Pegiat Literasi Minta Pemerintah Provinsi Jambi Masukan Materi Aksara Arab Melayu di Sekolah

Oleh: Ikhlasul Amal

BUNGO13 Dilihat

Bungonews.net, Jambi – Syarif Abdurrahman pegiat literisasi minta pemerintah provinsi Jambi masukan materi Aksara Arab Melayu di Sekolah

Gedung pemerintahan bertuliskan Arab Melayu
Gedung pemerintahan bertuliskan Arab Melayu

Usulan tersebut seiring dengan hari adat Melayu Jambi yang dirayakan setiap tanggal 01 Muharram, pada tahun 2026 kegiatan tersebut dilaksankan tanggal 16 Juni 2026.

Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jambi yang mengeluarkan ederan tentang pemakaian Baju Melayu Jambi dalam rangka Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026

“Kita apresiasi kebijakan Pemerintah Jambi tentang pemakaian baju adat mulai 10-16 Juni 2026. Namun, lebih dari itu, yang paling penting yaitu bagaimana budaya Melayu masuk dalam hati dan pikiran generasi muda,” jelasnya, Selasa (16/06/2026)

Abdurrahman mengusulkan, agar budaya aksara Arab Melayu yang merupakan bagian dari khazanah budaya Melayu Jambi dijadikan muatan lokal wajib di lembaga pendidikan. Setiap sekolah dan madrasah diberikan buku panduan dalam mengajarkan budaya Melayu.

Dikatakannya bahwa selama ini aksara Arab Melayu hanya ada di depan kantor pemerintahan di provinsi Jambi sedangkan penghuni kantor kebanyakan tidak bisa baca tulisan aksara Arab Melayu, hal ini dikarenakan sudah tidak banyak lagi yang mengajar Arab Melayu

“Kalau kita lihat di Provinsi Riau, itu ada buku pegangan atau seperti Lembaga Kerja Siswa (LKS) bagi anak sekolah dasar. Jambi belum terlihat. Jadi, selain menghiasi badan dengan baju, anak-anak juga dihiasi dengan ilmu,” imbuh Abdurrahman.

Abdurrahman menambahkan, dulu aksara Arab Melayu diajarkan di sekolah-sekolah Arab atau madrasah sore. Jika pemerintah kesulitan membuat aturan agar sekolah umum bisa mengajarkan Arab Melayu, langkah tercepat yaitu mendukung sekolah Arab lewat dana dan kebijakan.

“Di era 1990-an, sekolah Arab yang biasa dilalukan di sore hari menjadi garda utama pengajaran aksara Arab Melayu. Namun, sekarang banyak yang kekurangan guru. Akhirnya tutup. Dulu hidup lewat swadaya masyarakat,”katanya.

Abdurrahman mengatakan, ada banyak manfaat ketika pemerintah mau menghidupkan dan mengajarkan Arab Melayu di sekolah. Selain merawat khazanah budaya Melayu, para generasi muda juga bisa belajar budaya, agama, dan sastra lewat kitab atau buku karya ulama dan tokoh budaya Melayu.

“Ketika aksara Arab Melayu diajarkan, maka bisa dapat dua hal yaitu merawat budaya Melayu dan pendidikan karakter. Kita lihat di akun youtube: Pecinta Aksara Arab Melayu, ada banyak pendidikan agama dan karakter lewat karya bertuliskan Arab Melayu,”tutupnya.( BN )

Oleh: Ikhlasul Amal

Komentar