Oleh: Nelson Sihaloho
Penulis:Guru SMPN 11 Kota Jambi
PD.ABKIN Provinsi Jambi, Bidang Publikasi Ilmiah Periode 2022-2026 (anggota)
ABSTRAK
Sebagaimana kita ketahui bahwa penguatan kualitas penduduk yang berkesinambungan di Indonesia melibatkan berbagai inisiatif maupun kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan pembangunan berkelanjutan. Diantaranya peningkatan layanan Kesehatan, peningkatan mutu dan kualitas Pendidikan, membuka lapangan pekerjaan, peningkatan kebijakan kependudukan serta peningkatan program keluarga berencana (KB). Dengan struktur penduduk yang dinamis menuntut adanya kebutuhan pemutakhiran data kependudukan serta proyeksi penduduk di masa depan agar menjadi acuan pemerintah dalam menyusun rencana pembangunan. Hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2020-2050, berdasarkan skenario tren, menunjukkan Indonesia memiliki 13 juta penduduk yang lebih banyak pada tahun 2045 dibanding Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045.
Berdasarkan skenario optimis, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sebanyak 329,13 juta pada tahun 2045 dan mencapai 337,99 juta pada tahun 2050, suatu angka yang cukup banyak.
Jumlah penduduk dunia telah mencapai delapan miliar pada November 2022 (UN, 2022). Adapun laju pertumbuhan penduduk diperkirakan terus melambat hingga berada di bawah 0,9 persen sejak tahun 2023. Perlambatan ini terjadi akibat menurunnya tingkat fertilitas (Total Fertility Rate/ TFR) dari 3,3 anak lahir hidup untuk setiap perempuan pada tahun 1990 menjadi 2,3 pada 2023. Kesehatan masyarakat juga meningkat sejalan dengan berkurangnya jumlah anak. Hal ini terlihat dengan meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH) dunia selama 10 tahun sejak tahun 1990 dari 63,99 tahun menjadi 73,4 tahun pada tahun 2023.
Sumber UN DESA, 2022 juga mengungkapkan bahwa dengan laju pertumbuhan tersebut, India dengan penduduk sebesar 1,43 miliar diproyeksikan menjadi negara penduduk terbanyak pada pertengahan 2023. Sementara itu, penduduk Indonesia, berdasarkan proyeksi penduduk interim akan mencapai 278,84 juta jiwa pada tahun yang sama. Jumlah ini menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan penduduk terbanyak setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Dengan bonus demografi yang terus bertkebangan dibperlukan penguatan kualitas penduduk berkesinambungan. Strategi sinergis disertai dengan Langkah-langkah konkrit sangat diperlukan dalam penguatan kualitas penduduk yang semakin baik.
Kata kunci: penguatan, kualitas penduduk, berkesinambungan.
Optimalkan Potensi Penduduk
Jumlah penduduk yang besar merupakan potensi bagi sebuah negara. Kualitas penduduk yang tinggi akan mendukung pembangunan nasional serta berdampak baik pada kemajuan suatu bangsa. Untuk mencapai kemajuan suatu bangsa diperlukan peningkatan pada berbagai aspek baik itu kesehatan, pendidikan maupun ekonomi. Mengoptimalkan kualitas penduduk dalam mendukung pembangunan diberbagai bidang dapat dilakukan menerapkan berbaga strategi. Diantaranya adalah dengan meningkatkan layanan kesehatan yang mudah diakses. Kemudian meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan serta membuka lapangan pekerjaa terhadap masyarakat. Di era digital sekarang ini meningkatkan layanan Kesehatan yang mudah diakses dapat dilakukan dengan berbagai strategi yang sesuai dengan inovasi dan teknologi yang sedang berkembang. Misalya dengan Telemidicine yang memungkinkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter secara virtual terutama dikawasan terpencil atau dengan moblitas terbatas. Bahkan AI saat ini dapat membantu menganalisis data medis, mendeteksi penyakit serta merekomendasikan perawatan yang dipersonalisasi. Rekam Medis Elektronik (HER)Selanjutnya adalah Internet dimana saat ini internet mampu memperluas jangkauan serta meningkatkan kualitas layanan Kesehatan termasuk peggunaan Rekam Medis Elektronik (HER) dan alat Remote Patient Monitpring (RPM). Begitu juga dengan inovasi tidak hanya mampu meningkatan akses layanan Kesehatan namun juga meningkatkan kualitas layanan dengan mengurangi biaya serta mempercepat proses pelayanan.
Demikian halnya dengan peningkatan mutu dan kualitas Pendidikan. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan di Indonesia berbagai strategi maupun inisiatif telah diterapkan. Beberapa program priorotas yang telah dicanangkan oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yakni peningkatan akses pendidikan melalui program afirmasi pendidikan seperti rumah belajar, pendidikan jarak jauh, PAUD, dan fasilitasi relawan mengajar. Kemudian peningkatan kualifikasi guru untuk menjamin tenaga pengajar yang berkualitas dan professional. Peningkatan pendidikann karakter untuk membentuk generasi yang berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap bangsa. Begitu juga dengan peningkatan Pendidikan matematika, sains dan teknologi. Peningkatan pendidikan matematika, sains dan teknologi sejak dini untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Program-program tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pendidikan nasional semakin maju serta mampu menjawab tantangan zaman. Para pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan memahami serta menyesuaikan kebijakan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pengembangan usaha dan investasi, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, serta program dukungan pemerintah. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Membuka lapangan pekerjaan melalui pengembangan sector ekonomi yakni denan membangun usaha, investasi serta pengembangan sector primer. Untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yakni dengan pendidikan dan pelatihan serta ketrampilan yang relevan. Untuk kebijakan dan program pemerintah yakni memberi dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Manfaatkan program-program yang fokus pada penciptaan lapangan kerja, seperti program Kartu Prakerja dan berbagai paket stimulus ekonomi serta pembangunan infrastruktur. Selain itu peran serta masyarakat dari dunia usaha yakni mendorong kewirausahaan serta kolaborasi.
Peningkatan Kualitas SDM
Peningkatan kualitas pendidikan menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi masa depan yang kompetitif dan dinamis. Visi untuk mencapai sumber daya manusia berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global, menjadikan pendidikan sebagai lokomotif utama untuk mewujudkan kualitas penduduk yang berkesinambungan.
Pendidikan yang berkualitas tidak hanya mencakup aspek akademik, namun juga melibatkan perkembangan karakter, keterampilan serta pengetahuan yang berkelanjutan. Pemahaman mendalam tentang ilmu pengetahuan harus disandingkan dengan penerapan praktis dalam situasi kehidupan sehari-hari.
Kemampuan untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang, merumuskan solusi inovatif, dan mengambil keputusan berdasarkan analisis yang cermat adalah keterampilan yang sangat diperlukan dalam dunia yang kompleks saat ini.
Revolusi teknologi telah mengubah wajah pendidikan secara mendasar, membawa dampak besar dalam transformasi pendekatan dan pengalaman belajar. Pentingnya keterampilan digital di era modern tidak dapat diabaikan. Integrasi teknologi dalam pendidikan membantu penduduk serta masyarakat mengembangkan literasi digital, kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan teknologi secara efektif. Bonus demografi saat ini merupakan suatu kondisi yang ideal dalam pembangunan dan harus dimanfaatkan untuk mendorong kemakmuran penduduk. Peningkatan kualitas SDM harus dilakukan sejak dini secara holistik integratif berdasarkan pendekatan siklus kehidupan. Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diprogramkan pemerintah saat ini menjadi gerakan optimalisasi peran ayah menjawab fenomena fatherless dengan layanan konseling dan konsorsium komunitas Ayah Teladan. Saat ini BKKBN terus hadir dalam mendampingi setiap keluarga Indonesia agar siap menghadapi bonus demografi.
Menurut laporan “Bonus Demografi dan Visi Indonesia Emas 2045”, yang diterbitkan pada 2023 oleh BPS, bonus demografi adalah puncak transisi di mana penduduk usia produktif mendominasi struktur usia populasi. Bonus demografi terjadi ketika proporsi penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) meningkat secara signifikan dibandingkan dengan penduduk usia non-produktif (anak-anak dan lansia). Pembangunan Ekonomi selalu terkait dengan Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth), di mana keduanya saling mendukung; pembangunan ekonomi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi pun berkontribusi pada proses pembangunan ekonomi (Purwati & Prasetyanto, 2022). Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja menjadi faktor kunci dalam memanfaatkan potensi demografis ini secara optimal. Ketimpangan distribusi penduduk, tingginya angka pengangguran di kalangan muda, serta kebutuhan akan infrastruktur yang memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi merupakan beberapa isu utama yang harus diatasi. Selain itu, peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan penduduk usia produktif juga menjadi prioritas, agar mereka dapat berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik dalam perumusan kebijakan kependudukan yang tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah penduduk usia produktif, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup mereka melalui akses pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, dan kesempatan kerja yang luas.
Karena itu syarat kesuksesan bonus demografi adalah kesehatan yang baik, pendidikan berkualitas, serta produktivitas dan daya saing yang tinggi. Sejalan dengan itu pemerintah telah menyiapkan grand design Manajemen Talenta Nasional (MTN) yang difokuskan dalam tiga bidang: riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga. Kebijakan ini diterjemahkan ke dalam peta jalan pembangunan pemuda. Pertama, Talent Pool yakni suatu upaya memperluas kumpulan bakat dan mengembangkan mekanisme akuisisi talenta; Kedua, sinergi kolaborasi yaitu memperkuat sinergi pembinaan serta fasilitasi talenta. Ketiga, kebijakan research hub dengan menyediakan sarana prasarana esensial untuk MTN. Keempat, kebijakan dana inovasi dengan menyediakan pendanaan tata kelola dan koordinasi pelaksanaannya: dan Kelima, kebijakan apresiasi talenta dengan memperkuat tata kelola untuk keberlanjutan siklus manajemen talenta. BKKBN sendiri juga telah membuat Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) dimana GPDK memegang peran krusial dalam memanfaatkan bonus demografi yang tengah berlangsung di Indonesia. GDPK yang disusun oleh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, menjadi kerangka pikir dan panduan (road map) untuk mengintegrasikan berbagai variabel kependudukan dalam pembangunan daerah. GDPK 2025-2029 memiliki lima sasaran utama.
Sasaran pertama adalah pengendalian kuantitas penduduk, kedua peningkatan kualitas penduduk, ketiga pembangunan keluarga, keempat penataan persebaran serta pengarahan mobilitas penduduk, dan terakhir integrasi data kependudukan.
Dengan demikian Bonus demografi Indonesia telah berlangsung sejak 2020 dan diperkirakan akan berakhir pada 2030 terdapat beberapa faktor utama yang menentukan keberhasilannya. Pertama, penduduk usia produktif harus berkualitas. Kedua, partisipasi perempuan dalam pasar kerja perlu ditingkatkan. Ketiga, pemerintah harus menciptakan sebanyak mungkin lapangan pekerjaan. Keempat, tingkat kelahiran harus dikendalikan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak tahun 2024, jumlah wajib pajak di Indonesia hanya 69 juta orang, padahal penduduk usia produktif mencapai 195 juta jiwa. Untuk menghadapi tantangan tersebut, BKKBN telah menyiapkan lima program quickwin sebagai solusi. Yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps ‘Keluarga Indonesia.. Data Susenas 2020 menunjukkan bahwa dari 270,20 juta jiwa penduduk Indonesia, mayoritas terdiri dari Gen Z (27,94%) dan Milenial (25,87%). Adapun Gen X sebanyak 21,88%, Baby Boomer 11,56%, dan Post Gen Z 10,88% dengan jumlah keluarga mencapai 91,2 juta. (Kemdagri, 2024).
Bonus Demografi Modal EMAS 2045
Bonus demografi dan pembangunan desa merupakan dua kunci utama agar Indonesia mampu melesat menjadi negara maju pada 2045 sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pemanfaatan Bonus Demografi secara optimal membutuhkan SDM yang kompeten. Pembangunan desa juga menjadi fondasi pemerataan ekonom untuk menekan laju urbanisasi yang tidak terkendali. Semua potensi yang dimiliki oleh Indonesia memerlukan SDM berkualitas. Tanpa SDM unggul, potensi Bonus Demografi tidak akan terwujud optimal.
Merujuk data World Bank dan McKinsey, Indonesia diprediksi menjadi kekuatan ekonomi dunia nomor empat pada 2040. Indonesia berpotensi keluar dari middle income trap pada 2045. Prediksi ini sangat bergantung pada kemampuan Indonesia memanfaatkan Bonus Demografi secara efektif. Ini berarti menyiapkan angkatan kerja yang terampil dan berdaya saing global. Sejalan dengan itu pembangunan yang merata di desa dapat menekan laju urbanisasi yang masif. Ketimpangan antara desa dan kota harus ditekan sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan. Data tahun 2020 menunjukkan 54,64 persen warga Indonesia kini tinggal di perkotaan, sebagian besar di Pulau Jawa. Ketimpangan ini menjadi tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan desa diharapkan dapat mengatasi disparitas. Sekait dengan hal tersebut, dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadi “Negara Nusantara yang Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan” Pemerintah memiliki empat pilar utama yakni pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola Pemerintahan.Karena itu Indonesia juga memiliki kekuatan yang harus dimanfaatkan dengan baik, diantaranya yakni Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat, memiliki peluang bonus demografi yang harus dioptimalkan. Wilayah Indonesia yang strategis dimana terletak diantara Benua Asia dan Australia serta di antara Samudera Hindia dan Pasifik, menguntungkan dalam perdagangan internasional dan menjadikan Indonesia negara agraris, serta potensi sumber daya alam yang melimpah. Bonus demografi akan menjadi asset dan akan menjadi nilai yang produktif apabila SDM-nya unggul dan kuat. Kita perlu mengubah pendekatan dalam membangun masa depan dari reformatif menjadi transformatif melalui tiga area yakni transformasi ekonomi, transformasi sosial, dan transformasi tata kelola. Untuk itu Pemerintah dituntut untuk terus menggerakan serta memaksimalkan tiga mesin ekonomi agar bisa terus berfungsi secara berkesinambungan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Pertama, merevitalisasi dan memperbesar kapasitas mesin ekonomi konvensional sehingga terjadi peningkatan produktivitas yang tinggi. Revitalisasi mesin ini termasuk memperbesar investasi baru dan meningkatkan ekspor. Kedua adalah dengan menumbuhkan mesin ekonomi baru yang nantinya berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan dimasa depan yang mencakup penerapan aplikasi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), pengembangan industri semikonduktor, serta pengembangan ekonomi hijau dan energi terbarukan dalam rangka menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mencapai target Net Zero Emission di 2060. Ketiga adalah, menyempurnakan mesin ekonomi Pancasila yaitu mesin ekonomi yang berkeadilan, dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dan menjaga kesinambungan sosial ekonomi, dengan menjaga aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan yang layak, penyempurnaan program penghapusan kemiskinan ekstrem, pemberian bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat kelas menengah bawah dan Usaha Kecil Menengah (UKM), sehingga tepat sasaran dan mampu mengikis kemiskinan dan ketimpangan. Untuk Kawasan ASEAN sendiri pemerintah sedang menyiapkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA), ekosistem digital ASEAN ada interoperability.
Peluang dari adanya bonus demografi bisa maksimal apabila syarat-syaratnya terpenuhi. Diantaranya, SM berkualitas, diterima oleh pasar tenaga kerja, adanya tabungan milik rumah tangga serta peningkatan jumlah perempuan pada pasar tenaga kerja. Jika keempat syarat terpenuhi bukan lagi menjadi tantangan bonus demografi. Berdasarkan data proyeksi BPS dan UNDP (2023), pertumbuhan penduduk Indonesia yang meningkat merupakan sebuah peluang yang bisa berubah menjadi manfaat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Dalam masa yang berkelanjutan juga akan memicu pada peningkatan angka pengangguran. Keseimbangan antara pekerjaan serta kehidupan yang tidak menguntungkan juga mengancam terjadi hilangnya kesempatan dalam memperoleh keuntungan ekonomi pada masa mendatang. Karena itu bonus demografi harus dikembangkan dengan serius memiliki pengaruh yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat termasuk pendidikan digunakan sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia.
Rujukan:
1. Achmad Nur Sutikno. (2020). Bonus Demografi Di Indonesia. VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia,12(2), 421-439 https://doi.org/10.54783 /jv.v12i2.285
2. Badan Pusat Statistik dan Kementerian Dalam Negeri. (2021). Hasil Sensus Penduduk 2020. Jakarta.
3. Badan Pusat Statistik. (2021). Indeks Pembangunan Manusia 2020. Jakarta.
4. Direktorat Kependudukan dan Jaminan Sosial Kementerian PPN/Bappenas. (2022). Background Study: Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Jakarta.
5. Nuryani, A., & Julia, A. (2022). Proyeksi Ketercapaian Bonus Demografi di Indonesia Tahun 2035. Bandung Conference Series: Economics Studies, 2(2), 264–272. https://doi.org/10.29313/bcses.v2i2.3211
6. Yuniarti, P., Wianti, W., & Nurgaheni, N. E. (2020). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis Islam, 2(3), 169–176. https://doi.org/10.36407/serambi.v2i3.207















Komentar