oleh

“Meracik” Mutu Pendidikan dengan Program Sekolah Penggerak

Oleh: Nelson Sihaloho

Rasional:

Sebagaimana diketahui bahwa Program Sekolah Penggerak (PSP) merupakan suatu upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila dan Berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter. Diawali dengan sumberdaya manusia (SDM) yang unggul (kepala sekolah dan guru) serta merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya.

Mengacu pada PSP banyak tantangan yang harus dilalui agar sebuah sekolah mampu menjadi percontohan PSP dimana mutunya juga harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Termasuk dalam hal pelayanan terhadap peserta didik harus mampu memberikan pelayanan yang bermutu serta lebih nyaman.  Pendidikan yang berkualitas harus didukung oleh sarana, prasarana dan pendidik maupun guru yang berkualitas. Upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas serta mutu bidang pendidikan melalui pelatihan-pelatihan untuk para guru dan akreditasi lembaga pendidikan harus didukung penuh oleh para stakeholders. Akankah racikan mutu pendidikan dapat dilejitkan dengan Program Sekolah Penggerak?

Kata kunci: meracik mutu, pendidikan, sekolah penggerak

 

Perkuat Relevansi Pendidikan dan Dunia Kerja

 

Akses kemudahan dalam layanan pendidikan sangat dibutuhkan oleh para generasi milenial Indonesia. Seiring dengan beragamnya tantangan bangsa ke depan bahwa pendidikan era Revolusi Industri 4.0 guru beserta  peserta didik dituntut untuk mampu  mengintegritaskan teknologi cyber baik secara fisik maupun non fisik dalam pembelajaran. Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang merespons kebutuhan revolusi industri dengan penyesuaian kurikulum baru sesuai kondisi saat ini. Mengutip Kompasiana (2019) menyatakan ada 4 kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh pengajar. Pertama keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Kedua Keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Ketiga, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Keempat, literasi teknologi dan informasi. Di masa pandemic Covid-19 saat ini pelayanan pendidikan boleh dikatakan kurang maksimal. Kendati pembelajaran bisa dilakukan melalui daring (online) ada hal-hal tekhnis yang harus dikuasai oleh peserta didik dengan praktik. Di masa pandemic Covid-19 pengembangan kreatifitas peserta didik termasuk inovasi yang bisa dilakukan dengan tugas bersama (kolaborasi) hasilnya juga kurang maksimal.

Dengan sekelumit kondisi yang dipaparkan tersebut maka kita dapat menganalisis bahwa salah satu masalah penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) adalah keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Hingga saat ini dunia pendidikan belum mampu menjembatani kebutuhan dunia kerja terkini dengan cara komprehensif. Hal demikian pada akhirnya salah satu penyebab terjadinya pengangguran intelektual. Banyak kalangan menyatakan bahwa mencari pekerjaan zaman sekarang ini tidak lagi mudah. Dibutuhkan kesabaran maupun ketekunan dalam mencari lowongan kerja sesuai dengan ijazah yang dimiliki. Gambaran yang sesungguhnya dihadapi saat ini adalah bahwa dunia kerja tidak hanya masalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Namun dibutuhkan persyaratan tentang keterampilan maupun keahlian tertentu, pengalaman kerja serta persyaratan tekhnis lainnya. Perlu digarisbawahi bahwa dunia kerja lebih cenderung mengutamakan keterampilan, keahlian maupun pengalaman kerja apabila dibandingkan dengan ijazah.  Intinya pendidikan, kemampuan, pengetahuan merupakan salah satu modal yang harus dimiliki peserta didik agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak di era mendatang. Hasil SDM pendidikan saat ini harus mampu mengatasi tantangan-tantangan di masa depan baik itu spritual, intelegensi maupun skill. Perlu diwaspadai bahwa saat ini maupun dimasan depan akan terjadi kesenjangan jumlah pencari kerja dan lapangan kerja. Diperkirakan penyebabnya antara lain pertumbuhan kesempatan kerja yang kecil termasuk kesenjangan antara jumlah lulusan dengan lapangan pekerjaan yang tidak sebanding. Selanjutnya adalah kesenjangan antara jurusan / keahlian yang ada di dunia pendidikan dengan dunia kerja. Termasuk kualitas pendidikan yang rendah dimana sector ini  merupakan faktor yang sulit dilihat. Kadangkala kompetensi diwakili dengan selembar sertifikat dan sayangnya kompetensi tersebut sering tidak terwakili pada sertifikatnya. Bahkan bertolak belakang antara sertifikat yang diperoleh dengan kompetensinya. Akibat kesenjangan pendidikan dengan dunia kerja menyebabkan banyak orang yang bekerja “menyimpang”  dari disiplin ilmunya.

Meracik Mutu

Menurut Fisch&Mc Leod, (2009);Romero, Usart and Ott, (2015) menyatakan bahwa pendidikan harus mengembangkan keterampilan baru untuk menghadapi tantangan di masa depan dan mempersiapkan siswa untuk pekerjaan dan teknologi baru, termasuk peran pekerjaan yang belum ada. Adapun Greenstein (2012) menyatakan siswa abad 21 harus menguasai keilmuan, metakognisi, mampu berpikir kritis dan kreatif, serta bisa berkomunikasi atau berkolaborasi secara efektif. Sejalan dengan itu Pearlman (2010) menjelaskan standar baru di Amerika Serikat, Inggris dan negara lainnya sering menekankan pada kreatifitas, pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan komunikasi. Cramer (2007) mengungkapkan bahwa untuk perubahan besar pada pembelajaran abad 21, mulailah dengan memilih materi apa yang akan disampaikan, tuliskan konsep-konsep besar yang berkaitan dengan teori tersebut, kaitkan dengan masalah lokal, nasional dan internasional yang terjadi saat ini.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan SDM adalah melalui perbaikan kualitas pendidikan. Perbaikan kualitas pendidikan ini dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Bagaimana dengan program sekolah penggerak yang kini sudah berjalan? Sebagaimana diungkapkan Mendikbud, Nadiem Makarim melalui siaran pers, Rabu (7/4/2021), bahwa Program Guru Penggerak bukan program yang sekadar berisi pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) tetapi program untuk mencetak calon-calon pemimpin pendidikan di Indonesia. Seleksi menjadi Guru Penggerak pun tidak mudah. Beberapa proses seperti tes skolastik, wawancara, hingga membuat esai harus dilalui para calon Guru Penggerak. Dalam hal pembinaan SDM kelak yang bertanggungjawab adalah Dirjen GTK. Dalam hal meracik mutu beberapa poin penting PSP, pertama, Program kolaborasi antara kemdikbud dengan Pemerintah Daerah dimana komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) menjadi kunci utama. Kedua, Intervensi dilakukan secara holistik mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM) Sekolah, pembelajaran, perencanaan, digitalisasi, dan pendampingan Pemerintah Daerah (Pemda). Ketiga, Memiliki ruang lingkup yang mencakup seluruh kondisi sekolah, baik sekolah unggulan, Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta. Keempat, Pendampingan dilakukan selama 3 tahun ajaran dan sekolah akan melanjutkan transformasi secara mandiri serta kelima, Program dilakukan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Sekolah penggerak. Sebagaimana Program Kemdikbu, adapun manfaat dari Program Sekolah Penggerak  terhadap Sekolah yakni, meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu 3 tahun ajaran, Percepatan digital sekolah, Percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila, Meningkatnya kompetensi Kepala Sekolah dan Guru, Kesempatan untuk menjadi katalis perubahan bagi sekolah lain, Mendapatkan pendampingan intensif untuk transformasi sekolah serta Memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian bahan ajar bagi pembelajaran dengan paradigma baru. Berkaitan dengan hal ataupun kriteria Kepala Sekolah dalam PSP ada 2 kriteria yakni Kriteria Umum dan Kriteria Khusus. Adapun yang menjadi kriteria Umum untuk mengikuti Seleksi Program ini adalah, Memiliki sisa masa tugas sebagai Kepala Sekolah sekurang-sekurangnya 1 (satu) kali masa tugas, Terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Membuat surat pernyataan yang menerangkan bahwa Kepala Sekolah yang bersangkutan benar bertugas pada sekolah dengan jangka waktu sisa masa tugas  sebagai Kepala Sekolah, atau dari Yayasan/Badan/Lembaga bagi sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat. Melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkotika, Psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) jika dinyatakan lulus pada pengumuman seleksi tahap II. Tidak sedang menjalankan hukum disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Tidak sedang menjalani proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang –undangan. Sedangkan kriteria khusus untuk dapat mengikuti PSP  yakni Memiliki tujuan/misi yang akan dicapai, Memiliki kompetensi kepemimpinan pembelajaran, Kepala Sekolah memiliki kemampuan mendampingi (coaching) atau mentoring, Memiliki kemampuan membangun kerjasama, Berorientasi pada pembelajaran serta Memiliki kematangan etika.

Digital Mutu

Mengutip Kenji Kitao (1998), menyatakan setidaknya ada 3 potensi atau fungsi pembelajaran digital yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Yakni sebagai alat komunikasi, alat mengakses informasi, dan alat pendidikan atau pembelajaran. Dengan menggunakan pembelajaran digital, dapat berkomunikasi kemana saja secara cepat. Melalui pembelajaran digital, dapat diakses berbagai informasi, seperti prakiraan cuaca, perkembangan sosial, ekonomi, budaya, politik, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang disajikan oleh berbagai berbagai sumber tanpa harus berlangganan. Pembelajaran digital merupakan perpustakaan yang terbesar dari perpustakaan yang ada dimana pun, sehingga pembelajar tidak harus langsung pergi ke perpustakaan untuk mencari berbagai referensi (sumber: Kitao,2002).  Perkembangan teknologi pembelajaran digital yang sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk di dalamnya untuk pendidikan dan pembelajaran. Upaya yang dilakukan adalah mengembangkan perangkat lunak (program aplikasi) yang dapat menunjang peningkatan mutu pendidikan atau pembelajaran. Perangkat lunak yang telah dihasilkan akan memungkinkan para pengembang pembelajaran (instructional developers) bekerjasama dengan ahli materi pembelajaran (content specialists) mengemas materi pembelajaran elektronik (pembelajaran digital material).

Melalui pembelajaran digital dapat diberikan dalam beberapa format (Wulf, 1996), diantaranya, “Electronic mail (delivery of course materials, sending in assignments, getting and giving feedback, using a course listserv., i.e., electronic discussion group, (2) Bulletin boards/newsgroups for discussion of special group, (3) Downloading 10 of course materials or tutorials, (4) Interactive tutorials on the Web, dan (5) Real time, interactive conferencing using MOO (Multiuser Object Oriented) systems or digital Relay Chat. Mengacu pada pendapat Dal Pian dan Dal Silveira (Munir, 2009) menyatakan bahwa keberadaan teknologi internet dapat membantu (1) menghasilkan atau menumbuhkembangkan nilai-nilai baru, (2) menjangkau pembelajar dalam jumlah yang besar, dan (3) memberdayakan individu dan kelompok sosial. Sjalan dengan itu Bates mengidentifikasi 4 keuntungan atau manfaat kegiatan pembelajaran digital melalui internet, yaitu: (1) dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara pembelajar dengan pengajar atau pengajar (enhance interactivity), (2) memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility), (3) menjangkau pembelajar dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience), (4) mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities). Dengan demikian fakta dan kenyataan diperlukan pengetahuan teknis yang komprehensif untuk memasukkan suatu informasi/materi pelajaran dalam pembelajaran digital. TIK memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sekarang dan di masa datang, termasuk dalam bidang pendidikan. Perkembangan TIK dalam dunia pendidikan telah memicu kecenderungan pergeseran dari pembelajaran konvensional secara tatap muka ke arah pembelajaran digital yang dapat diakses dengan menggunakan media, seperti komputer, tanpa dibatasi jarak, tempat, dan waktu oleh siapa pun yang memerlukannya. Edwards (2002) dan pakar lainnya (dalam Marshall dan Gregor. 2002; The World Bank Institute, dan lain-lain.) menggunakan istilah globalisasi untuk menggambarkan satu proses pengembangan sumber daya pendidikan yang meliputi tim pengembangan lokal yang berpartner dengan institusi terpusat. Begitu juga dengan permainan digital telah menjadi bagian utuh dari kehidupan. Melalui kemampuan pembelajaran lewat permainan, sebagaimana penelitian empiris telah menunjukkan bahwa permainan memiliki dampak positif dalam pemahaman konseptual, penyelesaian masalah, kemampuan, berfikir kritis, kemandirian, dan kemampuan berpikir cepat lainnya (Denham 2013; Gee 2003; Habgood dan Ainsworth 2011; Ke 2008; Shute 2011; Tobias dan Fletcher 2011; Van Eck 2006). Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan pembelajaran harus berorientasi dan berpusat pada peserta didik. Mereka merupakan individu-individu yang memiliki potensi, kemampuan, minat, motivasi, yang dapat digali dan dikembangkan melalui proses belajar. Selain itu pembelajaran digital juga menuntut kompetensi atau kemampuan menguasai dengan cara digital. Kita bisa melihat fakta-fakta dilapangan bahwa saat ini penggunaan komputer dan internet adalah teknologi yang memungkinkan menjadi kunci untuk melek digital. Hobbs (2011) menawarkan daftar lima fitur penting untuk menggambarkan kompetensi digital, yaitu: (1), Akses – menggunakan alat digital dan teknologi untuk mengakses informasi, (2). Menganalisis & Evaluasi – menerapkan kemampuan berpikir yang lebih tinggi untuk memproses informasi, (3). Buat-berlatih ekspresi kreatif dengan teknologi digital, (4). Mencerminkan – terlibat dalam pemikiran reflektif, (5). Bertindak – berpartisipasi dan berkomunikasi dalam komunitas sosial.  Mengacu pada PSP, Merdeka Belajar semua elemen yang terkait didalamnya harus mampu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Racikan-racikan ampuh para Program Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, Kepala Sekolah Penggerak, Pelatih Ahli Penggerak sangat ditunggu kiprah dan kinerjanya. Semangat untuk melakukan integrasi teknologi dalam pembelajaran digital perlu dilihat dari perspektif yang lebih luas. Yakni penggunaan TIK harus dengan cara terarah, terencana dan bersesuaian dengan tujuan pembelajaran termasuk mutu. Semoga racikan mutu lahir dari Program Guru Penggerak sebagai konsekuensi dimulainya pembelajaran digital menuju era society 5.0. Semoga Bermanfaat. (*****)

 

Rujukan:

 

  1. Association for Educational Communications and Technology. 1977. The Definition of Educational Technology, Washington DC: AECT. (Edisi Bahasa Indonsia dengan judul: Definisi Teknologi Pendidikan, Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No. 7, 1994). Jakarta: PAU-UT & PT Rajawali.
  2. Cramer, S.R. (2007). Update Your Clasroom with Learning Objects and Twentyfirst-Century Skills, The Clearing House. Journal of Educational Strategies. DOI: 10.3200/TCHS.80.3.126-132.
  3. Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Panduan Pembuatan Multimedia Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.
  4. Hadi Sutopo, 2001. Multimedia. Jakarta: Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Persada Indonesia ‘YAI’
  5. Hartanto, A.A dan Ono W. Purbo. 2002. Teknologi E-learning Berbasis PHP dan MySQL. Elex Media Komputindo: Jakarta.

 

  1. Mayer, R. E. & Anderson, R. B. 1992. Animasi pelajaran: Membantu peserta didik membangun hubungan antara kata dan gambar dalam media pembelajaran. Jurnal Psikologi Pendidikan, 84, 444-452.
  2. 2005. Manajemen Kelas Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Mimbar Pendidikan XXIV(2). Universitas Pendidikan Indonesia.
  3. 2006. Etika Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Mimbar Pendidikan(2). Universitas Pendidikan Indonesia.
  4. Natakusumah, E.K., 2002 “Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.”, Pusat Penelitian Informatika – LIPI Bandung.
  5. Prakoso, Kukuh Setyo. 2005. Membangun E-learning dengan Moodle. Penerbit Andi: Yogyakarta.

 

Penulis adalah( Guru SMP Negeri 11 Kota Jambi) e-mail:sihaloho11@yahoo.com, nelsonsihaloho06@gmail.com

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed