Gali Pengetahuan dari Hari Belajar Guru

Oleh: Nelson Sihaloho

ABSTRAK:

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTK) mengeluarkan kebijakan baru bagi guru seluruh jenjang pendidikan, baik PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB. Apa itu?

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 tentang Hari Belajar Guru yang mewajibkan guru untuk belajar selama sehari dalam seminggu. Kebijakan tersebut bertujuan untuk memperkuat budaya belajar di lingkungan guru, sehingga

terbentuk sebuah ekosistem dan semangat belajar sepanjang hayat bagi para pendidik.  Hari Belajar Guru juga mengacu kepada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Guru dan Dosen. UU tersebut mewajibkan setiap guru untuk memenuhi kualifikasi akademik serta melakukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Dalam aturan itu dijelaskan bahwa Guru tidak belajar sendiri, kegiatan akan dilakukan melalui kelompok belajar Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di dalam atau luar (KKG/MGMP tingkat gugus/kabupaten/kota) sekolah. Termasuk forum kepala satuan pendidikan seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Fokus utama dari kegiatan Hari Belajar Guru yakni mendukung Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) guru, yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. PKB dipandang menjadi pilar penting dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Ragam kegiatan PKB yang dapat dilakukan  diantaranya diskusi pedagogik, berbagi praktik baik, kajian kurikulum,  pelatihan teknologi pembelajaran, pengembangan perangkat ajar serta kegiatan kolaboratif lainnya sesuai kebutuhan satuan pendidikan. Dinyatakan pula bahwa untuk mendukung keberlangsungan Hari Belajar Guru, pendanaan kegiatan PKB dapat bersumber dari Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP PAUD), Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOP Kesetaraan (reguler maupun kinerja) serta sumber dana sah lainnya sesuai peraturan yang berlaku. Akankah hari belajar guru berjalan dengan efesien dan efektif disekolah? Kendati dinyatakan tidak membebani guru akankah kegiatannya benar-benar mampu meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan ke arah yang lebh baik?.

Kata kunci: gali, pengetahuan, belajar, guru.

Adaptasi Global

Tugas guru di era sekarang ini dan dimasa depan adalah menyiapkan peserta didik untuk berkembang dalam era global. Di masa depam para peserta didik akan menghadapi tugas penting bahkan semakin kompleks. Era global yang ditandai dengan cepatnya perkembangan teknologi, interkoneksi antar budaya, dan tuntutan kompetensi yang lebih luas menuntut adaptasi guru dalam menjalankan tugas kompetensinya. Apabila guru tidak belajar serta tidak mau menggali ilmu pengetahuan dalam menghadapi akan semakin terisolasi serta tersingir dalam percaturan era global. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan global menjadi keterampilan yang penting dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin terkoneksi dan kompleks. Sekolah juga demikian dituntut terus menggali berbagai ilmu pengetahuan untuk diberikan kepada peserta didik. Banyak guru saat ini menerapkan model belajar dengan “ metode mencari tahu”. Model demikian belumlah cukup karena yang kita hadapi adalah pesaingan global. Pihak sekolah dan guru perlu melakukan Langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi tantangan era global. Diantaranya kurikulum yang relevan, Bahasa asing, teknologi dan literasi digital. Pentingnya pemahaman budaya global, pelatihan ketrampilan soft skills, Pendidikan karakter, program penuh Bahasa, studi internasional dan pertukaran budaya. Pengembangan kreativitas, pelatihan kewirausahaan, pengembangan kemandirian, pengembangan jiwa riset serta pembagian tugas proyek gobal serta mentoring dan bimbingan karir.

Pendidikan internasional misalnya tidak lagi hanya sekadar sebuah program akademis; bahkan kini telah menjadi motor utama terhadap  inovasi maupun keberlanjutan di era globalisasi saat ini. Inovasi teknologi pada akhirnya membuka pintu untuk transformasi dalam metode pengajaran dan pembelajaran. Karena itu di era global, pendidikan kita harus memperhatikan perkembangan yang terjadi dalam dunia internasional. Kompetensi guru sebagai unsur pokok dalam penyelenggaraan pendidikan formal, perlu mempertimbangkan bagaimana kompetensi guru terus dikembangkan.

Untuk mengantisipasi masa depan dan era global serta arus informasi yang demikian cepat, maka tugas pendidik yang utama adalah pembentukan nilai dan sikap sesuai dengan nilai–nilai luhur yang mendasari kepribadian Indonesia. Pembentukan nilai dan sikap dalam diri seseorang dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pembiasaan, keteladanan  termasuk Pendidikan sains. Mengutip pendapat Unal & Kaygin (2020) menyatakan bahwa peran pendidikan sains semakin penting dalam pengembangan pengetahuan dan penunjang sumber daya berkelanjutan, di mana individu yang bergelut di dalam ilmu sains dapat memanfaatkan sumber daya sains untuk pelatihan keterampilan berpikir, karena dalam pendidikan ini sangat ditekankan pada pembentukan keterampilan untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan sikap ilmiah.

Sejalan dengan hal tersebut Darling-Hammond (2020) juga menyatakan bahwa melihat perkembangan sains yang telah berkembang pesat, maka menjadikan peluang untuk membentuk praktik pendidikan yang lebih efektif juga meningkat.  Di era digital, teknologi pembelajaran memberikan peluang untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pembelajaran, sementara lingkungan sekolah yang kondusif menciptakan landasan fisik dan sosial yang mendukung. Selain itu, motivasi belajar siswa menjadi elemen kunci yang menentukan sejauh mana siswa dapat mengoptimalkan potensi dalam mencapai prestasi akademik yang optimal. Pendidikan tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik, melainkan meluas ke dunia maya.

Dalam konteks ini, guru dan siswa perlu beradaptasi dengan teknologi pembelajaran yang terus berkembang, mengubah paradigma pengajaran dan pembelajaran secara fundamental. Lingkungan sekolah bukan hanya tempat fisik belajar, tetapi juga mencakup aspek-aspek seperti budaya sekolah, kepemimpinan, dan keterlibatan siswa (Maritsa: 2021). Penggunaan TIK dalam pendidikan membuka pintu untuk berbagai inovasi dalam metode pengajaran, materi pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Dengan adopsi teknologi, proses pembelajaran dapat menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan dan minat siswa (Miasari: 2022). Perkembangan teknologi informasi yang pesat di era globalisasi saat ini memiliki pengaruh yang tak terhindarkan terhadap dunia pendidikan. Fenomena global ini mendorong dunia pendidikan untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi guna meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu aspek utama dari penyesuaian ini adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran (Jannah: 2023). Tuntutan global yang semakin meningkat mengharuskan dunia pendidikan untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.

Harus Lebih Baik

Sistem Pendidikan kita memang harus dikelola dengan baik bukan hanya system pembelajaran termasuk karir guru juga harus dikelola dengan baik. Pemisahan Kementrian Pendidikan Tinggi, Riset dan Sains dengan Kemnterian Pendidikan Dasar dan Menengah akan berpengaruh dalam pengelolaan manajemen termasuk anggaran. Jika dalam aturan Kemntrian Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa seorang guru bisa diangkat menjadi Kepala Sekolah serendah-rendahnya golongan III/b (guru pertama) masih perlu dikaji ulang dalam penerapnnya. Sebab masa kerjanya baru bisa dihitung dengan masa kerja 5 sampai dnegan 6 tahun. Begitu juga penerapan pembelajaran daring. Banyak kalangan siswa mengungkapkan bahwa pembelajaran daring dianggap kurang efektif karena siswa merasa dituntut untuk belajar secara mandiri dan menghadapi tantangan seperti kesulitan dalam mendapatkan bantuan dari orang tua. Jaringan internet yang tidak memadai, serta sinyal yang tidak stabil. Dalam menghadapi tantangan tersebut para pendidik perlu mampu menginovasi diri dan menciptakan metode pembelajaran yang menarik untuk membangkitkan semangat belajar siswa. Guru tidak hanya perlu memberikan tugas, tetapi juga tetap memberikan penjelasan materi dengan cara yang jelas dan mudah dipahami. Dengan demikian, siswa tidak hanya merasa diberi tugas yang menumpuk, tetapi juga merasa didukung dan dipandu dalam proses pembelajaran (Wedani & Suyanta, 2023). Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi siswa adalah dengan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif.

Karena itu pendidikan yang lebih baik dapat dicapai melalui kolaborasi antara sekolah dan komunitas, pengembangan kurikulum yang relevan, peningkatan kualitas pengajaran melalui pelatihan guru serta dukungan terhadap siswa yang membutuhkan. Selain itu perlu juga fokus pada menciptakan lingkungan belajar yang positif, serta memastikan semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Untuk menjadikan serta mengembangkan sekolah ke arah lebih baik beberapa hal yang bisa dilakukan. Diantaranya Guru yang berkualitas dan professional, adanya program pelatihan untuk guru,  memiliki fasilitas yang lengkap serta memiliki visi dan misi yang terealisasi. Selanjutnya adanya kegiatan ekstrakurikuler untuk  mengembangkan skill siswa, menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh warga sekolah. Menegakan peraturan tanpa pandang bulu, memiliki rencana yang strategis dan bertahap, menciptakan lingkungan belajar yang positif serta memiliki teamwork yang solid.

Kita sudah seringkali mendengar bahwa Pendidikan adalah kata kunci yang perlu kita terapkan untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM)  Indonesia yang seutuhnya, yang mampu menjawab perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat.  Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan (aspek mind), melainkan juga tempat berlatih mengolah: emosi, afeksi, hidup sscial dan kerohanian.

Selain itu banyak hal yang perlu dilakukan serta dikerjakan untuk membuat strategi perbaikan pendidikan yang lebih baik dan efektif. Yakni standar yang Lebih Baik. Sebagaimana diketahui bahwa standar adalah dokumen formal yang menetapkan kriteria, metode, proses, dan praktik pendidikan yang seragam yang dikembangkan melalui proses konsensus yang terakreditasi. Standar harus dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip panduan keterbukaan, keseimbangan, konsensus, dan proses yang semestinya dan harus ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan teknis, keselamatan, peraturan, masyarakat, dan pasar dan juga harus menjadi katalis untuk inovasi teknologi dan persaingan pasar global. Selanjutnya ada;ah Akuntabilitas adalah dengan memperkuat manajemen, memberikan informasi yang lebih baik kepada pelajar dan pengajar, memperjelas peran dan tanggung jawab, dan meningkatkan insentif dan konsekuensi.

Kemudian keterlibatan Orang Tua. Orang tua adalah pendidik utama sampai anak menghadiri pengaturan tahun awal atau mulai sekolah dan mereka tetap menjadi pengaruh besar pada pembelajaran anak-anak mereka di seluruh sekolah dan seterusnya.  Kemudian beradaptasi dengan teknologi baru. Teknologi telah menjadi bagian integral dari sebagian besar pengalaman belajar siswa dan lembaga pendidikan harus menawarkan teknologi terbaru. Beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi dalam pendidikan adalah untuk mendorong literasi ilmiah, ekonomi, teknologi, informasi dan multikultural dan kesadaran global, mempromosikan pemikiran inventif, mengembangkan komunikasi yang efektif, mendorong tanggung jawab pribadi, sosial, dan sipil, dan akhirnya mengarah pada produktivitas yang tinggi. Transformasi Pendidikan juga sangat penting untuk dilakukan hal itu didasarkan pada perubahan global yang terus berkembang. Pendidikan harus menjadi sarana untuk mengubah paradigma dan menciptakan pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif.

PKB Adaptif

Pengembangan kompetensi berkelanjutan, seringkali disebut sebagai Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). PKB adalah upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan produktivitas, khususnya bagi guru dan tenaga kependidikan. PKB bertujuan untuk memastikan bahwa para profesional di bidang pendidikan terus-menerus memutakhirkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang relevan dengan perkembangan zaman dan tuntutan profesi mereka.

Adapun pengembangan kompetensi berkelanjutan untuk guru pada tahun 2025 melibatkan beberapa perubahan signifikan. Termasuk kewajiban sertifikasi PPG untuk semua guru, penghapusan syarat jam tatap muka minimal, dan pembaruan skema tunjangan sertifikasi. Selain itu, ada perubahan dalam format PPG Dalam Jabatan (Daljab), keterbukaan PPG Prajabatan untuk lulusan non-kependidikan, dan perubahan pencairan tunjangan profesi guru langsung ke rekening guru..

Pada tahun 2025, pengelolaan kinerja guru akan menjadi elemen kunci dalam transformasi pendidikan. Sebagai tulang punggung sistem pendidikan, guru memegang peranan vital dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, memahami bagaimana mengelola kinerja guru dengan efektif sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas.

Sekadar mengngatkan  pada tanggal 2 Mei 2025  Mendikdasmen, Abdul Mu’ti menyampaikan, peringatan Hari Pendidikan Nasional bukanlah sekadar seremonial tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai ragam lomba. Dalam Asta Cita keempat, Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur. Melalui pendidikan, Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan.

Presiden juga bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas, kualifikasi, serta kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan. Mu’ti memaparkan, sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan langkah- langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu. Secara manajerial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru.

Secara kurikuler, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran coding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). Secara pedagogis, dalam rangka membentuk karakter, Kementerian membuat kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Kemudian program Pagi Ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak- kanak diluncurkan Album Kicau yang berisi lagu anak-anak.

Sebagaimana kita ketahui bahwa kompetensi dalam konsep pendidikan merupakan penggabungan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pendidikan dengan baik. Kompetensi profesional mencakup kemampuan untuk menggunakan pengetahuan yang diperoleh dalam situasi nyata, membuat penilaian yang rasional, dan berinteraksi secara mahir dengan siswa, rekan kerja, dan komunitas pendidikan yang lebih luas. Seorang guru profesional adalah mereka yang dapat melaksanakan tanggung jawab mengajarnya dengan efektif dengan menggunakan keterampilan tertentu demi terciptanya lingkungan belajar yang aktif, inovatif, kreatif, energik, dan menyenangkan (Suharmadi, 2021).  Konsep pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas individu untuk maju menuju kondisi yang lebih baik atau lebih luas dibandingkan dengan keadaan sebelumnya. Tujuan pengembangan kompetensi guru dan staf adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan sesuai dengan kemajuan ilmiah dan teknologi, sehingga memastikan bahwa organisasi memiliki SDM yang berkualitas tinggi.

Ada beberapa strategi untuk meningkatkan kompetensi guru. Diantaranya pemetaan kompetensi, yakni proses melakukan penilaian awal terhadap kompetensi untuk menentukan kekuatan dan kekurangan yang perlu diperbaiki, dan kemudian menghasilkan peta kompetensi profesional dan organisasi. Bisa juga dengan program pelatihan berkelanjutan, pelatihan dan pendampingan, rotasi pekerjaan dan pengayaan. Kemudian  evaluasi dan umpan balik, kemajuan profesional, membangun budaya belajar yang mendorong inovasi dan eksperimen, termasuk menghargai pencapaian dan proses memperoleh pengetahuan.

Karena itu sangat penting bagi kalangan guru untuk selalu menggali pengetahuan di Hari Belajar Guru.  Sebab guru dituntut untuk beradaptasi dalam situasi globalm harus meningkatan kompetensinya kea rah yang lebih baik. Pengembangan kompetensi berkkelanjutan juga harus lebih adaptif  tidak boleh main akal-akalan dengan segala bentuk “kecurangan-kecurangan terselebung”. Tidak lupa untuk terus belajar dari komunitas belajar guru. Menjadi guru yang ebih baik adalah terus belajar membuktikan hasil kinerja yang lebih baik dan lebih vaik lagi. Selamat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025. (Semoga bermanfaat).

Referensi

1. Gusmiati, Y., & Sulstri. (2023). Analisis kompetensi profesional guru. Jurnal Praktek Pembelajaran dan Pengembangan Pendidikan, 3(1),

2. Ilyas. (2022). Strategi peningkatan kompetensi profesional guru. JIEEP, 2(1),

3. Iskandar, A., Winata, W., Haluti, F., & dkk. (2023). Peran Teknologi dalam Dunia Pendidikan (Edisi pertama). Bandung: Cendikiawan Inovasi Digital Indonesia.

4. Ismail, M. I., & D. M. I. (2020). Teknologi Pembelajaran sebagai Media Pembelajaran (Edisi pertama). Jakarta: Cendekia Publisher. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=lPcOEAAAQBAJ

5. Karsiwan, W. (2022). Manajemen Pengembangan Kompetensi Guru. Jakarta: PT. Indonesia Emas Grup.

6. Saerang, H. M., Lembong, J. M., Sumual, S. D. M., & Tuerah, R. M. S. (2023). Strategi pengembangan profesionalisme guru di era digital: Tantangan dan peluang. El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9, 68-70.

 

Komentar