Ditanya Progres dan Kendala Proyek Dam Batang Uleh dan Irigasi Dikabupaten Bungo, Begini Tanggapan PT.WIKA

BUNGO, NASIONAL521 Dilihat

Bungonews.net, Bungo- Progres pengerjaan proyek puluhan miliar yang dikerjakan oleh PT.Wijaya Karya ( WIKA ) di daerah irigasi dam Batang Uleh dan 8 Daerah irigasi yang tersebar dalam wilayah kecamatan Tanah Tumbuh, Tanah Sepenggal dan kecamatan Bungo Dani terpantau belum mencapai 50 persen sedangkan waktu pelaksanaan jelang tanggal 20 Desember 2025 tinggal 10 hari lagi dengan waktu pelaksanaan 119 hari Kalender terhitung kontrak bulan April 2025 hal ini membuat khawatir banyak pihak tanpa terkecuali bupati Bungo

Managemen PT.WIKA yang diketahui diketahui pemegang kontrak proyek di 7 kabupaten 1 Kota termasuk Kabupaten Bungo dikonfirmasi oleh Bungonews melalui via WhatsApp terkait progres, kendala dan upaya untuk menyelesaikan proyek yang disebut- sebut Proyek Inpres ( Intruksi Presiden ) ini mengatakan untuk teknis dan administrasi tidak ada kendala yang menjadi kendalanya adalah Non Teknis ” Kendalanya adalah Non teknis karena vendor lokal yang tidak mampu mendatangkan pekerja yang kompeten, bisa diatur dan bisa bekerja sesuai dengan target,” tulis Anggi melalui pesan WhatsApp meneruskan jawaban dari managemen PT.WIKA ke Bungonews ( 10/12/2025 )

 

Lebih lanjut dijelaskannya ” Beberapa pekerja lokal yang menghilang tidak mendapat pengganti yang lebih baik dan control quality yang sulit ketika tidak diawasi ” Imbuhnya

Untuk solusinya kami akan datangkan pekerja dari luar Jambi yakni : Lampung,pekan Baru dan Pulau Jawa dan Insya Allah pekerja yang kompeten ” Ucap Anggi menambahkan

Ditanya sudah berapa persen Progresnya dikatakannya ” Kalau pastinya saya belum tahu pak, estimasinya untuk wilayah Bungo 40 persen pak ” pungkasnya

Pantauan Bungonews dilapangan dibeberapa daerah Irigasi di Tanah Sepenggal dan Sungai Arang progresnya sangat minim diperkirakan kisaran 30 persen, sayangnya Helby subkon ( vendor ) CV.Riau Bumi Adil ditanya pencapaian progres pekerjaan pada irigasi Dam Pulau Pekan Sungai Arang tidak memberikan jawaban.

Sementara Bupati Bungo, H.Dedy Putra,SH.MH sepertinya tidak menginginkan proyek irigasi dam Batang Uleh dan irigasi lainnya termasuk di Sungai Arang mengalami kendala apalagi gagal “Kita sangat berharap proyek irigasi dam Batang Uleh ,sungai arang dan irigasi lainnya berjalan lancar tanpa kendala karena sangat diharapkan oleh petani yang selama ini mengeluh soal irigasi, saya berharap kontraktor bekerja profesional dan menjaga kualitas pekerjaan ” Tutur Dedy Putra kepada Bungonews baru – baru ini

Bupati berharap masyarakat membantu mengawasi proyek tersebut dan menjaga kondusifitas dilapangan tanpa terkecuali media pers ” Insya Allah tahun depan akan ada proyek lebih besar lagi,.kali ini bukan saluran irigasi tapi DAM nya akan diperbaiki termasuk di Sungai Arang, tolong dibantu ya dan koordinasikan dengan kontraktor kalau ada masalah dan kendala ” Pesan bupati Bungo kepada Bungonews

Senada dengan itu Kabid SDA Dinas PUPR kabupaten Bungo, Rangga mengatakan “Insya Allah tahun depan akan kami usulkan perbaikan DAM Induk Batang Uleh termasuk Dam Pulau Pekan Sungai Arang ” Ucapnya

Ini perusahaan lokal ( vendor ) yang digandeng oleh PT.WIkA untuk menuntaskan proyek Puluhan Miliar tahun 2025 :
1.Daerah Irigasi Semagi CV.Roqib Anugerah
2.Daerah Irigasi Pulau Pekan ( Sungai Arang ) CV.Riau Bumi Adil
3.Daerah Irigasi Talang Cabuk CV.Cemerlang Utama sentosa
4.Daerah Irigasi Terantam Besar Putri Kembar
5.Daerah Irigasi Terantam Besar CV.Tristan
6.Daerah Irigasi Teluk Pandak CV.Bungo Mitra Mandiri
7.Daerah Irigasi Sungai Kembang CV.Graha Riau Mandiri
8.Daerah Irigasi jentayo CV.Roqib Anugerah
9.Daerah Irigasi Jentayo CV.Roqib Anugerah

( Redaksi Bungonews )

Komentar