oleh

Cerita Penyadap Karet Jadi Bos Media Online

-BUNGO-195 views

WAJAH periang dari sosok bang Zeck, sapaan akrab pemilik media online sidakpost.id memang menjadi ciri khas. Meski ditengah pandemi, bang Zeck tetap tenang dan terus bersemangat untuk meniti karirnya di dunia jurnalis.

Ditemui dikantornya, di Sekretariat Bersama JOIN Provinsi Jambi dan DPD JOIN Kabupaten Bungo. Bang Zeck terlihat sibuk memainkan jemarinya menyentuh layar smartphone miliknya. Namun begitu, ia tetap peduli dengan sekitar. Sambil menyapa, ia memberikan kursi untuk penulis. Sembari menyuguhkan secangkir kopi.

Diusianya 42 tahun, asli Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo. Sambil bercerita, ia membangun perusahaan media onlinenya dengan bermacam lika-liku. Hingga hampir pada titik terakhir, media sidakpost.id sudah terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Luar biasa bukan, media lokal bisa tembus di kancah media Nasional.

Sesekali bang Zeck seduhkan kopinya dan mengisap rokok batang demi batang. Bang Zeck menggeluti dunia wartawan sejak tahun 2014 lalu. Awalnya menjadi wartawan Televisi lokal, ia terus melakoninya hingga kecanduan sehingga berpikir untuk bisa mandiri mendirikan perusahaan media sendiri. Lebih kurang setahun menggali ilmu kewartawanan di media televisi, bang Zeck menjadi Kepala Biro (Kabiro) Bungo Tebo di salah satu media cetak mingguan Sidak Post yang berkantor di Lampung.

“Pada tahun 2015, saya ingat betul media online mulai muncul. Waktu itu, media online sidakpost.com. Hingga sekarang berkembang menjadi sidakpost.id. Alhamdulillah sudah terverifikasi,” ungkap Bapak Dua anak ini.

Jauh sebelum jadi wartawan, kata Zakaria, dirinya pernah menjadi surveyor di salah satu leasing di Muara Bungo pada tahun 2008. Sudah banyak dilalui bang Zeck juga pernah mengajar sebagai honor di Pondok Pesantren.

“Dulukan saya tamatan IAIN STS Jambi jurusan dakwah dengan gelar S. Sos. I karena jadi guru ya terpaksa ambil kuliah lagi S1 di STAI YASNi Muara Bungo hingga dapatkan gelar S. Sos. I., S. Pd. I, ” jelas Zakaria.

Tak sudah disitu, bang Zeck tamat kuliah IAIN STS Jambi pada tahun 2005 lalu. Selesai kuliah belum mendapatkan kerja, sehingga ia membantu orangtua menyadap karet dan mendompeng.

“Iya, kasian dulu nyadap karet kena bully tetangga lulusan S1 jadi penyadap karet. Nah.. Saya sempat kerja dompeng, itu parah lagi ndo. Dak tau panas dak tau hujan, kadang ado kadang idak,” timpalnya.

Ia mengatakan setiap hari ia bekerja mendompeng pergi pukul 8 pagi hingga pukul 18.00 WIB. Bahkan kerjanya sampai tengah malam, malahan sampai pagi lagi.

“Alhamdulillah lah ndo, saya bersyukur ternyata jadi wartawan itu profesi mulia. Bisa bantu keluarga dan orang yang tidak mampu,” katanya.

Diakhir cerita bang Zeck berpesan “Jadilah orang yang berguna bagi orang lain” ( BN / Toni )

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed