Disdikbud Bungo Turun Monev Pastikan Pengerjaan Proyek Sesuai Rencana: Kinerja Rekanan Akan Dievaluasi Untuk Penyedia Tahun Berikutnya

PERISTIWA241 Dilihat

Bungonews.net, Bungo- Menjelang batas akhir pelaksanaan pekerjaan pada Desember 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bungo tidak ingin mengambil risiko atas keterlambatan maupun pekerjaan yang dikerjakan asal jadi, Senin (17/11/2025), tim Disdikbud mulai melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) langsung ke lapangan.

Zeka Apriadi Kabid Dikdas Bungo

Kepala Bidang Dikdas Disdikbud yang juga PPK, Zeka Apriadi, menegaskan bahwa Monev ini merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh proyek baik swakelola (revitalisasi), penunjukan langsung, maupun hasil tender berjalan sebagaimana direncanakan.

“Tim sudah turun ke lapangan. Kita pastikan setiap pekerjaan mengikuti rencana dan tidak ada yang bekerja sembarangan,” ujarnya.

Zeka menekankan bahwa progres pekerjaan harus sejalan dengan pencairan dana karena realisasi keuangan hanya akan diberikan sesuai capaian fisik di lapangan.

“Penyedia wajib kejar progres. Tidak ada alasan menunda, karena pencairan akan menyesuaikan realisasi fisik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan keras penyedia yang progresnya masih rendah.“Kontraktor yang progresnya belum tercapai saya minta segera menambah tukang. Jangan lalai dalam pendistribusian material. Ini peringatan tegas,” tutur Zeka.

Menurutnya, hasil evaluasi lapangan tidak akan berhenti pada laporan, tetapi akan menjadi dasar penilaian dan seleksi penyedia tahun berikutnya.

“Kinerja kontraktor bukan sekadar hitungan administrasi. Ini akan menjadi pertimbangan serius untuk penunjukan penyedia tahun depan. Kita butuh kontraktor yang profesional, berkomitmen, dan memahami bahwa kualitas bangunan adalah tanggung jawab moral kepada masyarakat,” ungkapnya.

Zeka menegaskan bahwa proyek pendidikan memiliki dimensi tanggung jawab yang lebih besar dibanding proyek fisik pada umumnya.

“Sekolah adalah tempat membentuk SDM. Jika kualitas bangunan diabaikan, berarti kita abai terhadap masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

(BN – war)

Komentar