Bungonews.net, Bungo-Proyek pembangunan Puskesmas Air Gemuruh senilai Rp8,4 miliar akhirnya terbongkar dan dipaksa dibongkar. Proyek yang dikerjakan CV Rizki, kontraktor asal Kerinci, diduga kuat sarat akal-akalan demi meraup keuntungan besar dengan mengabaikan standar teknis dan mutu bangunan.
Fakta di lapangan menunjukkan pemasangan ACP dilakukan sebelum dinding diplester, sebuah pelanggaran serius dalam konstruksi gedung pelayanan publik. Praktik ini bukan sekadar kesalahan teknis, namun mengindikasikan adanya upaya menekan biaya dengan cara yang tidak wajar.
“Sudah dibongkar, sekarang sedang proses pengerjaan plester,” ujar Hermanto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Dinas Kesehatan Bungo, saat dikonfirmasi Bungonews, Selasa (23/12/2025).
Hermanto juga memastikan seluruh proses pembongkaran dan perbaikan didokumentasikan.
“Nanti saya kirimkan dokumen pembongkaran dan plasterannya,” katanya.
Terungkapnya praktik pengerjaan bermasalah ini berawal dari investigasi mendalam tim Bungonews yang diperkuat pengakuan sumber internal proyek. Temuan tersebut memaksa PPK turun tangan, sekaligus membuka dugaan bahwa proyek bernilai puluhan miliar ini tidak hanya bermasalah pada satu item pekerjaan.
Proyek yang berada di bawah pengawasan konsultan CV Zuro Konsultan ini kuat diduga juga menyimpan persoalan serius pada pekerjaan pondasi dan mutu coran beton. Jika dugaan ini terbukti, maka potensi kegagalan konstruksi dan kerugian negara tidak bisa dihindari.
Ironisnya, proyek fasilitas kesehatan yang seharusnya mengutamakan keselamatan dan kualitas justru dikerjakan dengan pola “asal jadi”. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: di mana fungsi pengawasan konsultan dan bagaimana proyek sebesar ini bisa lolos hingga tahap pemasangan ACP?
Atas temuan tersebut, Kejaksaan selaku Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) didesak untuk tidak sekadar menjadi pendamping formal, tetapi aktif memperketat pengawasan, membuka ulang seluruh item pekerjaan, dan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait guna memastikan tidak ada praktik curang yang berujung pada kerugian keuangan negara.
Kasus Puskesmas Air Gemuruh menjadi alarm keras bahwa proyek pemerintah di Bungo masih rawan dimanipulasi dan menuntut penegakan hukum yang tegas, transparan, dan tanpa kompromi.
(BN-war)





















Komentar