Bungonews.net, Bungo – Sejumlah proyek fisik di Kabupaten Bungo mulai menuai sorotan. Pasalnya, waktu pelaksanaan yang semakin mepet di penghujung tahun ini dikhawatirkan membuat pekerjaan dikebut dan berujung asal jadi.
Pantauan di lapangan, beberapa proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD tampak belum menunjukkan progres signifikan, padahal batas waktu penyelesaian kian dekat.
“Kita khawatir kalau dikejar-kejar waktu, mutu pekerjaan jadi dikorbankan. Ini uang rakyat, bukan proyek coba-coba,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Kamis (6/11/2025).
Menanggapi hal ini, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bungo melalui Kabid Dikdas sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Zeka Apriadi, menegaskan agar pihak rekanan bekerja profesional dan menjaga kualitas pekerjaan.
“Kami minta rekanan tidak asal kerja. Jaga mutu dan selesaikan sesuai waktu yang ditetapkan. Konsultan pengawas juga kami minta lebih intens mengawasi di lapangan,” tegas Zeka.
Ia juga mengingatkan bahwa jika progres pekerjaan tidak sesuai dan ditemukan kelalaian, maka langkah tegas seperti pemutusan kontrak akan diambil.
“Lebih baik tegas daripada masyarakat dirugikan dengan hasil pekerjaan yang buruk,” tambahnya.
Sementara itu, masyarakat diminta ikut berperan dalam pengawasan sebagai bentuk kontrol sosial agar proyek yang dibiayai dari uang negara benar-benar memberikan manfaat dan bukan sekadar formalitas serah terima di akhir tahun.
Pantauan Dilapangan Sejumlah proyek yang bersumber dari dana APBD dan DAU SG terlihat baru mulai dikerjakan. Sejak sepekan yang lalu bahkan terkesan dikerjakan asal jadi baik pengerjaan pondasi kebanyakan tidak menggunakan lantai kerja serta pembesian yang tidak sesuai standar RAB dan kusen menggunakan kayu murahan bukan kayu kelas 2 melainkan kelas 4
Di SD 23/ II Pulau Batu terdapat 3 paket proyek yang di PLkan dan ditenderkan, diantaranya Rehabilitasi ruang kelas yang dikerjakan oleh CV.KPK dengan dana sebesar Rp.788 juta baru dalam tahapan pengerjaan pembongkaran bangunan lama dan pekerjaan dasar
Menurut pekerja dilapangan ( 3/11/2025 ) proyek rehab SD 23 Pulau Batu atas nama CV.KPK adalah perusahaan milik DR yang dikerjakan oleh. AZR
AZR dan DR dihubungi membenarkan ” Yo bang yang ngerjakannya adalah bang AZR pinjam perusahaan saya ” Tutur DR via telpon yang dibenarkan oleh AZR
” Yo Sayo yang ngerjakannya, insya Allah rampung tepat waktu hingga 24 Desember 2025 ini ” Tutur AZR
Selain rehab ruang kelas juga terdapat pekerjaan rehab rumah dinas dan pekerjaan jamban yang dikerjakan oleh CV.BTM dengan nilai Rp.111 juta untuk pembangunan jamban dan Rp.296 juta untuk pembangunan rumah dinas ” Yo bang yang rumah dinas dan jamban SD 23 Pulau Batu sayo yang ngerjakannya bang ” Ucapnya
Fachrul anggota konsultan dikonfirmasi membenarkan bahwa ia pengawas dari konsultan untuk pekerjaan rehab dan bangunan baru di wilayah kecamatan Jujuhan dan kecamatan Jujuhan Ilir
” Benar saya yang mengawasi beberapa sekolah di kecamatan Jujuhan dan Jujuhan Ilir , ” Ucapnya sembari menghubungi atasannya Hanif
Ketika diminta untuk memperlihatkan gambar dan RAB sebagai dasar dan pedoman pengawasannya Fahrul tidak bisa memperlihatkan dengan alasan belum diserahkan oleh atasannya.
Diajak mengecek kayu kusen yang digunakan ,dikatakannya ” Ini kayu kelas 4 dalam ketentuannya harus kayu kelas 2 ” ucapnya dengan nada gugup
Pantauan dibeberapa sekolah yang direhab dan bangunan baru jamban dan rumah dinas terlihat menggunakan besi 8 mm dan kayu kusen murahan yang dicat sebelum digunakan untuk mengelabui agar tidak diketahui jenis dan kelas kayu yang dimaksud
Hal ini juga terjadi pada proyek yang sama dikecamatan Tanah Sepenggal dan kecamatan Pelepat.Menariknya lagi ternyata masih ada juga rekanan yang baru mendroving tukang dan material bangunan ke lokasi proyek sebagaiman terjadi diwilayah kecamatan Bathin III Ulu
Dilokasi berbeda juga diketahui bahwa CV.MB sebagai pelaksana proyek rehab kelas SDN 80 Tukum 2 dengan nilai Rp.394 juta namun lokasi proyek ditulis SD 29 Sungai Mancur.sedangkan proyek jamban SD 80 Tukum 2 dengan nilai Rp.111 juta dikerjakan oleh CV.DP ( BN )


























Komentar