TIDAK PROFESIONAL DAN KURANG NYA PEMBINAAN ,BUMDUS DI BUNGO ” GAGAL” INI PENYEBABNYA

276

Badan Usaha Milik desa ( BUMDES) di Bungo di sebut BUMDus ( Badan Usaha Milik Dusun )

Di kabupaten Bungo  dari 141 dusun /desa  hampir seluruh dusun  memiliki BUMDus . Program BUMDus yang bersumber dari keuangan desa (DD/GDM) sejak beberapa tahun belakangan ini di galak kan  dengan tujuan untuk menambah penghasilan PAD dusun , mengurangi angka pengangguran dan memanfaatkan potensi dan  kearifan lokal.

Puluhan  bahkan ratusan juta rupiah keuangan desa di alokasi untuk kegiatan BUMDus tersebut  dan berbagai bidang usaha yang dikelolah , mulai dari kegiatan ke pariwisataan, kuliner, usaha toko kelontong, toko bangunan , percetatakan/ photo copy, simpan pinjam hingga usaha pengadaan bibit pertanian dan lerkebunan.

Dalam prakteknya , BUMDus di kabupaten Bungo tidak sedikit yang sudah gulung tikar , mati suri bahkan mati benaran , hal ini menimbulkan problem baru, sebab PAD dusun yang di harap kan ternyata justeru sebaliknya
Fakta ini dapat di temukan di masing-masing dusun dalam kabupaten Bungo

Diduga penyebab kegagalan BUMDus di kabupaten Bungo adalah :

1. Kurang matang nya perencanaan dan tidak melibatkan ahlinya dalam perencanaan sehingga perencanaan terkesan asal asalan dan hanya untuk menghabiskan anggaran dan pencitraan saja .

2. Kurang profesional dalam pengelolaan, tanpa terlebih dahulu mengetahui potensi alam dan kearifan lokal yang di miliki di dusun sehingga dalam menjalan usaha minat dan daya beli terhadap produk dan jasa kurang mendapat respon oleh masyarakat dan konsunen

3 . Keterbatasan Sumber daya manusia ( SDM ) yang hanya main tunjuk saja tanpa melalui seleksi dan tanpa melihat latar belakang disiplin ilmu dan keahlian yang di miliki oleh pengelola , akibat nya BUMdus tidak bisa berjalan sesuai management yang sebenar nya .

4.Kurang nya pembinaan dan kurang nya pengawasan dari lembaga ,instansi dan pendamping desa  sehingga menyebabkan pengelola tidak memiliki keseriusan dan menjalan usaha BUMdus

5. Tidak adanya ketegasan serta tidak ada nya laporan pertanggung jawaban serta tidak ada nya evaluasi untuk kemajuan usaha

6.Tidak adanya jaminan kesejahteraan pengurus dan pengelola menyebab kan usaha di kelolah seadanya saja .

7. Terobsesi dengan study banding dengan daerah lain  tanpa menyesuaikan dengan potensi alam ,potensi SDM dan kearifan lokal

8.Modal usaha BUMdus di tilep oleh pengurus tanpa ada tindak lanjut dan tidak ada efek jerah serta BUMDus hanya berorientasi pada pencitraan dan mengahbiskan anggaran saja .

Masih banyak penyebab lain yang diduga penyebab kegagalan BUMdus di kabupaten Bungo , tunggu Khabar selanjut di Bungo News . ( Red )

 

Facebook Comments