Bungonews.net, Bungo- Pengerjaan Proyek rehabilitasi ruang kelas, rumah dinas dan pembangunan jamban Sekolah dikerjakan oleh perusahaan kontraktor asal Jambi, perusahaan dari Payah Kumbuh tidak hanya terancam molor namun juga sengaja tidak memasang papan proyek.
Proyek yang diperkirakan menghabiskan dana ratusan juta ini dipantau langsung oleh Bungonews ( 19/11/2025 ) dilokasi proyek ditemukan pengerjaan rehab ruang kelas dalam tahapan pemasangan atap sedangkan pada pekerjaan rehab rumah dinas dalam tahapan pembongkaran ,sedangkan jamban sekolah yang merupakan bangun baru baru tahapan galian pondasi , selain itu juga terlihat kunsen panel pintu WC menggunakan kayu tawar bukan kayu kelas 2 yang disarankan
Menariknya dari tiga kegiatan proyek tersebut tidak satupun memasang papan proyek sehingga membuat publik bingung
Andre yang mengaku sebagai pelaksana proyek sengaja menghampiri tim Bungonews, mengatakan ” Saya pelaksana proyek pak, kontraktor nya dari Jambi pak perusahaan penyedianya dari Payah Kumbuh – Sumbar ” Ucapnya agak gugup sembari menyebut nama kontraktor yang dimaksud
Ketika ditanya mengapa tidak satupun papan proyek dipasang ? Dikatakannya ” Papan proyeknya sebenarnya sudah ada pak tapi tertinggal didalam mobil ” dalihnya
Alasan klasik pelaksana proyek ini pun ditimpali dengan pertanyaan, bukan kah batas waktu pelaksanaan sudah akan berakhir tapi papan proyek belum juga dipasang bukankah ini disengaja agar tidak diketahui oleh publik ? Andre tidak memberikan jawaban
Selanjutnya ditanya apakah mungkin bisa selesai dalam waktu yang hanya hitungan hari jelang Desember 2025 sedangkan pekerjaan WC baru tahapan galian pondasi sedangkan paket pekerjaan rehab kelas dan rumah dinas belum juga rampung, Andre mencoba meyakinkan, ” Insya Allah selesai pak dan tetap kami usahakan ” ucapnya
Sementara PPTK proyek dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bungo, Rajab Sihotang dikonfirmasi mengaku sedang melakukan Monev di wilayah kecamatan Jujuhan ” Saya Monev di Jujuhan bang, saya kurang tahu siapa dan apa nama perusahaan yang mengerjakan proyek di SMPN 1 Limbur, nanti saya lihat datanya dan saya akan kabar ke Abang ” ucapnya via telpon
Zeka Apriadi selaku PPK proyek Disdikbud Bungo dikonfirmasi terkait banyak proyek yang terancam molor dan dikerjakan asal jadi di wilayah kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang mengatakan ” Saya sedang Monev di wilayah Batang Bungo bang, saya minta rekanan bekerja profesional menjaga mutu dan tepat waktu, bagi yang molor dan asal jadi akan kita putus kontraknya ” Tegas Zeka dihubungi Via telpon
Selain di SMPN 1 Limbur Lubuk Mengkuang Bungonews juga melakukan investigasi di lokasi proyek yang juga terancam molor dan dikerjakan asal jadi ,yakni : di SD 154 Lubuk Mengkuang, SDN 138 Muara Tebo Pandak, SDN 68 Tanjung Bungo, SMPN 6 Limbur Lubuk Mengkuang dan SDN 69 Lubuk Tanah Terban
Diminta pihak terkait , konsultan ,PPK ,PPTK dan APH tidak tinggal diam karena proyek lingkup pendidikan ini akan mempengaruhi pemanfaatan oleh masyarakat sekolah ( BN – war )

























Komentar