Kemarau dan Kabut Asap Menyelimuti Jambi, SMAN 1 Bungo Pilih Berdoa Lewat Sholat Istisqa

BUNGO, JAMBI6 Dilihat

Bungonews.net, Bungo -Di tengah kemarau yang mulai terasa dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Jambi, keluarga besar SMAN 1 Bungo memilih menengadahkan tangan. Ribuan siswa bersama guru melaksanakan Sholat Istisqa, Jumat (4/9/2026), memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun.

Kemarau tidak hanya membuat udara terasa panas dan sumber air mulai berkurang. Kondisi kering juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kabut asap serta mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak sekolah.

Di tengah situasi tersebut, Sholat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual keluarga besar SMAN 1 Bungo. Para siswa dan guru bersama-sama melaksanakan sholat sunah tersebut sebagai bentuk doa agar Allah SWT menurunkan hujan dan mengakhiri kondisi udara yang kurang bersahabat.

Kepala SMAN 1 Bungo, Lugimin, S.Pd., mengatakan seluruh siswa dan guru mengikuti kegiatan tersebut.
“Hari ini semua siswa dan guru SMAN 1 Bungo melaksanakan Sholat Istisqa, memohon kepada Allah agar diturunkan hujan,” ujar Lugimin kepada Bungonews, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata untuk memohon turunnya hujan. Ada pesan penting yang ingin ditanamkan kepada para siswa, yakni membangun ketakwaan dan mengajarkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam kondisi apa pun.
“Sholat Istisqa ini bukan hanya meminta agar hujan diturunkan, tetapi lebih dari itu mengajarkan dan menanamkan nilai ketakwaan kepada anak-anak. Dalam kondisi apa pun, kita harus mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.

Ia berharap hujan segera turun sehingga kabut asap dapat berangsur menghilang dan aktivitas belajar mengajar kembali berlangsung normal.
“Semoga hujan lekas turun sehingga kabut asap segera hilang, anak-anak tetap terjaga kesehatannya dan bisa kembali belajar normal seperti biasanya,” harap Lugimin.
Bagi para siswa dan guru SMAN 1 Bungo, doa tersebut menjadi bentuk ikhtiar di tengah kondisi alam yang sedang tidak bersahabat. Sebab, ketika hujan belum juga datang, manusia hanya bisa berusaha, menjaga lingkungan, sekaligus memohon pertolongan kepada Sang Pencipta.
(BN)