Proyek Di Bungo Dimonopoli Sekelompok Rekanan Diduga Gratifikasi

OPINI DAN ARTIKEL1022 Dilihat

Bungonews.net, BUNGO – Sejumlah proyek yang bersumber dari APBN ,APBD dan DID Dikabupaten Bungo – Jambi dimonopoli oleh sekelompok rekanan kontraktor yang disinyalir memiliki hubungan emosional dengan oknum petinggi dan oknum legislatif serta yang memiliki koneksi politik sebagai tim sukses pemilihan kepala daerah sehingga berpotensi dugaan gratifikasi yang dibalut dengan komitmen fee antar oknum

Monopoli proyek oleh sekelompok rekanan yang diduga dikoordinir oleh satu orang rekanan pemodal ini tentunya sangat merugikan rekanan kontraktor yang lain nya karena kesempatan menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan barang jasa sudah dibatasi ,bahkan parahnya lagi sejumlah proyek mengatas namakan dan dibayangi oleh sejumlah oknum dewan pun membuat sekelompok oknum rekanan ini lebih leluasa.

Dugaan monopoly proyek di kabupaten Bungo ini dapat diketahui pada kegiatan non tender di sejumlah dinas instansi dan dapat dibuktikan dari daftar nama perusahaan

Ketika persoalan ini dipertanyakan sejumlah oknum pejabat pengadaan barang dan jasa baik PPK maupun PPTK mengakui bahwa proyek tersebut adalah proyek kelompok ” B ” ” proyek ini adalah proyek kawan -kawan Kito lah , titipan dari oknum dewan ” tutur salah seorang PPTK yang tidak dituliskan namanya sembari minta persoalan tersebut tidak diperpanjang

Fakta lainya selain daftar nama – nama perusahaan yang diduga memonopoli proyek diperkuat oleh pengakuan rekanan kontraktor ” Perusahaan saya memang banyak dapat proyek di berbagai instansi pak namun itu tidak semua saya yang mengerjakan nya karena perusahaan saya dipakai oleh rekan yang lain ” Tutur kontraktor inisial A kepada Bungo news belum lama ini .

Selain itu diketahui juga dari pengakuan rekanan yang diduga sebagai koordinator ” Itu proyek Kito – Kito lah pak , mohon kerjasamanya ‘tutur sumber memohon

Kuat dugaan kesepakatan fee proyek antar rekanan dengan okmum pejabat terkoordinir dan tersistimatis

” Saya hanya mengelola administrasi proyek dan hanya membantu teknis saja pak soal setoran saya tidak di libatkan ” ujar PPTK Disalah salah satu instansi di Bungo

Pengakuan sumber ini diperkuat oleh pengakuan Marjohan sekdis Disdikbud Bungo , ” Saya memang sekdis tapi semuanya hanya numpang lewat di meja saya saja ,kalaupun ada yang nyetor saya tidak dilibatkan ” Tutur Marjohan sembari menyebut nama pejabat yang dimaksudnya .

“Tidak semua rekanan kontraktor yang mau berterimakasih setelah proyek selesai ,bahkan setelah proyek selesai batang hidungnya pun tidak kelihatan lagi , ” Tutur pejabat PPTK dengan nada kesal.

Kuat dugaan fee proyek tersebut dikoordinir oleh sekelompok rekanan kontraktor .

Tunggu Khabar selanjutnya di edisi berikutnya detail nama perusahaan dan nama oknum yang terlibat ( BN )

Komentar