Bungonews.net, BUNGO – Kebijakan Diskominfo Provinsi Jambi membatasi dan memutuskan kontrak kerjasama media ditanggapi serius oleh tokoh Pers di Jambi, Mursyid Sonsang mantan ketua PWI Jambi periode 2007- 2017 yang juga pendiri SMSI dan JMSI dengan tegas mengatakan
“Ini sangat brutal. Tidak jelas apa kriteria dan ukuran media yang bisa bekerja sama publikasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi. Pilih kasih. Kental sekali muatan politiknya. Ada media yang baru muncul, dapat kontrak. Ada pula beberapa media dapat kontrak, sementara orangnya itu-itu juga,” kata Mursyid
Dikabupaten Bungo ,di Diskominfo kabupaten Bungo diketahui anggaran kerjasama publikasi media tidak jauh beda dengan tahun sebelummya yakni kisaran Rp.300 jutaan
” Anggaran berlangganan media di Diskominfo Bungo tahun 2025 tidak jauh beda dengan tahun 2024 yang lalu , kisaran Rp.300 jutaan ” tuturnya Daruqotni kadis kominfo kabupaten Bungo diruangan kerjanya kepada Bungonews ( 18/03/2025)
Anggaran Rp.300 jutaan per tahun tersebut diakuinya memang terlalu minim bila dibandingkan dengan anggaran media didaerah lain,namun itu semua tergantung kemampuan keuangan daerah ,katanya
” Ada 9 media cetak, 1 TV dan 20 Media online yang kontrak media di Diskominfo Bungo dengan anggaran 300 jutaan tersebut ” Tuturnya yang dibenarkan stafnya Rafki
Dikatakannya kedepan media yang akan kontrak kerjasama langganan dan publikasi harus ada semacam rekomendasi dari dewan Pers ” Saya baru saja usai zoom dengan, kedepan media yang akan kerjasama publikasi dan berlangganan di Diskominfo harus ada rekomendasi dari dewan Pers ‘ Pungkasnya
Sah- sah saja bila rekomendasi dewan pers sebagai syarat kerjasama publikasi dengan pemda asalkan jelas dasar hukumnya dan tidak membatasi kebebasan Pers serta tidak ada kebiri terhadap media,jika tidak akan muncul problem baru yang serius harus disikapi oleh pihak terkait nantinya ( BN )


























Komentar