Diduga Dampak dari PETI, Jembatan Apung Sungai Beringin Hancur Dihantam Banjir.

BUNGO4 Dilihat

Bungonews.net, Bungo- Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin ( PETI ) belakangan ini disorot, mulai dari persoalan adanya keterlibatan oknum perangkat desa yang terang-terangan menerima UPETi hingga ke khawatiran akan terjadinya bencana serta terjadinya pembiaran

Jembatan apung sungai beringin hancur dihantam banjir karena ulah PETI

Ke khawatiran warga sejak tersebut menjadi nyata, jembatan apung satu-satunya akses masyarakat ke kebun,ke sekolah dan nadi perekonomian masyarakat tidak bisa lagi digunakan karena sudah hancur dihantam banjir.Warga mengaitkan kerusakan jembatan apung tersebut tidak bisa lepas dari aktivitas PETI di hulu sungai.

Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat jembatan Apung tersebut dipenuhi tumpukan kayu dan material hanyut dari hulu sungai. Derasnya arus Sungai Beringin membawa batang kayu berukuran besar yang menghantam badan jembatan hingga menyebabkan struktur jembatan bergeser dan akhirnya rusak.

“Sejak ada aktivitas PETI, kondisi sungai berubah. Air jadi keruh, arus lebih deras, dan sering membawa kayu-kayu besar. Sekarang jembatan apung kami hancur,” ujar salah satu warga setempat.

Di hulu sungai ada aktivitas PETI yang airnya di alihkan ke sungai Pelepat ini sehingga debit air tinggi, keruh dan kayu besar pun terbawa arus, kami pantau terus dan akan kami laporkan siapa saja yang terlibat PETI ” Ujar sumber

Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Bungo bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas PETI yang dinilai merusak lingkungan dan membahayakan fasilitas umum.

Selain itu, masyarakat juga mendesak agar segera dibangun jembatan darurat guna memulihkan akses yang terputus, mengingat pentingnya jalur tersebut bagi kehidupan sehari-hari warga.
(tim)

Komentar