Diduga 105 Hektar Kebun Sawit PT.SKU Dalam Kawasan Hutan ,Siap -Siap Akan Ditertibkan

PERISTIWA1470 Dilihat

Bungonews.net – Diduga perkebunan sawit PT.Satya Kisma Usaha ( SKU ) yang beroperasi dikabupaten terdapat kurang lebih 105 hektar masuk dalam kawasan hutan

Masuknya dalam kawasan hutan perkebunan PT.SKU ini  tertuang dalam  surat keputusan menteri kehutanan nomor 36 tahun 2025 , dari 436 perusahaan perkebunan  sawit  yang dinyatakan beroperasi dalam kawasan hutan 9 diantaranya  berada dalam wilayah provinsi Jambi dan terdapat PT.SKU diantaranya

Tercatat PT.Satya Kisma Usaha ( SKU ) dengan permohonan 105 hektare 7 hektare berproses sedangkan 98 hektare ditolak

Menindak lanjuti 436 perusahaan perkebunan  sawit yang beroperasi dalam kawasan hutan tersebut jaksa koordinator  pada Kejati Jambi masuk dalam satgas PKH , sehingga Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menugaskan jaksa koordinator untuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Jambi

Diketahui Albertua Roni ditunjuk sebagai jaksa koordinator untuk satgas penertiban kawasan hutan di provinsi Jambi ” Jaksa Koordinator Albertus Roni dari Kejati Jambi saat ini merupakan anggota Satgas yang bertugas dalam penertiban kawasan hutan,” kata Noly Wijaya Kasi Penkum Kejati Jambi kepada wartawan Rabu ( 26/02/2025 )

Sementara sekjen LSM Mappan , Hadi Prabowo yang  dikenal paling getol mendesak APH hingga KPK  mengusut perbuatan tindak pidana korupsi di provinsi Jambi diminta tanggapannya tidak berkomentar banyak , ia akan terus membenarkan adanya informasi  dugaan ratusan kawasan hutan yang dirambah oleh PT.SKU ” Untuk sementara kita monitor bang nanti akan gaspool bang ” Ucapnya

Sebelumnya Ridwan Idris Forum Peduli Daerah Bungo ( PERAGO ) mempertanyakan dugaan penguasaan kawasan hutan produksi oleh PT.SKU dan mendesak agar DPRD Bungo Kembali membentuk Timsus

” Kami mempertanyakan ratusan hektar  hutan produksi yang diduga dikuasai dan ditanami sawit oleh PT.SKU, Kami mendesak tim khusus DPRD kabupaten Bungo untuk kembali  mengusut persoalan lahan tersebut ” Tutur Ridwan Idris didampingi oleh Sudirman baru- baru ini  ( BN )

Komentar