oleh

Paradigma Baru Kompetisi, Menggugah Siswa Kreatif di Era Digital

Oleh: Nelson Sihaloho
*).Guru SMPN 11 Kota Jambi
Email:sihaloho11@yahoo.com, nelsonsihaloho06@gmail.com
Abstrak:
Hampir semua even dan jenjang kompetisi di berbagai belahan dunia telah diarahkan ke bidang digital. Hal ini menunjukkan bahwa dimulainya paradigma baru kompetisi. Contoh konkrit dan  nyata adalah siaran televisi kini sudah masuk era televisa digital. Sebuah pencapaian dan lompatan baru era teknologi yang membuktikan bahwa perkembangan teknologi digital akan semakin membanjiri kehidupan umat manusia. Pendidikan juga telah banyak menerapkan kompetisi digital utamanya untuk kompetisi tingkat internasional. Bahkan untuk kompetisi dan lomba foto telah banyak dilombakan “Lomba Foto Digital”. Dikalangan jurnalis utamanya wartawan olah raga yang sering meliput kompetisi foto-foto fantastis dengan limit digital yang tepat memberi warna tersendiri akan hasil karya foro-foto para jurnalis.  Saat ini banyak gelar kompetisi pembuatan konten website dengan berbagai bentuk mulai dari konten aksara, game  hingga konten  kuliner. Dengan semakin banyaknya kompetisi maka akan memberikan perkembangan yang signifikan terhadap munculnya konten yang bervariasi di internet. Tren positif kompetisi kreatif akan semakin menumbuhkembangkan  serta berpengaruh terhadap pertumbuhan ilmu pengetahuan  dan teknologi (Iptek) di era digital.

Kata kunci: paradigma, kompetisi, kreatif, era digital.

Paradigma Kompetisi

Revolusi Industri 4.0  saat ini telah hampir menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia. Semua sector mulai dari sector pendidikan hingga sector industry setahap demi setahap sudah melakukan transformasi digital. Transformasi digital kini menjadi keharusan sector-sektor yang menjadi andalan kehidupan mereka bisa terus berkembang. Adopsi teknologi digital semakin berkembang dan dinamis agar kegiatan operasional pendidikan bisa berjalan berkesinambungan, andal, serta efisien. Karena itu sektor penididikan perlu melakukan langkah-langkah serta kebijakan strategis dalam implementasinya. Kebijakan strategis itu diharapkan mampu mendorong keunggulan kompetitif bangsa di tengah situasi pandemic yang belum tahu kapan berakhir. Banyak kalangan menyatakan bahwa penerapan digitalisasi semakin meningkatkan kinerja baik perusahaan maupun industry.

 

Paradigma berorientasi nilai akademik sempurna yang telah terurat-berakar dalam sistem pendidikan kita dimasa depan akan diubah. Perubahan radikal dari paradigma akademik menjadi paradigma holistik yang kini menjadi tren dalam dunia pendidikan kita akan mewarnai sistim digitalisasi dalam pendidikan. Termasuk kemungkinan besar mencontoh sedikit tentang sistem pendidikan Negara Finlandia.  Sistim pendidikan Negara Finlandia begitu sangat menggembirakan. Memunculkan aspek kegembiraan siswa di dalam kelas merupakan strategi, bahkan tujuan menyeluruh dari proses pembelajaran itu sendiri. Menurut Seppala (2016) aspek kegembiraan siswa mampu memperbaiki produktivitas dan meningkatkan  kecerdasan sosial dan emosional. Adapun Timothy D Walker (2017) mengidentifikasi apa yang disebutnya 5 (lima)  bahan kebahagiaan untuk menerapkan pendidikan yang menyenangkan ala Finlandia. Kelima bahan tersebut, yakni: (1) kesejahteraan, (2) rasa dimiliki, (3) kemandirian, (4) penguasaan, dan 5) pola pikir. Kegiatan dan proses pembelajaran di dalam kelas memang harus diubah sesuai dengan tuntutan dan paradigm. Merujuk penelitian Timothy D. Walker, penulis buku Teach Like Finlandia (Kuntarto, 2020) menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran, upaya guru untuk menggugah dapat dilakukan salah satunya dengan menawarkan kebebasan bagi peserta didik untuk menentukan tugas yang sesuai minat dan karakter mereka.  Berkaitann dengan hal tersebut maka guru sebaiknya memberikan opsi yang memerdekakan pembelajaran dan tidak justru mematikan rasa ingin tahu atau penasaran peserta didik.  Dalam dunia pendidikan, kegembiraan merupakan strategi belajar dan sudah seharusnya diletakkan pada urutan pertama. Pesatnya perkembangan iptek dan tekanan globalisasi yang menghapuskan tapal batas antarnegara. Selain itu mempersyaratkan setiap bangsa untuk mengerahkan pikiran dan seluruh potensi sumber daya yang dimilikinya untuk bisa tetap bertahan. Bahkan dapat memenangkan persaingan dalam perebutan pemanfaatan kesempatan dalam berbagai sisi kehidupan. Ini berarti perlu adanya peningkatan sikap kompetitif secara sistematik dan berkelanjutan terhadap sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan. Keunggulan dalam berkompetisi terletak pada kemampuan dalam mencari dan menggunakan informasi, kemampuan analitis-kritis, keakuratan dalam pengambilan keputusan, dan tindakan yang proaktif dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran perlu dilakukan strategi. Strategi tersebut yakni, menyeimbangkan antara konten dan proses, dalam penyajian materi pelajaran antara konten dan proses harus diseimbangkan. Ada lima kunci untuk menciptakan atau mengkreasi suasana kelas yang interaktif. Yakni (1) mulai setiap pembelajaran dengan masalah atau kontroversi; (2) gunakan keheningan untuk membangkitkan refleksi; (3) atur ruang kelas untuk membangkitkan interaksi dalam pembelajaran; (4) Apabia memungkinkan, perpanjang waktu pembelajaran (extend class time). Berpikir kritis akan terjadi jika siswa memiliki waktu yang tepat untuk sampai pada refleksi; dan (5) ciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

 

Menggugah SIswa Kreatif

Kreatifitas merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan baik pendidikan formal maupun non formal. Kreatifitas di dalam berkarya dapat dijadikan dasar keberhasilan seseorang selain keberhasilan di dalam pendidikan formal. Itulah sebabnya memberikan pelatihan sejak dini sangat penting serta dapat membantu menumbuhkembangkan kreatifitas anak. Selain itu mampu mengurangi kejenuhan belajar serta memberikan kesenangan dan kegembiraan. Pengembangan potensi kreatif peserta didik akan menghasilkan superior learning. Peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kreatif akan memiliki motivasi intrinsik yang tinggi dalam belajar dan memiliki daya dorong kuat, percaya diri, dan kemampuan berpikir tinggi. Pengembangan kemampuan berpikir divergent sebagai elemen kreatif akan memperbaiki sikap seseorang dalam belajar dan meningkatkan motivasi belajar atau cara yang ampuh mendorong seseorang belajar (Cropley: 1997, Fisher dan Williams: 2004). Fisher, 2004 menyatakan guru kreatif akan memberikan inspirasi kreatif kepada peserta didik, fleksibel, luas pangaweruh dalam menyajikan materi dan menemukan cara penyajikan kepada anak (peserta didik). Guru kreatif suka mengembangkan kritik terhadap dirinya, sikap dan perasaan tidak sepakat (kritis) terhadap sistem yang berlaku (Fisher dan Williams: 2004). Dilingkungann  sekolah seorang Kepala Sekolah merupakan pemimpin dan dituntut untuk selalu  kreatif. Menurut Fisher dan Williams (2004) menyatakan bahwa pemimpin kreatif akan menjadi sumber inspirasi, memberi akses, waktu, sumber, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk melakukan eksperimen dan berbeda pandangan (konflik). Penciptaan wahana kreatif menjadi stimulan yang selalu hadir dan menggugah siswa untuk berkreasi. Memberikan kesempatan untuk mencapai prestasi, menfasilitasi tumbuhnya kemampuan berpikir divergent dengan memberikan kesempatan anak didik mengomunikasikan ide mereka dan mengakui atau menghargai gagasan kreatif atau kemampuan berpikir divergent.  Faktor penting dalam meningkatkan kreatifitas di sekolah adalah peran guru. Potensi kreatif siswa di sekolah dapat ditingkatkan dengan cara mengusahakan iklim di dalam kelas yang dapat menggugah kreatifitas siswa.

Siswa Kreatif di Era Digital

Hal utama yang mendasari terjadinya era digital yakni perkembangan komputer dan internet. Di era digital, maka kita harus mampu untuk beradaptasi dan menjadi kreatif dalam menghadapinnya. Internet, smatphone, covid-19, dan perubahan perilaku pada seseorang semakin mendorong terjadinya transformasi digital. Internet dan smartphone merupakan sumber informasi di era digital saat ini.  Kreatifitas merupakan kunci untuk menguatkan fondasi dalam menghadapi era digital. Sebagaimana diketahui bahwa era digital terlahir dengan kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Dengan media internet membuat media massa berbondong-bondong pindah haluan. Semakin canggihnya teknologi digital masa kini membuat perubahan besar terhadap dunia, lahirnya berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak bermunculan. Era digital teknologi akan terus bergerak dengan dinamis. Revolusi digital merupakan kemampuan untuk dengan mudah memindahkan informasi digital antara media, dan untuk mengakses atau mendistribusikannya jarak jauh. Paperless merupakan salah satu trend era digital dimana penggunaan kertas menjadi lebih sedikit. Kita tidak harus mencetak foto maupun dokumen yang dibutuhkan pada kertas, melainkan dalam bentuk digital. Penyimpanan dengan cara digital lebih aman dibandingkan apabila menyimpan berbagai dokumen dalam bentuk kertas. Digitalisasi dokumen berbentuk kertas menjadi file elektronik menjadi lebih mudah dalam berbagi salah satunya e-book.. Dengan file digital juga dokumen menjadi jelas lebih ringkas yang setiap saat dapat dibuka melalui komputer dan ponsel. Pengembangan berbagai aplikasi merebak seiring diproduksinya ponsel pintar dengan operating system (OS) yang semakin mendekatkan diri pada kehidupan manusia yang ditujukan demi kemudahan dan kenyamanan penggunanya. Para kawula muda atau generasi penerus saat ini memegang peranan penting dalam masa depan bisnis kreatif digital. Karena itu siswa harus bisa mengubah cara belajarnya di era digital. Demikian juga dengan guru harus mengubah cara mengajarnya terhadap siswa. Guru harus mampu menggugah siswa bagaimana kelak menghadapi era digital. Jalan Perubahan besar mengubah cara manusia belajar dan mengenyam pendidikan kini d masa depan juga akan semakin berkembang. Semua perubahan yang terjadi sesuai dengan arah revolusi dan siswa harus mengubah cara belajarnya. Peserta didik yang tidak mau belajar akan terdisrupsi oleh teknologi. Contoh konrit dan nyata  mengapa sector pendidikan kini seakan tertinggal dengan perkembangan industri yang pada akhirnya pendidikan iku terimbas mengalami disrupsi. Pada dasarnya, untuk apa kita belajar sesuatu yang kemudian bisa sangat mudah dan cepat dikerjakan dengan mesin. Bila itu terjadi, akan banyak manusia yang akan mengalami disrupsi pekerjaan di masa depan. Penelitian Mckinsey Global Institute (2018) meramalkan banyak  pekerjaan  yang hilang di masa depan. Bahkan tahun 2030 akan banyak pekerjaan terautomasi dengan robot dan AI, sedikitnya waktu kala itu. Di era pembelajaran abad 21 yang identic dengan era Edukasi 4.0, siswa bukan lagi siswa yang dahulu. Pengetahuan mereka bisa melampaui gurunya, akses informasi tanpa batas jadi alasan. Model kelasnya berbasis Digital Classroom juga menggunakan konsep IoT, platform ini akan melakukan proses kegiatan akademik jarak-jauh. Dalam proses ujian akan banyak tes online, ujian dipantau webcam dan sensor. Pada saat seseorang  melakukan kecurangan seperti melihat buku, otomatis akan terdeteksi dari aplikasi tersebut. Karena tidak menitikberatkan pada nilai, maka tekanan dalam ujian tidak seberat sistem sebelumnya. Sehingga siswa bisa mengedepankan rasa jujur dalam membangun pendidikan bukan sebatas nilai. Begitu juga dengan kompetisi terutama bidang teknologi dan rekayasa akan semakin mudah diketahui apakah hasilnya dikerjakan oleh guru atau merupakan hasil karya asli sendiri siswa yang bersangkutan. Kompetisi akan semakin ketat dan bermutu. Saat ini semakin berkembang penerapan blockchain. Awalnya konsep ini hanya diterapkan pada sistem mata uang kripto berbasis peer to peer. Karena sifatnya global, Blockchain sangat cocok juga dikembangkan pada berbagai bidang salah satu diantaranya adalah pendidikan. Penerapannya adalah dalam penggunaan e-certificate berbasis Blockchain, kecurangan di dunia Pendidikan jadi alasan besar Blockchain menanggulanginya. Ijazah palsu, pemalsuan nama, hingga nilai jadi sisi mirip dunia pendidikan. Adanya Blockchain yang bersifat desentralisasi seakan menyulitkan orang memalsukan ijazah. Apalagi di era teknologi, kepercayaan dan transparansi jadi hal wajib dan Blockchain menawarkannya.  Konsep pendidikan berbasis 4.0, bisa membangun karakter setiap peserta didik yakni agar menjadi pribadi yang jujur sejak dini dan teknologi menjadi salah satu cara yang dipilih bijak. Teknologi telah mempengaruhi dan mengubah manusia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk juga dalam dunia pendidikan. Pembelajaran berbasis digital merupakan proses pembelajaran yang menggunakan media elektronik dengan jaringan internet sebagai alat bantu dalam belajar mengajar guna untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah data dalam bentuk cetak menjadi data digital yang dapat dilihat pada layar monitor komputer, laptop, maupun handphone. Data digital tersebut selanjutnya dapat diprint out untuk mempermudah peserta didik mempelajari materi pembelajaran. Data digital yang disajikan dalam web digital pun perlu dirancang khusus tidak seperti halnya teks yang terdapat dalam buku teks pembelajaran. Model pembelajaran berbasis digital merupakan model pembelajaran masa depan yang dinilai sangat efektif. Model pembelajaran tersebut dikatakan efektif karena model ini sesuai dengan tuntunan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini. Salah satu metode pembelajaran berbasis digital yang dapat digunakan untuk menghadapi era digital saat ini adalah pembelajaran kreatif. Guru di era digital ini dalam pembelajaran kreatif diharapkan dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih efektif, serta menggunakan pendekatan imajinatif agar peserta didik tidak merasa bosan saat proses belajar berlangsung. Materi pembelajaran berbasis digital  dapat meningkatkan minat belajar siswa. Pendidikan 4.0 mendorong revolusi baru dalam dunia pendidikan kita sekaligus menjadi tantangan pendidikan di era digital. Pendidikan berbasis digital di Indonesia mulai dikembangkan dalam bentuk start up atau aplikasi yang memuat konten-konten yang sama dengan kebutuhan siswa di sekolah. Saat ini banyak dikembangkan konten-konten animasi akan menjadi pilihan untuk menunjang proses belajar yang menyenangkan dan menarik untuk siswa. Termasuk memperkuat motivasi, dan juga untuk menanamkan pemahaman pada siswa tentang materi yang diajarkan.Menurut Syauqi (2016) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa startup sebagai salah satu penerapan digitalisasi industri berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Era digital berpengaruh terhadap pola kebutuhan masyarakat termasuk dalam bidang pendidikan. Berkembangnya dunia digital berpengaruh terhadap cara belajar siswa dengan optimalisasi penggunaan perpustakaan digital dalam memenuhi kebutuhan atas keingintahuannya terhadap materi ajar. Seiring berkembangnya teknologi digital di Indonesia sesuai dengan kebutuhan siswa maka memunculkan paradigm baru kompetisi di berbagai bidang. Selain itu tuntutan akan perubahan model pembelajaran yakni guru harus menggugah siswa untuk kreatif di era digital. Kompetisi-kompetisi digital akan semakin berkembang di masa depan karena itu generasi muda  sekarang harus siap menjadi pemain di era digital, era industry maupun era society 5.0. Semoga bermafaat.

Rujukan:

  1. Syauqi, A. T. (2016). Startup sebagai Digitalisasi Ekonomi dan Dampaknya bagi Ekonomi Kreatif di Indonesia. https://id.techinasia.com diakses pada 29 mei 2018.
  2. Setiawan,2008, Pemanfaatan Teknologi untuk Menunjang Persiapan Calon Guru dalam Mengajar, Seminar Nasional “Teknologi dalam Pembelajaran dan Pekerjaan” Program Skills to Succeed (S2S) dari Save The Children”, Bandung, 14 Maret 2016h
  3. http://www.kemdiknas.go.id/ Peranan Pendidikan Nasional dalam Pembangunan Karakter Bangsa, 28 Desember 2016.
  4. http://www.setneg.go.id/ Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa, 28 Desember 2016. 2
  5. https://mediaindonesia.com/opini/207341/membangun-pembelajaran-kreatif
Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed