Bungonews.net, Bungo – Memasuki penghujung tahun anggaran 2025, sejumlah proyek fisik di Kabupaten Bungo diperkirakan berpotensi molor. Hal ini tak lepas dari ketentuan batas akhir pelaksanaan pekerjaan yang jatuh pada 15–20 Desember 2025, sementara sisa waktu hingga 31 Desember hanya diperuntukkan bagi penyelesaian administrasi dan laporan pertanggungjawaban.
Di tengah kondisi tersebut, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bungo justru membuat langkah mengejutkan dengan mengumumkan 15 paket proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) melalui sistem SPSE di portal INAPROC LPSE Bungo pada 24 November 2025. Hingga hari ini, 29 November 2025, tercatat belum satu pun peserta yang mendaftar.
Sejumlah pelaku usaha jasa konstruksi menilai langkah ini tak wajar dan sarat risiko.
“Bisa-bisanya diumumkan di akhir tahun yang tinggal beberapa hari lagi. Ini berisiko dikerjakan asal jadi nantinya,” ujar salah satu rekanan kontraktor di Kabupaten Bungo.
Daftar 15 Paket Proyek APBD-P 2025 yang Diumumkan:
1. Rehab jaringan irigasi Desa Rantau Duku – Rp253 juta
2. Rehabilitasi jaringan irigasi Desa Teluk Pandak Rp150 juta
3. Rehabilitasi jaringan irigasi Desa Karak Apung & Desa Laman Panjang – Rp240 juta
4. Rehabilitasi jaringan irigasi Desa Rantau Pandan Rp84,5 juta
5. Rehab jaringan irigasi Desa Lubuk Landai Rp96,8 juta
6. JUT Sungai Binjai Rp190 juta
7. Rehabilitasi jaringan irigasi Desa Sari Mulya Rp143,1 juta
8. Rehabilitasi jaringan irigasi Desa Tanah Bekali & Sungai Puri Rp115,7 juta
9. Rehabilitasi jaringan irigasi Desa Panjang & Teluk Kecimbung Rp94 juta
10. Rehab jaringan irigasi Desa Buat Rp180 juta
11. Rehabilitasi jaringan irigasi Desa Lubuk Beringin Rp91,3 juta
12. Rehab jaringan irigasi Desa Empelu Rp84,5 juta
13. Rehab jaringan irigasi Desa Teluk Panjang & Lubuk Benteng – Rp154,5 juta
14. Rehab jaringan irigasi Desa Sungai Arang & Pulau Pekan Rp310,6 juta
15. Rehab jaringan irigasi Desa Sungai Lilin Rp129,4 juta
Kabid Perkebunan, Heri Setiawan, saat dimintai tanggapan terkait realisasi pengadaan benih padi, cetak sawah, termasuk 15 paket proyek irigasi dan JUT, memilih irit bicara. Ia menyarankan agar wartawan mengonfirmasi langsung ke bidang Sarpras dan Tanaman Pangan.
“Maaf bang, kegiatan di atas keg bidang sarpras dan bidang tanaman pangan. Saya tidak tahu data-data nya,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Bungo Muhammad Hasbi ketika dikonfirmasi terkait pengumuman proyek di akhir tahun ini tidak memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.
Ketiadaan respons ini semakin memperkuat kekhawatiran publik bahwa sejumlah proyek tersebut terancam tidak selesai tepat waktu, bahkan berisiko dikerjakan asal-asalan demi mengejar deadline.
(BN)















Komentar