Ratusan Siswa di Muaro Jambi Diduga Keracunan MBG

Redaksi

MUARA JAMBI166 Dilihat

Ratusan Siswa di Muaro Jambi Diduga Keracunan MBG

Bungonews.net, Sengeti- Program Makan Bergizi (MBG) kembali memakan korban. Pasalnya, Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan dilaporkan mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan MBG yang diproduksi SPPG Sengeti, Muaro Jambi di bawah operasional Yayasan Aziz Rukiyah Amanah.

Jumlah korban yang semula diinformasikan hanya puluhan, ternyata terus bertambah. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budi Hartono, menyampaikan bahwa hingga Jumat malam, (30/1/2026), tercatat sebanyak 102 korban telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Ahmad Ripin.

“Saat ini sudah terdata 102 anak, terdiri dari TK, SD, SMP, dan satu orang SMA. Ada juga anak-anak yang tidak sekolah, karena kakaknya membawa makanan ke rumah lalu dimakan adiknya, ikut terdampak. Beberapa guru juga mengalami gejala yang sama,” ujar Budi kepada wartawan

Tak hanya anak usia sekolah, insiden ini juga berdampak pada balita. Budi mengungkapkan, terdapat dua balita yang harus dirujuk ke RSUD Raden Mattaher, masing-masing berusia 1 tahun 4 bulan dan 2 tahun 9 bulan.

Meski demikian, pihak rumah sakit menyatakan seluruh korban saat ini dalam penanganan medis intensif. RSUD Ahmad Ripin mengerahkan seluruh tenaga medisnya untuk menangani lonjakan pasien akibat keracunan tersebut.

“Sampel makanan yang ada di dapur maupun di sekolah-sekolah akan kami teliti di laboratorium. Setelah itu akan dilakukan investigasi untuk mengetahui di mana letak kelalaiannya,” kata Budi.

Terkait sanksi, ia menyebut hal tersebut menjadi kewenangan BGN RI.

Sementara itu, Kepala SPPG Sengeti, Akbar Amrullah, menyatakan bahwa seluruh proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Ia membantah adanya praktik daur ulang makanan dan menegaskan bahwa bahan baku diolah serta disajikan pada hari yang sama.

Untuk menu hari ini adalah soto,” ujar Akbar singkat, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dugaan sumber keracunan.

Pernyataan tersebut menuai sorotan publik, mengingat SPPG Sengeti telah beroperasi sejak November 2025, namun insiden dugaan keracunan massal bisa terjadi. Hal ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan, standar keamanan pangan, serta kesiapan SPPG dalam menjalankan program yang menyasar siswa tersebut.

Sementara itu, Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), usai menjenguk korban, memastikan seluruh pasien akan mendapatkan perawatan maksimal.

“Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menjamin seluruh biaya perobatan ditanggung pemerintah. Fokus kita saat ini adalah penanganan. Semuanya gratis,” tegas Bambang.

Dari sisi korban, trauma mendalam dirasakan para orang tua. Riska, salah satu orang tua siswa, mengungkapkan anaknya mulai mengalami sakit dada, muntah-muntah, hingga diare setelah pulang sekolah. Awalnya ia mengira anaknya hanya sakit biasa, namun kondisi tak kunjung membaik hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Ia baru menyadari anaknya mengalami keracunan setelah mengetahui anak tetangganya mengalami gejala serupa. Peristiwa ini membuatnya trauma dan khawatir terhadap keberlanjutan program MBG.

“Kalau bisa, tidak usah lagi ada MBG,” ucap Riska, dengan nada cemas.

Untuk diketahui, SPPG Sengeti dibawah Yayasan Aziz Rukiyah Amanah ini melayani 28 sekolah dengan 3400 porsi perharinya ***

Komentar