oleh

Retrebusi Sampah Lahan Basah Yang Rawan Penyelewengan

Azwari GM Bungonews

Retrebusi sampah rumah adalah salah satu pendapatan daerah kabupaten /kota yang dipungut langsung oleh petugas dinas lingkungan hidup kepada rumah tangga,ruko- ruko tempat usaha perdagangan , hotel , rumah makan , caffe , restoran ,puskesmas , penginapan , hotel dan perusahan industri dan perusahaan jasa konstruksi dengan besaran tarif pungutan yang ditetapkan oleh peraturan daerah ( Perda )

Dalam prakteknya pungutan retebusi sampah ini dipungut oleh petugas dengan cara mendatangi objek retrebusi sebagai bukti pembayaran petugas penanda tangani ( paraf ) kartu retrebusi yang telah disiapkan , sedangkan petugas hanya dibekali karcis retrebusi dari dinas Lingkungan hidup

Retrebusi sampah ini memilliki peluang terjadi nya penyelewengan dengan cara tidak memberikan karcis retrebusi kepada pelaku usaha , peluang lainnya dengan cara membuat komitmen pelaku usaha menyetor langsung kepada oknum dengan alasan untuk petugas yang memilahkan antara sampah kering dengan sampah basah , biasanya peluang ini terjadi pada objek retrebusi rumah makan dan restoran dengan nominal setoran lumayan besar padahal rumah makan, restoran dan hotel serta usaha industri sudah membayar retrebusi sampah tahunan disaat pengurusan perizinan usaha sehingga objek retrebusi ini tidak termasuk dalam daftar pungutan retebusi sampah yang dipungut setiap bulannya karena sudah masuk dalam daftar yang sudah setor retrebusi sampah tahunan

Bahkan terhadap pelaku usaha atau objek retrebusi yang belum memiliki izin usaha pun dipungut sedangkan namanya tidak terdaftar dalam daftar tagihan retrebusi sampah bulanan

Dikabupaten Bungo pemerintah kabupaten Bungo melalui dinas lingkungan hidup memberikan Terget PAD pada tahun 2021 sebesar Rp.840 juta dari sektor Retrebusi sampah dan sektor penyedotan tinja

Menurut penuturan kepala bidang kebersihan Dinas LH kabupaten Bungo , Zulkarnain.Targer PAD sebesar Rp. 840 juta tersebut hingga bulan Oktober 2021 hanya mampu terealisasi 50 persen nya saja sedangkan waktu hanya tinggal 2 bulan lagi jelang Desember 2021

Pada tahun 2022 mendatang menurut Zulkarnain target PAD dari sektor Retrebusi sampah dan sedot tinja naik menjadi Rp .1 Miliar ,hal inilah membuat pihak nya kebingungan untuk memenuhi target PAD

Sayang nya Zulkarnain belum bisa memperlihatkan daftar nama – nama objek retrebusi sampah sebagaimana dijanjikannya sebelumnya

Retrebusi sampah ini adalah lahan basah yang rawan dlterjadi nya penyelewengan ( korupsi ) sehingga di beberapa daerah di Indonesia tidak sedikit para oknum dinas Lingkungan hidup yang dipenjara akibat perbuatan nya menguntungkan diri sendiri, kelompok dan merugikan daerah dan negara

Untuk mengetahui ada atau tidaknya penyelewengan ( korupsi ) tersebut sudah sepatut nya anggota DPRD Bungo tidak berpangku tangan saja dan harus membentuk pansus yang melibatkan aparat penegak hukum ( APH )

Tidak hanya retrebusi sampah dan retrebusi sedot tinja namun persoalan aset didinas LH dan jumlah personil kebersihan serta operasionalnya patut di selidiki untuk menghindari terjadinya laporan Piktif

semoga tulisan ini bermanfaat dan ditindak lanjuti oleh pihak yang berkompeten dan terkait

( Redaksi )

 

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed