Bungonews.net, Bungo -Tiga paket pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi gedung rumah sakit di Kabupaten Bungo pada tahun anggaran 2026 mengalokasikan anggaran lebih dari Rp8,18 miliar. Setelah proses tender, tiga perusahaan ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai kontrak sekitar Rp7,65 miliar.
Data pengadaan menunjukkan, paket Pembangunan Gedung Penunjang dan Gedung Instalasi Bedah RS Rantau Ikil memiliki pagu Rp1.937.580.000 dengan HPS Rp1.935.910.000.
Paket tersebut dimenangkan CV. Fatmawati Jaya Mandiri, beralamat di Sungai Kerjan RT 005 RW 002, Kelurahan Sungai Kerjan, Kecamatan Bungo Dani.
Perusahaan tersebut mengajukan penawaran Rp1.771.899.080,66, dan setelah koreksi tetap sebesar Rp1.771.899.080,66.
Sementara itu, paket Pembangunan Lanjutan Poliklinik, Manajemen dan Gedung Penunjang RSUD Kuamang Kuning memiliki pagu Rp5.466.590.000 dengan HPS Rp5.465.177.000.
Pemenangnya adalah CV. DEHA, beralamat di Jalan Ibrahim Syamsir RT 010 RW 004, Kelurahan Batang Bungo, Kecamatan Pasar Muara Bungo.
Nilai penawaran sekaligus harga terkoreksi tercatat Rp5.190.918.142,41.
Sedangkan untuk paket Rehabilitasi Gedung Hemodialisa RSUD H. Hanafie Muara Bungo, pagunya sebesar Rp780.000.000 dengan HPS Rp778.810.000.
Paket ini dimenangkan CV. Putra Linggo, beralamat di Jalan Rangkayo Hitam RT 007 RW 003, Kelurahan Cadika, Kecamatan Rimbo Tengah.
Nilai penawaran sekaligus harga terkoreksi sebesar Rp685.397.183,40.
Jika dijumlahkan, total pagu ketiga paket tersebut mencapai Rp8.184.170.000, sementara total nilai penawaran pemenang sekitar Rp7.648.214.406,47.
Artinya, terdapat selisih sekitar Rp535,95 juta antara total pagu dengan nilai penawaran ketiga pemenang.
Besarnya anggaran tersebut tentu membuat kualitas pekerjaan, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta pelaksanaan kontrak menjadi bagian penting yang patut diperhatikan publik.
Terlebih, proyek-proyek tersebut berkaitan langsung dengan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, yang menjadi perhatian bukan hanya berapa besar anggaran yang berhasil dihemat melalui proses tender, tetapi juga apakah pekerjaan yang dibangun nantinya benar-benar sesuai dengan kontrak, spesifikasi teknis dan kebutuhan pelayanan rumah sakit.
Data tender menunjukkan angka. Lapangan yang akan membuktikan kualitasnya.
Publik tentu berhak mengetahui bagaimana pelaksanaan ketiga proyek tersebut, mulai dari progres pekerjaan, kualitas material, kesesuaian volume hingga serah terima pekerjaan.
Apalagi, setiap rupiah uang negara yang digunakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan semestinya dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan menghasilkan bangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hermanto , PPK Proyek mengatakan untuk pekerjaan konstruksi fisik tahun 2026 di Dinas kesehatan Bungo hanya ada dua paket tender sedangkan paket Penunjukan Langsung belum ada kepastian ” Tahun ini hanya ada proyek tender Rumah Sakit Kuamang Kuning dan rumah Sakit Rantau Ikil , kalau untuk PL sampai saat ini belum ada kepastian ” ucapnya
Sementara proyek tender rehab Hemodialisa RSUD H. Hanafie Muara Bungo bersumber dana BLUD .
Pantauan dilapangan ketiga paket proyek rumah sakit tersebut sudah mulai pengerjaannya
Bungonews akan menelusuri lebih lanjut pelaksanaan pekerjaan tersebut di lapangan ( BN )
