oleh

Dalam waktu 4 Bulan 3 Kasus Kekerasan Pelajar Terjadi Di Bungo , Diduga Akibat Minimnya Pengawasan, ini Yang Harus Dilakukan

Dalam kurun waktu 4 bulan kasus kekerasan atau perkelahian antar pelajar tingkat SMP di kabupaten Bungo – Jambi sudah 3 kasus perkelahian antar pelajar yang di Vidiokan oleh rekannya dan disebarkan di media sosial

kasus pertama perkelahian antar siswa di salah satu SMP di kecamatan Pelepat yang terjadi pada bulan Oktober 2021 , kasus kedua terjadi disalah satu SMP dikecamatan Rantau Pandan , terakhir pada pertengahan bulan Januari 2022 kembali terjadi perkelahian antar siswa SMP di kecamatan Bathin II Pelayang

Kasus kekerasan antar pelajar SMP di Bungo ini berawal dari masalah sepele yakni saling ejek mengejek hingga masalah utang sebesar Rp.20.000,-

Diduga kasus kekerasan / perkelahian antar pelajar SMP di Bungo ini akibat lemahnya pengawasan dari pihak sekolah , pihak orang tua ,lingkungan dan minim nya pembinaan dari instansi terkait sehingga terjadi peningkatan kasus kekerasan antar pelajar .

Kurang kreatifnya guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan disekolah yang berakibat tidak adanya interaksi sosial saling menghargai antar pelajar tidak terwujud .

Peran guru disekolah sangat lah menentukan prilaku siswa baik dilingkungan sekolah maupun dilingkugan diluar sekolah tentunya diawali dengan pemberian tugas dan kegiatan disekolah sebagai langkah awal agar kesempatan pelajar melakukan tindak kekerasan terbatasi karena sudah disibukan , tentunnya yang lebih dominan adalah kegiatan ekstra kurikuler yang dapat meningkatkan karakter pelajar berakhlakul Karimah dan berkepribadian yang baik , begitu juga halnya dengan kegiatan siswa lainnya dengan menerapkan sistim mentorong .

Selain upaya tersebut diatas semestinya pihak sekolah melalui guru BK  dibantu elemen sekolah lainnya bekerjasama dengan orang tua, dapat melakukan langkah antisipasi peluang terjadi nya kekerasan antar pelajar , dengan cara sebagai berikut :

– Lakukan identifikasi siswa dan berikan perhatian khusus
– Berikan dan bekali  pendidikan moral, sekaligus pendidikan tentang dampak kenakalan remaja dan resiko hukum nya
– Setiap guru wajib menjadi seorang figur yang baik, sabar yang dapat dicontoh oleh para pelajar.
– Memberikan perhatian (sebagai wujud dukungan sosial di sekolah) dan motivasi yang lebih untuk para remaja yang sejatinya sedang mencari jati diri.
–  Memfasilitasi para pelajar untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat sesuai bakat dan minatnya. Semua potensi yang dimiliki setiap siswa harus diidentifikasi dan dikembangkan serta diakomodir pertumbuhannya.
–  Membentuk kelompok fasilitator teman sebaya. Salah satu bentuk bantuan yang dapat dipikirkan oleh konselor yang bekerja dengan remaja adalah membentuk program fasilitator teman sebaya.
–  Pihak orang tua, diharapkan dapat memberikan perhatian dan motivasi yang cukup kepada remaja. Orang tua juga harus bersikap terbuka agar remaja tidak segan menyatakan keluh kesahnya, baik ketika menghadapi masalah maupun saat merasakan kegembiraan.

Itulah lah langkah yang semestinya dilakukan untuk menghindari terjadi kekerasan / perkelahian antar pelajar

Selanjutnya dewan pendidikan pun harus memiliki peran  dan Handil untuk mencari solusi agar tindak kekerasan antar pelajar tidak lagi terulang , namun disayangkan sampai saat ini dewan pendidikan Bungo masih belum ada penunjukan ketua baru pasca meninggalnya ketua dewan pendidikan Bungo beberapa bulan yang lalu  ( redaksi )

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed