan siapa melakukan apa dan hasilnya apa. Ternasuk bahwa tanpa hasil, kreatifitas tidak ada makna.

Hasil akhir sering diidentikkan sebagai parameter kreatifitas. Contohnya Guru Bahasa Indonesia sering diidentikkan dengan guru yang pandai menulis karya ilmiah.

Seharusnya sesuai dengan realita dilapangan guru bahasa Indoensia yang mempunyai kemampuan menulis seharusya memberikan contoh cara menulis karya ilmiah yang baik. Di era revolusi industri 4.0 yang kita hadapi bahwa tren di dunia industri adalah penggabungan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber.

Era globalisasi dengan segala aspeknya menuntut guru untuk memiliki berbagai keterampilan yang adaptif untuk mendukung daya inovasi dan kreatifitasnya agar dapat berkompetisi pada masyarakat global.

Kata kunci:inspiratif, berkinerja, pembelajaran abad 21

Realita dan Perubahan

Realitas yang kita hadapi saat ini mapun di masa mendatang adalah perubahan ilmu pengetahuan dan tekknologi (Iptek) yang semakin maju dan dinamis.

Revolusi industri 4.0  misalnya yang sarat akan teknologi super cepat akan membawa perubahan cukup signifikan.  Revolusi digital dan era disrupsi teknologi memberikan perubahan besar pada struktur mental melalui cara berpikir, cara meyakini, dan cara bersikap. Menristekdikti (2018) mengungkapkan bahwa ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0; Sistem pembelajaran inovatif untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy; Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif; Sumber daya manusia yang responsive, adaptif dan handal, dan; Perbaikan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi.

Teknologi yang dahulu hanya computer applied sederhana, sekarang sudah menjadi ribuan teknologi yang tidak terkejar oleh pendidik. Perubahan tuntutan kompetensi di abad 21 ditandai dengan pemanfatan teknologi informasi dan komunikasi dalam segala segi kehidupan, termasuk dalam proses pembelajaran. Sejalan dengan tuntutan penguasaan kompetensi tersebut, kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi menjadi kompetensi penting dalam memasuki kehidupan abad 21.  Guru pada saat ini menghadapi tantangan jauh lebih kompleks apabila dibandingkan dengan era sebelumnya. Perkembangan media teknologi informasi menjadi salah satu landasan pokok dalam perkembangan pembelajaran abad 21.

Menurut Darling, (2006) menyatakan bahwa, Guru menghadapi peserta didik yang jauh lebih beragam, materi pelajaran yang lebih kompleks dan sulit, standar proses pembelajaran dan juga tuntutan capaian kemampuan berfikir siswa yang lebih tinggi  Darling,et,al, Guru abad 21 dituntut tidak hanya mampu mengajar dan mengelola kegiatan kelas dengan efektif, namun juga dituntut untuk mampu membangun hubungan yang efektif dengan siswa dan komunitas sekolah, menggunakan teknologi untuk mendukung peningkatan mutu pengajaran, serta melakukan refleksi dan perbaikan praktek pembelajarannya secara terus menerus.  Karena itu Guru harus dapat mengembangkan potensi peserta didik secara optimal melalui berbagai rancangan inovasi pembelajaran yang kreatif yang dapat mengembangkan kreativitas peserta didik. Kehidupan dan karir pada abad 21 membutuhkan kemampuan untuk:
(1) fleksibel dan adaptif
(2) berinisiatif dan mandiri
(3) memiliki ketrampilan sosial dan budaya
(4) produktif dan akuntabel
(5) memiliki kepemimpinan dan tanggung jawab. (Sani, 2017)

Keterampilan abad 21 merupakan serangkaian keterampilan yang selayaknya dimiliki secara terintegrasi oleh individu, yang terdiri atas keterampilan memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja dalam tim, menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, melakukan inovasi, dan berpikir kreatif pada tema-tema atau isu-isu kontekstual secara efektif dan efisien (Trilling & Fadel, 2009)

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah cara belajar, sifat pekerjaan yang dapat dilakukan maupun makna hubungan sosial.
Pada abad terakhir ini telah terjadi pergeseran yang signifikan dari layanan manufaktur kepada layanan yang menekankan pada informasi dan pengetahuan (Scott, 2015a). Dengan demikian, maka guru harus memiliki keterampilan yang kuat dalam teknologi dan penggunaan teknologi sebagai alat pengajaran yang efektif, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya digital dalam pengajarannya.

Selain itu guru harus mampu mengasah keterampilan dan meningkatkan motivasi belajar siswa untuk dapat mengatasi tantangan global, dengan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi secara efektif, berinovasi dan memecahkan masalah melalui negosiasi dan kolaborasi.

Guru Menginspirasi Siswa

 

Bila memang benar Program Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pengembangan diri mengapa banyak guru yang tidak mau mengembangkan diri?  Padahal guru yang mau mengembangkan diriya bisa memanfaatkan Iptek yang terus berkembang.

 Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik untuk memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan di bidang teknologi, media dan informasi, keterampilan pembelajaran dan inovasi serta keterampilan hidup dan karir.

Menurut Frydenberg & Andone (2011), untuk menghadapi pembelajaran di abad 21, setiap orang harus memiliki keterampilan berpikir kritis, pengetahuan dan kemampuan literasi digital, literasi informasi, literasi media dan menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Tantangan dunia pendidikan di era revolusi industri 4.0 adalah seorang pendidik atau guru harus mampu mengubah mindset peserta didik dari memanfaatkan menjadi menciptakan.

Kemendikbud (2013), merumuskan bahwa paradigma pembelajaran abad ke-21 menekankan pada kemampuan peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber, merumuskan permasalahan, berpikir analitis dan kerjasama serta berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah.

 Guru harus mampu meningkatkan kreatifitas tentang bagaimana siswa mengkonstruksi pengetahuannya. Bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan cara aktif dan mandiri dari berbagai sumber pembelajaran, yang memungkinkan siswa membangun kompetensi mereka dengan utuh.

Digitalisasi pendidikan pada akhirnya membawa perubahan besar dan kini  ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. Guru harus menginspirasi siswa untuk lebih banyak memperkaya pengetahuan darui beraneka ragam sumber. Guru yang baik adalah guru yang dapat memberikan inspirasi untuk para peserta didiknya.

Guru profesional adalah guru yang bisa memberi motivasi untuk peserta didiknya. Dalam pembelajaran guru harus mampu memperlakukan peserta didik belajar sesuai dengan iramanya maupun kemampuannya dengan berkelanjutan.

Memahami perbedaan peserta didik sebagai dasar dalam pembelajaran merupakan sosok guru yang menginspirasi peserta didik. Guru yang inspiratif akan memberikan kesan positif pada peserta didik dengan membangun keinginan untuk berbuat suatu yang positif dalam mengembangkan dirinya melalui belajar yang giat. Guru yang baik jauh lebih penting daripada materi pelajaran dan metode pengajarannya.

Jadi sosok guru merupakan aktor terpenting terhadap suksesnya sebuah proses pembelajaran dan pendidikan. Berkembangnya metode pe,belajaran di era digital menjadi inspirasi penting bagi guru untuk lebih menginspirasin peserta didiknya. Semakin banyak sumber-sumber belajar maka para peserta didik akan semakin kaya akan Iptek.

Sering kita bertanya apa yang paling hebat dari seorang guru? Jawabannya adalah jika guru bisa menginspirasi. Inspirasi terhadap anak didiknya, rekan kerjanya bahkan masyarakat secara luas.

Harus Adaptif

Sistem pembelajaran online di masa Covid-19 telah menggantikan sistem pembelajaran konvensional tatap muka.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Sitem pembelajaran model baru membutuhkan keterampilan dan kecakapan digital dari pihak pengajar. Karena itu salah satu tuntutan kompetensi pedagogik seorang guru di era abad 21 adalah adaptif terhadap perkembangan Ipetk dan mampu memanfaatkan teknologi.

Kecakapan digital merupakan pengetahuan atau kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi kecakapan digital untuk pengajar yakni berguna dalam menghadapi informasi hoaks. Fungsi lainnya adalah menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis maupun kreatif. Selain kecakapan digital, pengajar abad 21 juga harus memiliki beberapa kompetensi yang meliputi aspek: kepemimpinan (leadership), literasi digital, komunikasi, kecerdasan emosional, entrepreneurship, kewargaan global, problem solving, dan kerja sama. Berdasarkan atas beberapa aspek kompetensi itu maka bisa kita rangkum menjadi mampu berpikir kritis, pemecahan masalah, kreatif dan inovatif, komunikasi serta berkolaborasi.

Karena itu guru harus mampu beradaptasi dalam kegiatan pembelajaran di era digital serta mampu menghadapi migrasi dari pembelajaran klasikal menuju peradaban millenium.

Kendati fakta dan kenyataan  menunjukkan bahwa buku bisa digantikan dengan teknologi, tetapi  peran guru tidak bisa digantikan maka peran guru harus diperkuat.

Guru dituntut untuk terus meningkatkan minat bacanya naik cetak maupun digital yang bisa diakses melalui internet. Tanpa minat baca tinggi, maka guru di era pedagogi siber saat ini akan ketinggalan dengan  pengetahuan siswanya yag berakibat akan menurunkan kredibilitas atau kewibawaan guru.

Hilangnya kewibawaan guru akan berakibat serius bukan saja pada menurunnya kualitas pembelajaran.  Guru pada abad 21 harus memiliki kemampuan untuk menulis. Mempunyai minat baca tinggi saja belum cukup bagi guru, tetapi harus memiliki keterampilan untuk menulis. Guru juga dituntut untuk bisa menuangkan gagasan-gagasan inovatifnya dalam bentuk buku atau karya ilmiah.

Tanpa kemampuan menulis guru akan kesulitan dalam upaya meningkatkan kredibilitasnya di hadapan para siswa. Guru yang memiliki kompetensi dalam menulis gagasan, atau menulis buku dan karya almiah, maka akan semakin disegani oleh siswanya. Sebaliknya, guru yang tidak pernah menulis, maka akan semakin dilecehkan oleh peserta didiknya.

Guru di era informasi sekarang ini, juga dituntut untuk mengunggah karya-karya tulisnya yang bisa memberikan sumbangan pemikiran terhadap upaya peningkatan kualitas pembelajaran.Guru abad 21 harus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan metode belajar atau mencari pemecahan masalah-masalah belajar, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis TIK. Semakin pesatnya perkembangan era teknologi digital, maka guru harus mampu melakukan transformasi kultural.

Salah satu nilai yang imperatif dituntut oleh Iptek adalah apresiasi tinggi terhadap logika kausalitas, akurasi, presisi, detail, dan terukur.  Transformasi kultural, apabila diterapkan dalam kaitannya dengan perkembangan model pembelajaran hybrid, maka konsep transformasi kultural tentu mengandaikan proses alih ubah dari nilai tradisional ke nilai pembelajaran modern. Derasnya arus informasi dan beragam sumber daya dengan bebas dalam lingkungan interaksi lintas negara telah membawa berbagai perubahan dahsyat yang belum pernah terjadi di masa- sebelumnya.

Keberhasilan pendidikan  kita dimasa depan dalam menghadapi pendidikan abad 21 ditentukan oleh kualitas guru dan pendidik lainnya. Yakni harus memiliki (1) skills (dalam kepemimpinan dan tim kerjasama), (2) kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global (cultural agility), serta (3) mempunyai kemampuan untuk berwirausaha (entrepreneurship), termasuk penguasaan social entrepreneurship (sumber: Nasir, 2018 dalam Muhali, 2018).

Penggabungkan pengetahuan dan keterampilan dalam pedagogi yang kuat dan pengalaman belajar yang lebih mendalam memng sangat penting diterapkan dalam pembelajaran termasuk karaktaer. Penididikan karakter sangat penting  dengan tujuan utamanya yaitu membangun fondasi untuk pembelajaran sepanjang hayat, mendukung kesuksesan hubungan di rumah, di masyarakat, dan di tempat kerja serta  mengembangkan nilai-nilai kepribadian dan kebaikan untuk berpartisipasi secara berkelanjutan dalam dunia global.

Pembelajaran abad 21 menuntut pendidik untuk mampu mengajar dan melakukan pengelolaan kegiatan kelas secara efektif, dan juga mampu membangun hubungan efektif dengan peserta didik dan komunitas di sekolahnya, mampu menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran, dan melakukan refleksi pembelajaran dengan berkelanjutan. Karena itu pengembangan pendidik abad 21 memiliki karakteristik yakni dengan menggunakan pendekatan “bottom up” yakni berbasis pada kebutuhan pendidik dan sekolah. Mendukung pengembangan budaya kolaboratif dan penciptaan komunitas profesional pendidik serta harus  dilaksanakan secara kontinu dalam mengintegrasikan dan mensinergikan semua pembelajaran profesional yang diperoleh baik dengan cara formal maupun informal.

Untuk dapat beradaptasi dengan baik maka pengembangan profesionalisme pendidik sesuai tuntutan pembelajaran inovatif abad 21. Sebaiknya pembelajaran lebih ditekankan pada keterampilan-keterampilan inovatif abad 21 yakni kemampuan beradaptasi atau penyesuaian diri dengan lingkungan, keterampilan berkomunikasi.

Kemampuan beradaptasi sebagai kemampuan dalam pengerjaan tugas yang ditunjukkan dengan sikap responsif dan efektif, mampu mengatasi tekanan dan beradaptasi dalam berbagai situasi atau keadaan atas perbedaan individu, gaya berkomunikasi, dan budaya.Dengan demikian seiring dengan perkembangan Iptek maka guru dituntut untuk selalu menginspirasi peserta didiknya.

Termasuk harus adaptif dalam menerapkan model pembelajaran di abad 21 yang ditandai serta memiliki karakteristk sebagai abad pengetahuan . Dengan beradaptasi dan belajar terus sesuai perkembangan Iptek guru akan selalu meng up to date ilmu dan pengetahuannya. Semoga bermanfaat. (*****).

Rujukan:

 

1.     American Association of Colleges and Universities (2007). College learning for the new global century. Washington, DC: AACU.

2.     Daryanto, Karim S., 2017. Pembelajaran Abad 21, (Yogyakarta: Gava Media).

3.     Jelantik, A. . K. (2019). Dinamika Pendidikan dan Era Revolusi Industri 4.0. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.

4.     Kleickmann, T., Troebst, S., Jonen, A., Vehmeyer, J., & Moeller, K. (2016). The effects of expert scaffolding in elementary science professional development on teachers’ beliefs and motivations, instructional practices, and student achievement. Journal of Educational Psychology, 108, p. 21-42.

5.     McKinsey & Company. Lyles, R. (2015). Teachers and professionalism. The learing House: A Journal of Educational Strategies, Issues and Ideas, 30(9), 548–550. https://doi.org/10.1080/00098655.1956.11476490

6.     P21 (Partnership for 21st Century Skills). (2011). Framework for 21st century learning. Retrieved from: www.p21.org/our-work/p21-framework.

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed