Bungonews.net – Seiring Perkembangan teknologi digital tidak sedikit yang mengambil jalan pintas menggunakan kecerdasan buatan AI ( Artificial Inteligence )
Tulisan hasil produk AI memberikan kesan seakan -akan penulisnya terlihat pintar dan profesional bila dilihat dari gaya tulisannya padahal tulisan yang dihasilkan seringkali tidak tepar dengan fakta yang sebenarnya disamping itu juga membuat penulis tidak kreatif dan malas mengungkap fakta yang sebenarnya..Produk tulisan copy paste AI ini berpotensi PLAGIAT karena tulisan tidak asli ( orisinil )
Berikut ini ciri – ciri tulisan copy paste AI
1.Bahasa terlalu rapi dan formal
2.Kalimat tersusun sempurna.
Minim kesalahan ketik atau tata bahasa.
3.Terasa seperti buku atau laporan resmi.
4.Banyak pengulangan ide
Satu poin dijelaskan berulang dengan kata berbeda.
5.Paragraf panjang tetapi informasi baru sedikit.
6.Kurang detail spesifik
Tidak mencantumkan nama, waktu, lokasi, atau fakta lapangan yang jelas.
7.Banyak menggunakan kalimat umum seperti:
“Hal ini menjadi perhatian berbagai pihak.” “Diperlukan langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan tersebut.”
8.Terlalu seimbang dan normatif
9.Cenderung menghindari sikap tegas.
10.Sering memakai frasa seperti:”di sisi lain”
,perlu menjadi perhatian, tentunya, diharapkan, sehingga”
11.Struktur paragraf seragam
Hampir semua paragraf memiliki panjang yang sama.
12.Pola pembukaan, isi, dan penutup sangat konsisten.
13.Tidak ada gaya khas penulis
14.Sulit mengenali karakter atau “suara” penulis.
15.Terasa datar dan generik.
16 Sumber informasi tidak jelas Menyebut “berdasarkan berbagai sumber” tanpa merinci sumbernya.
17.Tidak ada kutipan langsung yang kuat.
18.Penutup sering berbunyi:
“Dengan demikian, diharapkan.Oleh karena itu, semua pihak perlu…”
Namun perlu diketahui
Tidak ada cara yang 100% akurat untuk memastikan sebuah tulisan dibuat AI hanya dari membaca hasil akhirnya.
Banyak penulis yang menulis sangat rapi, dan banyak pula tulisan AI yang telah diedit sehingga sulit dibedakan.
Untuk berita jurnalistik, tanda paling kuat biasanya bukan gaya bahasanya, melainkan kurangnya verifikasi lapangan, kutipan narasumber asli, dokumen pendukung, dan detail faktual yang spesifik. Tulisan yang memuat hasil wawancara, data lapangan, dan fakta yang dapat diverifikasi umumnya lebih menunjukkan kerja jurnalistik daripada sekadar hasil copy-paste AI. ( Redaksi )


























Komentar