oleh

Ditanya Soal SMA Titian Teras dan Sejumlah Proyek Di Bungo , PLT.Kadis Pendidikan Jambi ” Bungkam”

-KORUPSI-367 views

Bungonews.net, BUNGO- Sejumlah proyek dinas pendidikan provinsi yang dikerjakan oleh rekanan konraktor  di kabupaten Bungo diduga sarat masalah dan sarat KKN , kendatipun demikian hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari APH sementara pihak dinas Pendidikan Jambi lebih memilih bungkam saat ditanya proyek gagal SMA Titian teras Bungo  tahun  2020 senilai Rp.15.miliar .Proyek rehab dan bangun baru 4 unit SMA / SMK tahun 2021 yang belum rampung dikerjakan dan proyek renovasi  5 unit SD yang asal jadi dan dirobihkan lagi yang semuanya dikerjakan oleh rekanan kontraktor melalui Dinas PUPR provinsi  Jambi .

Diketahui proyek SMA Titian teras Bungo dibangun dilokasi SMk negeri 2 Bungo tanpa ada serah terima aset ,yang dikerjakan oleh kontraktor asal Jambi terdiri dari Pembangunan SPAM senilai Rp. 1 Miliar , Pembangunan drainase Rp.3 miliar dan pembangunan asrama senilai Rp.11.Miliar .Anehnya meskipun bangunan belum tersedia SMA Titian teras Bungo ini telah menerima siswa baru dan sudah mencairkan dana bos selama 3 tahun sementara proses belajar mengajar tidak ada di SMA Titian Teras Bungo..

Kondisi bangunan yang sudah 1 tahun dibiarkan semak tanpa diooerasikan ini menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak

Bukri PLT. Kadis pendidikan Jambi di konfirmasi apakah sudah ada serah terima dari PUPR ke dinas pendidikan Jambi dan apakah alasan SMA Titian. Teras Bungo tidak dioperasikan dan mengapa dana Bos nya dicairkan ? Konfirmasi via WA Bungo news tidak di jawab di hubungi ponselnya tidak diangkat.

Selain itu persoalan proyek bangunan baru dan renovasi 5 unit SD yang dikerjakan asala jadi sehingga dibongkar lagi  dan proyek rehab dan bangun 4 unit SMA dan SMK di Bungo yang terancam tidqk selesai tepat waktu , Bukri juga tidak memberikan jawaban

Jon LSM gerakan rakyat anti korupsi ( Gerak ) sangat menyayangkan sikap PLT kadis  yang tidak meresfon dan mempertanyakan mengapa APH membiarkannya ?

” Masalah ini tidak bisa dibiarkan karena sudah ada indikasi yang menyebabkan kerugian keuangan negara ,” Tutur. Jhon ( tim )

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed