Bungo news.net, Bungo – Proyek revitalisasi SLBN Bungo senilai lebih dari Rp1 miliar yang dikelola TP2SP diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai RAB.
Pantauan di lapangan, besi behel 10 mm digunakan untuk tiang rangka, padahal standar mensyaratkan 12 mm. Pondasi cakar ayam juga tidak sesuai konstruksi, hanya ditancapkan tanpa penyatuan struktur.
Lebih parah, proyek ini abaikan K3: tak ada rambu keselamatan, material berserakan di area siswa disabilitas, dan para pekerja tanpa APD.
“Ya, kami dari Padang, Pak,” ujar salah satu pekerja, mengaku berasal dari luar daerah.
Kepala Sekolah SLBN Bungo menghindar dari konfirmasi saat dikunjungi wartawan.
Sejumlah pemerhati pendidikan mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi segera turun tangan dan audit proyek.
“Ini uang negara dan untuk anak berkebutuhan khusus. Kalau ada pelanggaran, harus ditindak tegas,” ujar seorang pemerhati.
Hingga berita ini diturunkan, Disdik Jambi dan TP2SP belum memberikan keterangan resmi.
(BN)

























Komentar