Bungonews.net, Bungo – Kabar tewasnya warga dusun Senamat Ulu pekerja Penambangan emas tanpa izin ( PETI ) di kawasan dusun Aur Cino kecamatan Bathin III Ulu dihantam Bucket Excavator disaat panik setelah menerima informasi akan ada razia besar-besaran dari Polda Jambi pada tanggal 26 Agustus 2024 yang lalu terungkap
” Ada warga senamat ulu meninggal dihantam Bucket Excavator di dusun Aur Cino, disaat itu korban berada tidak jauh dari excavator yang akan disembunyikan karena mereka takut ada razia” Ujar sumber kepada Bungonews baru -baru ini.
Menurut sumber peristiwa tersebut heboh wilayah kecamatan Bathin III Ulu namun diredam karena bos PETI sudah menemui keluarga korban
Peristiwa tewasnya pekerja PETI dihantam Bucket Excavator merek Zomlion tersebut dibenarkan oleh datuk Rio ( kades red ) dusun Senamat Ulu ” Memang ada warga Senamat Ulu yang meninggal saat bekerja PETI. Almarhum bekerja sebagai anak box di alat berat Zoomlion di Aur Cino,” tuturnya kepada wartawan Sabtu (5/09/2026).
Menurut Tarmizi, persoalan tersebut kemudian diselesaikan melalui musyawarah adat antara keluarga korban dan perwakilan pemilik alat berat pada Kamis 27 Agustus 2026 dengan kesepakatan perwakilan pemilik alat disebut bersedia membantu biaya pemakaman sebesar Rp10 juta. Selain itu, disepakati bantuan biaya sedekah malam pertama hingga malam ketiga sebesar Rp35 juta serta biaya sedekah 40 dan 100 hari sebesar Rp40 juta.
“Setelah tiga malam perundingan baru putus dan bos PETI atau perwakilannya bersedia bertanggung jawab,” ujar Tarmizi.
Saat ditanya mengenai pihak yang disebut sebagai pemilik alat atau bos PETI, Tarmizi mengaku tidak mengetahui secara pasti,namun ia mengetahui Jurwin adalah perwakilan pemilik alat barat
Hingga berita ini dipublish, belum diperoleh keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait kronologi kejadian ( BN )
