Hanya Gertak Sambal LHP Dana Desa Di Bungo Belum Ditindak Lanjuti ?

NASIONAL1412 Dilihat

Bungonews.net, BUNGO – Statemen wakil bupati Bungo Syafruddin Dwi Apriato jelang akhir setahun yang lalu akan merekomendasikan ke Aparat penegak hukum ( APH ) terkait temuan dana desa  dari tahun 2015 sampai 2021 , batas wakti diberikan selama 60 hari kerja terhitung sejak LHP dikeluarkan

” Kita sudah sepakat akan merekomendasikan ke APH bila batas waktu yang diberikan tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah desa ” tegas Wabup Bungo usai memimpin rapat koordinaasi dengan sejumlah kades ( datuk rio red ) di Kantor Inspektorat kabupaten Bungo  beberapa waktu yang lalu

Tidak hanya itu wabup Bungo juga mengakui bahwa temuan dana desa tersebut juga melibatkan para mantan rio maupun PJS, bahkan oknum rio yang tidak tinggal di desa lagi sudah diketahui keberadaannya  dan segera ditindak

Pernyataan wabup Bungo yang membuat para datuk rio dan mantan datiuk rio serta para PJS Rio menjadi tidak tenang dan gelisa sehingga tidak sedikit pemerintah desa berupaya untuk mencari solusi agar temuan dana desa yang dimaksud di kembali ke kas negara maupun ke kas desa.

Faktanya ,statemen Wabup tersebut hanya dinilai sebagai life service dan gertak sambal saja tanpa dibarengi dengan tindakan nyata , hingga hari ini  belum dketahui secara pasti nominal kerugian negara dari hasil LHP tersebut dan tidak satupun yang diketahui direkomendasikan ke APH

Kembali dikinfirmasi, Sabtu ( 15/06/2024 ) Wakil bupati Syafruddin Dwi Apranto belum memberikan jawaban , menurut sumber melalui pesan singkat WA mengatakan ” Wabuo sedang kurang enak badan nanti disampaikan ke bapak ” tulisnya melalui nomor ponsel wabup

Diketahui di salah satu kecamatan dalam Kabupaten Bungo LHP dana Desa Temuan kerugian negara mencapai Rp. 2,3 miliar,begitu juga di wilayah kecamatan lainnya dalam kabupaten Bungo

Salah seorang datuk rio yang sengaja namanya tidak dituliskan saat dikonfirmasi terkait temuan didesanya sebesar Rp. 207 juta mengatakan ” Dak tahu persis bang , nanti saya koordinasi dengan inspektorat ” Ucapnya

Dari data yang diperoleh Bungonews diketahui bahwa dari LHP Dana desa di salah satu kecamatan tersebut kerugian terkecil sebesar Rp. 110 juta dan terbesar Rp.345 juta , sedangkan di salah satu desa di kecamatan lain temuan diduga  mencapai Rp.800 an juta rupiah  ( BN )

Komentar