Bungonews.net,Tebo-Penetapan PT Bumi Delta Hatten (BDH) sebagai pemenang proyek Pengembangan Gedung Kebidanan dan Anak, Rawat Inap THT dan Mata RSUD Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Tebo senilai Rp24,95 miliar memantik perhatian publik.
Bukan semata karena nilai proyeknya yang fantastis, tetapi juga karena rekam jejak perusahaan tersebut yang pernah berada dalam pusaran laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Nama PT BDH sebelumnya mencuat dalam laporan terkait proyek pembangunan Islamic Center Provinsi Jambi senilai sekitar Rp150 miliar. Selain itu, perusahaan ini juga pernah dikaitkan dengan proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks Pasar Angso Duo Jambi senilai Rp34,5 miliar yang menuai sorotan akibat berbagai persoalan, mulai dari genangan air, kondisi vegetasi, hingga catatan hasil pemeriksaan.
Meski laporan maupun kritik tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran hukum, rekam jejak sebuah perusahaan merupakan bagian penting yang tidak bisa diabaikan dalam setiap proses pengadaan proyek bernilai besar, terlebih proyek yang menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat.
Kini, PT BDH kembali dipercaya mengerjakan proyek strategis di Kabupaten Tebo. Dengan nilai kontrak yang nyaris menyentuh pagu anggaran, publik tentu berharap kualitas pekerjaan benar-benar sebanding dengan uang rakyat yang dikucurkan.
Kepercayaan yang diberikan pemerintah harus dibayar dengan hasil, bukan sekadar janji. Sebab, masyarakat tidak membutuhkan proyek yang megah di atas kertas tetapi menyisakan persoalan ketika bangunan mulai digunakan.
Karena itu, pengawasan ketat dari pemerintah daerah, DPRD, aparat pengawas internal, hingga aparat penegak hukum menjadi mutlak diperlukan. Setiap tahapan pekerjaan harus terbuka, sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan bebas dari praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Pertanyaan yang layak diajukan hari ini bukan lagi siapa yang memenangkan tender, melainkan apakah proyek Rp25 miliar ini akan menjadi contoh pembangunan yang berkualitas atau justru kembali menambah daftar proyek bernilai jumbo yang meninggalkan tanda tanya di kemudian hari.
Masyarakat Tebo berhak mengawal proyek ini. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran puluhan miliar rupiah, tetapi juga mutu pelayanan kesehatan yang akan dinikmati masyarakat selama bertahun-tahun.( BN )

























Komentar