Bungonews.net, Bungo-Polemik pengelolaan pemerintahan Dusun Sumber Harapan, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, kembali mencuat. Sebanyak 19 Ketua RT dari total 25 RT mendatangi Kantor Rio pada Senin (20/7/2026) untuk menuntut pembayaran insentif yang disebut telah tertunggak selama lima bulan.
Kedatangan para Ketua RT tersebut menjadi sinyal kuat adanya persoalan yang dinilai perlu segera diselesaikan. Mereka berharap pemerintah dusun memberikan kepastian terkait hak mereka yang hingga kini belum diterima.
“Sebanyak 19 Ketua RT datang ke kantor Rio. Mereka menuntut gaji yang sudah lima bulan belum juga dibayar oleh Datuk Rio,” ujar salah seorang sumber kepada Bungonews. (20/7/2026 )
Menurut sumber tersebut, dalam pertemuan itu Rio menyampaikan masih mengupayakan pembayaran insentif seluruh Ketua RT.
Namun persoalan tidak berhenti pada tunggakan insentif. Sejumlah warga juga mempertanyakan transparansi pengelolaan sejumlah program yang bersumber dari Dana Desa, khususnya program ketahanan pangan dan operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sumber menyebutkan, program ketahanan pangan berupa usaha ternak ayam petelur yang bernilai ratusan juta rupiah hingga kini belum menunjukkan hasil yang jelas.
“Tidak diketahui berapa pendapatannya, bagaimana pengelolaannya, dan digunakan untuk apa. Begitu juga usaha penjualan pupuk dan pakan ternak yang diduga hanya formalitas, termasuk usaha BUMDes lainnya,” ungkap sumber.
Di sisi lain, sumber juga mempertanyakan mengapa Pendapatan Asli Desa (PAD) disebut telah dipungut dan sebagian insentif sudah dibayarkan, sementara insentif Ketua RT justru masih tertunggak.
Rio: Sebagian Persoalan Warisan Pemerintahan Sebelumnya
Dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rio Dusun Sumber Harapan, Sutejo, menyatakan bahwa sebagian persoalan yang dipertanyakan masyarakat bukan berasal dari masa kepemimpinannya.
“Banyak hal yang bukan di masa saya, Bang,” tulis Sutejo.
Ia juga menjelaskan belum dapat memberikan keterangan lengkap karena Sekretaris Dusun dan bagian keuangan sedang berada di luar daerah.
“Sekdus dan bagian keuangan sedang tidak ada di tempat, mereka ke Padang dan ke Jawa, jadi belum bisa konfirmasi saat ini,” katanya.
Camat Minta Komunikasi Dibuka
Sementara itu, Camat Pelepat Ilir Sobirin mengatakan telah meminta Rio agar segera berkomunikasi dan memberikan klarifikasi kepada para Ketua RT.
“Saya sudah hubungi Datuk Rio supaya komunikasi dan menyampaikan klarifikasi. Saya kira sudah bertemu dengan Datuk Rio,” ujarnya.
Dana Desa Miliaran Rupiah Akan Ikut Diperiksa
Data yang dihimpun Bungonews menunjukkan, Dusun Sumber Harapan menerima Dana Desa lebih dari Rp3,5 miliar dalam kurun 2023–2025.
Pada 2023, Dana Desa sebesar Rp1,228 miliar, termasuk program ketahanan pangan Rp220,1 juta dan penyertaan modal BUMDes Rp5 juta.
Tahun 2024, Dana Desa mencapai Rp1,122 miliar, dengan alokasi ketahanan pangan Rp224,5 juta.
Sedangkan pada 2025, Dana Desa sebesar Rp1,179 miliar, termasuk penyertaan modal BUMDes Rp235,8 juta.
Besarnya anggaran tersebut membuat publik berharap seluruh program berjalan sesuai tujuan dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Seorang pejabat internal Inspektorat Kabupaten Bungo yang dikonfirmasi Bungonews menyebutkan pihaknya akan memprioritaskan pemeriksaan terhadap 28 dusun/desa yang melaksanakan Pilrio, termasuk Dusun Sumber Harapan.
Pemeriksaan itu diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai pengelolaan Dana Desa, pelaksanaan program ketahanan pangan, operasional BUMDes, serta persoalan tunggakan insentif Ketua RT yang kini menjadi perhatian masyarakat.
(BN)
























Komentar