oleh

Rehabilitasi Pasar Tradisional Modern Bungo Miliaran Rupiah Asal Jadi dan Mubazir

Bungonews.net ,BUNGO – Rehabilitasi Pasar Tradisional Modern ( PTM ) Pasar Atas Muara Bungo – Jambi  senilai Rp. 3 Miliar diduga dikerjakan asal jadi dan terkesan ” Mubazir “

Lapak Pentungan Pedagang.

Terungkap nya Proyek asal jadi ini berdasarkan hasil investigasi di lapangan dan pengakuan dari berbagai sumber dan pihak

Dilokasi Proyek PTM. pasar atas Muara Bungo ( 01/10)  di temukan Rehabilitasi  PTM yang di kerjakan oleh PT.Station Energi Indonesia ” Grouf BS ”  dengan anggaran bersunber dana APBD tahun 2019 senilai Rp. 3 Miliar dengan kontrak Rp. 2,949.156.000,- terlihat pekerjaan lantai 1 dan 2  sudah banyak yang rusak , sanitasi air tidak berfungsi dan lapak  tempat jualan sudah banyak yang rusak. Menariknya tiang beton sudah hancur karena hanya di balut dengan triplek yang di desain seakan akan tiang beton

rehabilitasi PTM

Di lantai 2 tidak hanya lantai namun sanitasi air ,listrik juga tidak berfungsi begitu juga hal nya dengan arus listrik , sedangkan pada pekerjaan jendela terlihat tidak di pasang  dibiarkan tergeletak di lantai

Tangga life tidak berfungsi dan pernah d fungsikan

Menariknya pada pekerjaan tangga life tidak berfungsi dan tidak pernah di fungsikan kan sehingga terkesan Mubazir  dan menghamburkan keuangan negara

Pedagang mengaku beriniaial E di konfirmasi mengakui ”  Yang saya ketahui pekerjaan rehab ini hanya pekerjaan lantai dan pekerjaan perbaikan lapak  dan perbaikan saluran drainase saja pak ” Tuturnya kepada Bungo news ( 1/10)

Lebih lanjut di katakan Sumber   pekerjaan tiang hanya menempel kan triplek GRC seakan akan tiang diperbesar yang mirip dengan tiang beton coran  ” Bapak bisa lihat tiang nya ini terbuat dari triplek dan sudah rusak ” Tutur sumber menunjuk pekerjaan tiang yang dimaksud

Menurut sumber Pedagang tidak ada yang berjualan di lapak dalam gedung PTM karena masyarakat enggan belanja di dalam gedung PTM , ” Kebanyakan pedagang berjualan di luar gedung sebab kalau berjualan di dalam gedung Tidak ada pembeli “

Selain itu  di ketahui juga di tahun 2018 ada proyek Rehabilitasi senilai Rp. 2,5 Miliar  dengan dalih untuk realokasi / penampungan sementara  pedagang  yang juga dikerjakan oleh Grouf perusahaan yang sama

Terlihat bangunan kios penampungan pedagang dikerjakan asalan saja , dengan kontruksi bangunan menggunakan kayu Reng ukuran 4x 6 Cm dan di atap dengan seng tanpa di dinding ,hal ini pun patut di pertanyakan

Anggota LSM  Gerakan Rakyat Anti Korupsi Provinsi Jambi ” JP ” Meminta kepada KPK agar memonitoring dan men suverpisi kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan penggunaan anggaran keuangan negara di kabupaten Bungo khusus nya menyangkut proyek PTM  yang kuat dugaan adanya Gratifikasi .

Diketahui sebelum nya persoalan ini pernah di Sidak oleh sejumlah anggota DPRD Bungo namun di sayangkan tidak ada tindak lanjutnya, diminta kepada aparat penegak hukum ( APH ) untuk mengusut proyek asal jadi dan Mubazir yang di kerjakan oleh Grouf Perusahaan ” BS ” yang kuat dugaan nya terjadi persekongkolan antara oknum rekanan dan oknum pejabat terkait

( BN.R.001)

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed