Oleh: Nelson Sihaloho
Penulis:Guru SMP Negeri 011 Kota Jambi
ABSTRAK:
Pada tahun 2024 atau tahun pelajaran 2024/2025 Indonesia secara resmi memiliki kurikulum baru. Sebagaimana target Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kurikulum Merdeka resmi menjadi kurikulum nasional . Merujuk pada materi pada Kurikulum 2013 (K-13) selain sangat pada juga dinilai oleh berbagai kalangan dan pakar pendidikan menghambat pembelajaran. Bahkan tidak semua hal yang terdapat dalam K-13 dirtinggalkan atau tidak digunakan. Beberapa diantaranya program penguatan pendidikan karakter pada K-13 masih dilanjutkan pada Kurikulum Merdeka.
Hingga kini dimasa kepemimpinan Mendikbud Ristek, Nadiem Anwar Makarim telah diluncurkan Merdeka Belajar Episode ke 26. Selain itu telah meluncurkan berbagai kebijakan yang dikemas dalam Program Merdeka Belajar (PMM) yang identik dengan episode ke episode. Begitu juga dengan alokasi APBN untuk pendidikan terus mengalami kenaikan setiap tahun. Tahun 2019, alokasi anggaran pendidikan senilai Rp 460,3 triliun. Tahun 2020 senilai Rp 547,8 triliun, tahun 2021 senilai Rp 550 triliun serta tahun 2022 mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 542,8 triliun.
Akankah Kurikulum Merdeka kelak mampu menjadi solusi dan jawaban terhadap kebutuhan akan kurikulum yang sederhana yakni Decentralized dan Fleksibel?. Apakah Kurikulum Merdeka telah memenuhi prinsip sederhana, mudah dipahami dan diimplementasikan, fokus pada kompetensi dan karakter semua peserta didik, fleksibel, selaras, bergotong royong, serta memperhatikan hasil kajian dan umpan balik. Diharapkan Kurikulum Nasional yang diberlakukan tahun 2024 menjadi spirit baru dalam mengasah talenta-talenta anak bangsa kea rah yang lebih baik.
Kata kunci : kurikulum nasional, spirit, talenta.
Kurikulum Nasional 2024
Tahun 2024 merupakan tahun perhelatan pemilihan umum (Pemilu) selain memilih Presiden dan Wakil Presiden juga anggota legislative baik pusat, provinsi kota/kabupaten. Bisa jadi seiring dengan pergantian kepemimpinan negara jabatan menteri khususnya Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi juga berganti, Biasanya setiap pergantian menteri selalu saja ada perubahan kurikulum. Informasi terkait dengan pemberlakukan Kurikulum Nasional diungkapkan oleh Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Nasional (BSKAP) Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo memastikan Kurikulum Merdeka akan menjadi kurikulum nasional pada 2024. Intinya sekolah wajib mengubah secara bertahap kurikulumnya. Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum nasional ditegaskan Anindito di Jakarta, Minggu (17/9/2023) (sumber: KOMPAS,com). Diharapkan dengan Mredeka Belajar mampu menghasilkan generasi dan talenta-talenta yang berkompeten di bidangnya.
Meski Kurikulum Merdeka akan menjadi kurikulum nasional, bukan berarti semua sekolah bisa langsung menerapkan Kurikulum Merdeka. Sebab ada beberapa tahapan yang harus dilalui satuan pendidikan sebelum menerapkan Kurikulum Merdeka sepenuhnya. Pada tahun 2023, penerapan Kurikulum Merdeka masih berupa pilihan. Sehingga sekolah dapat memilih untuk mengikuti Kurikulum Merdeka atau kurikulum sebelumnya (kurikulum 2013). Kendati Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang luas agar peserta didik dapat tumbuh dan berkembang serta menanamkan akhlak yang baik di setiap mata pelajaran masih perlu dikaji lebih mendalam. Untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila memerlukan implementasi nyata dilapangan. Seperti sopan santu, murid harus hormat terhadap yang lebih tua. Begitu juga dengan guru, guru yang usianya lebih muda harus hormat kepada guru yang usianya lebih tua. Kepala sekolah meskipun menduduki jabatan Kepala Sekolah wajib dan harus hormat kepada guru yang lebih tua. Hal demikiansangat sulit diimplementasikan dilapangan karena jabatan selalu dianggap memiliki nilai strategis. Artinya harus diimplementasikan dilapangan sehingga Kepala Sekolah berusia muda tidak hanya “Berteori” dalam mengimplentasikan hormat pada yang usianya lebih tua.
Dalam Kurikulum Merdeka selain materi pelajaran dikurangi juga kegiatan administrasi disederhanakan, sehingga tenaga pengajar dapat mengoptimalkan energinya untuk mendidik peserta didik di sekolah. Perlu dan penting untuk disikapi bahwa kurikulum merupakan satu bagian dari sistem pendidikan. Tujuan utama mengganti kurikulum harus benar-benar kuat yakni untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
Kerangka dasar kurikulum pada tingkat nasional harus menjadi acuan terhadap sekolah dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Yang intinya bahwa lebih operasional dipakai guru untuk mengajar. Kurikulum sekolah harus dilakukan perubahan karena ada perubahan maupun karena siswanya berubah termasuk isu-isu kontemporernya berubah.
Spirit Baru KN 2024
Semasa Covid-19 proses belajar mengajar membutuhkan perangkat device tertentu atau gadget maupun jaringan internet yag mumpuni. Berbagai aplikasi Learning Management System (LMS) diciptakan sebagai media komunikasi dan tempat pelaksanaan belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan. Perubahan pola ini menuntut kemampuan dan keterampilan guru untuk segera mampu beradaptasi dalam pengoperasian maupun kreatifitas pengajaran dan pemberian materi. Karena di sisi lain, bagi setiap murid perubahan proses pembelajaran menjadi serba online dapat membatasi ruang gerak mereka dalam bersosialisasi dengan teman sebaya maupun guru. Akibatnya bisa menimbulkan kejenuhan dalam belajar bahkan dampak yang lebih buruk lagi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap setiap materi yang diajarkan yang dapat menyebabkan ketertinggalan pembelajaran (learning loss).
Berangkat dari kondisi inilah dilakukan berbagai upaya untuk mengurangi kesenjangan hasil belajar di masa pandemi. Pada tahun 2020 hingga 2022 diberlakukan kebijakan opsional untuk satuan Pendidikan untuk menggunakan salah satu diantara 3 jenis kurikulum yaitu Kurikulum 13, Kurikulum Darurat (kurikulum 13 yang disederhanakan) dan Kurikulum Prototipe khusus bagi Sekolah Penggerak dan SMK Pusat Keunggulan. Tren penyebaran Covid 19 yang semakin menurun di awal tahun 2022 diikuti dengan kebijakan pemulihan pembelajaran sehingga Kurikulum Prototipe dapat digunakan sebagai opsi bagi setiap satuan pendidikan. Selanjutnya pada tanggal 11 Februari 2022 Kurikulum Protipe di launching oleh Menteri Kemdikbudristek menjadi Kurikulum Merdeka. Diharapkan Kurikulum Nasional (KN-2024) mampu menjadi spirit baru dalam meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan. Dalam Kurikulum Merdeka setiap guru harus dapat memetakan dan menggunakan potensi untuk meningkatkan potensi dan capaian pembelajaran peserta didik. Guru melakukan asesmen terlebih dahulu untuk memetakan kompetensi, minat dan bakat peserta didik. Selain asesmen di awal proses pembelajaran, dilakukan juga asesmen formatif dan sumatif. Hasil asesmen tersebut dapat melihat perkembangan capaian pembelajaran setiap peserta didik sehingga treatment berbasis peta siswa tersebut diharapkan dapat dijadikan dasar untuk membimbing setiap siswa agar dapat mencapai kompetensi maksimal pada tujuan pembelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dan menjembatani kesenjangan kompetensi antar siswa.
Dalam Kurikulum 2024 selain pembelajaran intrakurikuler, terdapat alokasi projek untuk pembelajaran sebanyak 20% hingga 30% jam pelajaran. Persentase projek tersebut tidak untuk per mata pelajaran akan tetapi merupakan perpaduan lintas disiplin ilmu. Projek difokuskan untuk mengangkat isu-isu yang ada di lingkungan sekitar untuk lebih meningkatkan kepekaan peserta didik terhadap lingkungan dan kemampuan berpikir kritis, analitis dan problem solving.
Kurikulum Merdeka diharapkan mampu diimplementasikan satuan pendidikan sehingga dapat merancang pembelajaran sesuai dengan tahapan capaian peserta didik. Termasuk memaksimalkan setiap kompetensi sehingga sikap, keterampilan dan pengetahuannya dapat berkembang dengan optimal.
Pada Kurikulum Merdeka tujuan pendidikan yang akan dituju diberi label oleh pemerintah sebagai Profil Pelajar Pancasila dengan enam ciri utama yang dijabarkan dari tujuan pendidikan nasional. Keenam ciri utama tersebut yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; mandiri; bernalar kritis; dan, kreatif.
Karena itu pembelajaran dengan membuka ruang diskusi akan menjadikan materi lebih mendalam dan bermakna. Spirit keteladanan yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara dalam pijakan etis penuh filosofis. Makna filosofis ajaran ing ngarsa sung tulada, ing madya mangunkarsa, tut wuri handayani mengandung pemahaman akan nilai keutamaan guru sebagai agen perubahan masih sangat relevan di tengah dinamika kehidupan dewasa ini. Pendidikan yang baik dan terarah memberikan kontribusi terhadap pelejitan kualitas sumber daya manusia (SDM). Prosesnya tentu tak sebatas pembelajaran di ruang-ruang sekolah, tetapi juga melibatkan secara proaktif segenap pemangku kepentingan, dari keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha sampai dunia industri (Muhadjir Effendi, 2019). Dengan Kurikulum Nasional 2024 guru juga memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Filosofi merdeka belajar merupakan sebuah gagasan yang membebaskan para guru dan peserta didik dalam menentukan sistem pembelajaran. Kurikulum Merdeka yang akan menjadi Kurikulum Nasional tahun 2024 hendaknya menjadi spirit baru bagi para pendidik. Langkah konkrit dan keteladanan akan lebih efektif dari pada hanya sekadar berteori alias berwacana.
Mengasah Talenta
Indonesia merupakan negara yang kaya akan talenta muda di berbagai bidang seperti seni, musik, olahraga, teknologi, sains, dan bisnis. Tak sedikit anak muda dari Indonesia membuktikan prestasinya dengan meraih penghargaan di luar negeri. Untuk itu, kualitas talenta atau SDM di bidang Digital & Information Technology menjadi kunci untuk menghadapi persaingan di era digital yang kian kompetitif. Talenta adalah sesuatu yang bisa kita kerjakan dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih mudahapabila dibandingkan orang lain. Talenta identic dengan bakat yang dilahirkan bersamaan dengan diri kita. Semua manusia terutama peseta didik memiliki talenta, tidak peduli apakah mereka berlatar belakang ekonomi baik atau tidak. Anak murid yang memiliki talenta dan terus mengasahnya maka kesuksesan dan kebahagiaan akan mudah mereka raih. Setiap orang pastinya memiliki potensi untuk memiliki talenta atau kemampuan yang unik. Untuk menemukan talenta, seseorang bisa mencoba berbagai hobi atau kegiatan yang menarik minatnya dan mengikuti apa yang membuat mereka senang. Hal ini dapat memerlukan sedikit eksplorasi dan percobaan, Dengan latihan dan waktu, kemampuan seseorang dapat berkembang dan meningkat, sehingga orang tersebut dapat menemukan talentanya. Talenta sering digambarkan tentang bakat. Talenta adalah kemampuan spesial yang membuat seseorang mampu melakukan sesuatu dengan sangat baik. Faktanya sering kita lihat dilapangan adalah munculnya orang-orang yang mampu memaksimalkan talentanya dalam bekerja seperti akuntan profesional atau guru yang mengajar profesional
Setiap siswa atau murid masing-masing dipercayakan talenta dalam jumlah dan bentuk yang berbeda sesuai dengan kemampuan mereka. Yang paling penting bukanlah talenta awal yang ada pada mereka. Kita tidak perlu iri dengan dengan teman yang mempunyai kemampuan lebih banyak. Talenta menjadi hal yang menarik diperbicangkan karena mampu membuka pintu menuju pencapaian yang luar biasa dan kesuksesan yang mengagumkan. Perdebatan mengenai apakah talenta adalah pembawaan atau bakat terus berlangsung. Banyak kalangan percaya bahwa talenta adalah hasil dari genetik dan faktor bawaan. Mereka dan pakar ahli berpendapat bahwa sejak lahir, individu memiliki kecenderungan alami yang membuat mereka cenderung lebih baik dalam suatu bidang tertentu. Contohnya seseorang dapat memiliki talenta alami dalam musik, seni, olahraga, atau matematika. Talenta adalah suatu istilah untuk menggambarkan kemampuan atau keahlian alami seseorang dalam suatu bidang tertentu. Talenta sering kali dikaitkan dengan keunggulan atau kecemerlangan dalam suatu bidang. Dalam dunia pendidikan talenta anak murid dapat dilihat dari pencapaian prestasinya. Kita tidak perlu hera diusia muda (remaja) mereka sudah banyak menorehkan prestasi gemilang. Murid-murid yang yang memiliki talenta yang kuat cenderung mampu menunjukkan kinerja yang luar biasa dan pencapaian yang mengesankan dalam bidang yang mereka geluti. Dalam lingkup sekolah misalnya, beberapa orang murid mungkin memiliki talenta atau kecenderungan alami (bakat) dalam beberapa hal seperti musik, seni, matematika, olahraga, atau bahasa. Hal itu bisa mencakup kemampuan untuk memahami dengan cepat, keterampilan fisik tertentu, kreativitas yang tinggi, atau kemampuan analitis yang kuat. Talenta dapat muncul sejak lahir atau dapat berkembang seiring waktu melalui pengalaman dan latihan. Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan alami dalam suatu bidang, tetapi masih perlu melatih dan mengasah keterampilan mereka agar mencapai potensi penuh. Diera masa depan talenta-talenta digital sangat dibutuhkan bahkan menjadi faktor penting dalam transformasi digital. Talenta digital merupakan faktor penting selain infrastruktur yang tidak dapat dipisahkan dalam transformasi digital. Bahkan saat ini Pemerintah membuka sejumlah program untuk menyiapkan talenta digital tersebut. Tidak ada definisi baku dari talenta digital, namun bisa diartikan bahwa talenta digital merupakan perkawinan antara hardskills dan softskills. Hardskills dalam konteks digital sendiri merupakan kemampuan teknis yang meliputi big data, artificial intelligence, coding dan lainnya. Sedangkan softskills ialah kemampuan 4C, yaitu Complex problem solving, Critical thinking, Creativity, dan Capability to lead. Pada era digital semakin banyak bidang ilmu yang muncul dan memiliki peluang baru. Sampai tahun 2030 Indonesia akan membutuhkan 9 juta talenta digital, yang berarti dibutuhkan sekitar 600 ribu setiap tahunnya.P enelitian IMF juga menyebutkan akan ada 2 juta posisi pekerjaan yang harus tergantikan dengan posisi bidang digital dan ada 9,5 juta pekerjaan yang terdampak oleh kecerdasan buatan. Dalam lembaga pendidikan perlobaan, turnamen dan kompetisi harus banyak dilakukan agar talenta-talenta muda bermunculan. Hal itu sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para murid untuk menumbuhkan bakatnya. Para murid bisa memilih bidang yang sesuai dengan bakatnya masing-masing untuk bisa terus berkarya serta berprestasi. Kita harus menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa hanya bisa dicapai apabila kita memiliki integritas, inovasi, dan kolaborasi yang menjadi sebuah rangkaian dalam menumbuhkan inspirasi. Semakin banyak inspirasi maka akan semakin banyak inovasi dan akan semakin maju pendidikan kita. Kurikulum Merdeka (Kurikulum Nasional 2024) hendaknya menjadi spirit dalam mengasah talenta-talenta anak bangsa. Spirit harus menjadi kolaborasi penggerak prestasi ke arah yang lebih baik. Semoga bermanfaat. (*****)
Rujukan
- (2017). Pengaruh Talent Management Dan Self Efficacy Terhadap Kinerja Karyawan Distributor Alat Berat. Jurnal Bisnis Darmajaya. Vol. 03. No. 02. 89-105
- Mangkuprawira, Tb. Sjafri. (2009). Horison Bisnis, Manajemen, dan Sumber Daya Manusia. Bogor: ITB Press
- Pella, Darmin, A. Inayati, A. (2011). Talent Management: Mengembangkan SDM. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.
- Savitri, C., & Suherman, E. (2017). Pengaruh Manajemen Talenta Terhadap Kinerja Pegawai UBP Karawang. Jurnal Buana Ilmu. Vol. 01. 130–144. 139
- Smilansky, J. (2008). Developing Executive Talent: Metode Efektif Untuk Mengidentifikasi Dan Mengembangkan Pemimpin Dalam Perusahaan. Cetakan I. Jakarta: Penerbit PPM.
- https://mediaindonesia.com/wawancara/463166/menuju-kurikulum-baru-2024


























Komentar