Cetak Sawah 261 Hektare di Bungo di Ujung Gagal, Negara Jangan Cuci Tangan

Bungonews.net- Proyek cetak sawah seluas 261 hektare di Kabupaten Bungo kini berada di titik rawan kegagalan. Progres di lapangan nyaris tak bergerak, sementara waktu dan anggaran terus terkuras. Fakta ini menampar logika publik: bagaimana mungkin program strategis ketahanan pangan dibiarkan berjalan tanpa hasil yang jelas dan terukur?
Turunnya Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian ke Bungo mestinya menjadi peringatan keras, bukan sekadar agenda seremonial. Jika setelah kunjungan tersebut kondisi di lapangan tetap stagnan, maka patut diduga ada persoalan serius dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek. Negara tidak boleh hadir hanya lewat spanduk dan rapat, lalu absen saat pekerjaan terbengkalai.
Bungonews menilai, bila proyek ini berujung gagal, maka tanggung jawab tidak boleh dialihkan kepada alam, cuaca, atau petani. Evaluasi menyeluruh dan terbuka wajib dilakukan terhadap pihak pelaksana maupun pengawas proyek. Aparat penegak hukum sudah sepantasnya turun tangan jika ditemukan indikasi kelalaian, pembiaran, atau penyimpangan anggaran. Uang negara adalah amanah rakyat, bukan ruang uji coba.
Jika negara terus diam dan kegagalan ini dibiarkan berlalu tanpa pertanggungjawaban, maka publik berhak mencurigai adanya pembiaran sistemik. Bungonews akan terus mengawal kasus ini, karena ketahanan pangan tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian, apalagi kepentingan segelintir pihak. ( Redaksi )

Komentar