Suasana Haru dan Takbir Iringi Ikrar Mualaf di Kantor PCNU Kabupaten Bungo.

BUNGO133 Dilihat

Bungonews.net,BUNGO-Suasana hening dan penuh haru menyelimuti kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bungo, Jambi, usai kegiatan diskusi bulanan rutin yang digelar setiap minggu pertama setiap bulannya.

 

“Alhamdulillah, diskusi malam ini sungguh sangat sepesial sekali, sebab dipenguhujung acara ada seorang pria (anggota/jamaah) forum Ngupi Basamo, Ngobrol Tipis-tipis (NGUBRIS) yang sebelumnya beragama Kristen Protestan secara resmi malam itu ia menyatakan diri masuk Islam” Terang Agus Salim,S.Ag Sekretaris PCNU Bungo kepada media ini, kemarin (12/26).

Dikatakan, seperti biasanya diskusi dimulai ba’da sholat isya, proses diskusi berjalan sangat santai, rileks, kritis, penuh keangkraban, sambil ngupi-ngupi dan udutan menjadi khasnya diskusi ala NGUBRIS PCNU Bungo ini.

Sekalipun lanjutnya, malam itu suasana cuacanya cukup mendung, hujan gerimis tidak menyuruti semangat para penikmat diskusi NGUBRIS dan haus akan ilmu itu, cukup ramai yang datang dengan thema utamanya membahas tentang persoalan Apa Itu Iman? Islam Itu Siapa? dibawah kendali pemantik Kang Ajay sosok Intelektual muda Nahdliyyin asal Jogyakarta ini mengupas dengan gaya santainya, kaya referensi dan padat, sehingga membuat suasana diskusi semakin hidup dan penuh dinamika, sekali-kali diselipi dengan guyonan-guyonan ala santri menambah warna yang makin menghidupkan suasana diskusinya.

Menariknya, dipenghujung kegiatan diskusi NGUBRIS tadi malam, ternyata ada prosesi ikrar mualaf berlangsung sangat sederhana, tapi penuh khidmat. Di hadapan peserta diskusi yang sebahagian mereka tidak tau dengan kegiatan itu, termasuk pengurus PCNU yang hadir dan peserta diskusi lainnya. Baik latar belakangnya aktivis, akademisi, pemuda, dengan berbagai ras, suku dan agama ini. Sosok pria bernama Rizky Muliadi Sibagariang, tempat lahir Kota Pinang, 07 Desember 1995, beragama sebelumnya yaitu Kristen Protestan resmi mengucapkan syahadat dipandu lansung oleh Sekretaris PCNU Bungo dan disaksikan oleh Rektor IAI Yasni Muara, Kang Ajay dan Asry Wakil Sekretaris PCNU Bungo juga Sekretaris PPP Kabupaten Bungo.

“Kita bersyukur, prosesi mengucapkan dua kalimat syahadat saudara kita Rizky penuh kesungguhan dan berjalan lancar” Papar Agus nota bene juga Pembina Yayasan Ponpes Aswaja Bungo ini.

Suasana ruangan seketika menjadi sunyi, banyak yang terdiam dan terlihat terharu.

Setelah ikrar selesai diucapkan, suasana berubah menjadi penuh rasa syukur. Suara takbir “Allahu Akbar” menggema dari para peserta diskusi NGUBRIS, menandai kebahagiaan atas keputusan yang diambil dengan penuh kesadaran tersebut. Momen itu terasa sangat menyentuh dan menguatkan rasa kebersamaan, sehingga banyak dari yang hadir berlinang air mata.

Menurut ketua PCNU Kabupaten Bungo H.Syakroni,S.Ag, M.Sy melalui DR Muhammad Solihin Wakil Ketua Tanfidziah juga Rektor IAI Yasni Muara Bungo ini menyampaikan bahwa sepertinya keputusan mualaf tersebut merupakan pilihan pribadi, tanpa paksaan dari siapa pun.

“Pengurus PCNU melalu Forum NGUBRIS juga berkomitmen untuk mendampingi dan membimbing agar yang bersangkutan dapat menjalani kehidupan barunya dengan baik” Ucapnya

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar mualaf tersebut diberikan keteguhan iman, kemudahan dalam belajar ajaran Islam, serta diterima dengan baik di lingkungan masyarakat.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa suasana diskusi yang terbuka, tenang, dan penuh hikmah seperti NGUBRIS ini dapat membawa perubahan yang mendalam dan penuh makna bagi kehidupan seseorang” Tegasnya. (*).

Komentar