Bungonews.net, BUNGO-Warning bupati Bungo terhadap pelaku penambang emas ilegal (PETI ) dikabupaten Bungo menghentikan aktivitasnya ,jika masih juga beraktivitas hingga tanggal 21 Januari 2025 akan ditindak tegas , warning / hinbauan yang didasari kesepakatan bersama tersebut sepertinya tidaklah membuat para pelaku PETI menghentikan aktivitas ilegalnya.
Faktanya hingga saat ini aktivitas kian menjadi baik tambang emas ilegal yang menggunakan diesel ( dongpeng ) maupun menggunakan Excavator masih saja beroperasi
Aktivitas tambang emas ilegal ini tidak hanya terjadi dikawasan sungai Batang Bungo, Batang Pelepat , Batang Tebo bahkan dikawasan bandara Muara Bungo pun masih saja beraktivitas
Sungai Batang Tebo yang sebelumnya dinilai masih tergolong bersih bila dibandingkan sungai lainnya, hari ini sudah keruh bak teh susu, diduga penyebabnya karena adanya aktivitas penambangan emas ilegal menggunakan alat berat excavator di hulu Sungai Batang Tebo, dan di sungai Batang Uleh
Keruhnya sungai Batang Tebo ini ramai di posting di media sosial facebook yang memperlihatkan kondisi sungai yang keruh dan tercemar oleh PETI
Diperoleh informasi ada puluhan unit alat berat yang beroperasi mengeruk emas secara ilegal di kawasan Limbur Lubuk mengkuang
“Puluhanlah, Bang. Sebenarnya aktivitas PETI menggunakan alat berat di sana sudah berjalan cukup lama, tapi jarang terekspos media,” ungkap sumber dikutip Jambibeda.id, Sabtu (15/2/2025).
Tak berbeda dengan Limbur Lubuk Mengkuang. Informasinya, PETI menggunakan ekskavator ini sudah mulai merambah ke aliran Sungai Batang Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh. Di sana, diduga ada belasan alat berat yang beroperasi.
Datuk Rio (Kepala Desa) Tanah Tumbuh, Muhammad Saleh kepada wartawan mengatakan jika alat berat untuk PETI sudah mulai menjamur di wilayah Batang Uleh.
“Lah banyak nian. Informasi kemarin memang udah belasan (alat berat) kabarnyo,” akunya, Sabtu (15/2/2025)
Darmuji Camat Tanah Sepenggal dikonfirmasi terkait penyebab keruhnya sungai Batang Tebo belum memberikan jawaban ( BN )

























Komentar