Bungonews.net, Bungo – Proyek cetak sawah seluas 261 hektare di Kabupaten Bungo yang dilaksanakan Dinas Pertanian Provinsi Jambi tahun 2025 menuai sorotan. Proyek strategis yang diharapkan mendukung ketahanan pangan ini justru menunjukkan progres minim di lapangan.
Hasil penelusuran menunjukkan sejumlah titik lokasi di Dusun Rantau Pandan, Dusun Lubuk Kayu Aro, dan Dusun Rambah masih berupa semak dan genangan air. Aktivitas alat berat pun nyaris tidak terlihat, bahkan beberapa lokasi belum tersentuh pekerjaan.
Pejabat fungsional TPHP Bungo, Jasri, membenarkan bahwa kegiatan ini merupakan proyek provinsi dengan total 261 hektare, sementara kabupaten hanya menyiapkan lokasi. Kabid Sarpras TPHP Bungo, Reisa, tidak dapat memberikan penjelasan dan menyarankan konfirmasi ke PPK.
Camat Rantau Pandan, Sirojuddin, mencatat progres baru mencapai 18 hektare dari 109 hektare di Dusun Lubuk Kayu Aro dan 2 hektare dari 113 hektare di Dusun Rantau Pandan. Progres di Dusun Rambah belum diperoleh karena camat setempat tidak merespons konfirmasi.
Dengan waktu tersisa menjelang deadline 20 Desember 2025, total capaian lapangan baru sekitar 10 hektare dari target 261 hektare. Kondisi ini mengindikasikan lemahnya perencanaan, minimnya pergerakan awal, dan tidak optimalnya penggunaan alat berat.
Ketiadaan papan nama di beberapa titik juga menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksana proyek.
Keterlambatan signifikan ini memunculkan keraguan publik terhadap komitmen pelaksana dan efektivitas pengawasan. Pemerintah diminta segera melakukan langkah korektif dan memastikan pekerjaan memenuhi standar, agar proyek tidak berakhir hanya sebagai formalitas administratif. ( BN )















Komentar