Bungonews.net, Bungo – Proyek Preservasi jalan yang berlokasi di Jalan lintas Sumatera dusun Tukum kecamatan Jujuhan kabupaten Bungo – Jambi yang dikerjakan oleh PT.Azka Pembangunan Merangin dengan nilai kontrak Rp.10,5 Miliar ( 10.566.215.000) duduga sarat masalah, pasalnya proyek yang bersumber dari dana APBN yang dikelola oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional ( BPJN ) PUPR Provinsi Jambi ini sebelumnya ditangani oleh PT.Tembesu Jaya Group tanpa melalui proses pelelangan dan tanpa kontrak dan tanpa diketahui anggarannya

Dalam prakteknya dilokasi yang sama pada tahun 2025 proyek tersebut dikerjakan oleh PT.Azka Pembangunan Merangin terhitung sejak tanggal 20 Maret 2025.Menariknya proyek yang memakai dua perusahaan jasa konsultan yakni PT.Laras Sembada dan PT.Yoka Tiga konsultan diduga sengaja tidak mencantumkan Masa dan jangka waktu pelaksanaan pada papan merek proyek agar tidak diketahui oleh publik
” Kami juga bingung di papan merek proyek tidak mencantumkan jangka waktu pelaksanaan, kami yakin ini sengaja untuk mengelabui masyarakat ” tutur warga setempat
Hasil investigasi hari ini , Rabu ( 25/06/2025 ) dilokasi proyek terlihat pengerjaan proyek turap penahan tebing jalan sedang dalam tahapan pembersihan dan persiapan pemasangan mall coran dan tidak ditemukan direksi keet di lokasi proyek sedangkan pada pada papan merek tidak mencantumkan jumlah hari dan batas waktu pelaksanaan
Kuat dugaan pekerjaan penahan tebing jalinsum ini tumpang tindih dengan pekerjaan yang ditangani oleh PT.Tembesu Jaya ( TJ ) sebelumnya
” Benar, dilokasi ini sebelumnya ada pekerjaan penanganan darurat yang dikerjakan oleh PT.TJ , kami tidak tahu soal itu apakah lokasinya tumpang tindih atau tidak ,kami mengerjakan proyek sesuai dengan kontrak saja ” Tutur pelaksana proyek dengan logat kerinci sembari menyarankan agar koordinasi dengan Alvin tangan kanan H.Andi Group
Hal yang sama juga diakui oleh Memet Pelaksana PT.Tembesu Jaya bahwa sebelumnya penanganan pasca longsor dilakasi proyek tersebut dikerjakan oleh pihaknya ” yo bang , kami yang mengerjakan penanganan darurat pasca longsor kemaren tapi pengerjaan proyeknya bukan kami lagi bang ” Tutur Memet mengakui
Untuk menghindari tumpang tindih anggaran disatu lokasi proyek diminta kepada pihak terkait untuk mengidetifikasi perencanaan dan jadwal yang realistis termasuk persoalan pelelangan proyek agar terhindar dari persekongkolan ( KKN ) kepada APH diminta menelusuri anggaran dana penanganan sebelum kontrak, proses lelang dan perencanaan proyek yang diduga sarat masalah tersebut ( BN – war )


























Komentar