oleh

Tidak Tegas ,Dugaan Penyimpangan Dana Desa Lubuk Kayu Aro ” MENGENDAP “

-KORUPSI-363 views

Bungonews.net, BUNGO- Kasus dugaan penyimpangan dana desa ( DD) dusun Lubuk Kayu Aro Kecamatan Rantau pandan Kabupaten Bungo yang diperkirakan mencapai Ratusan juta rupiah akhirnya ” Mengendap ”

Mengendapnya kasus dana desa yang dilaporkan ke Inspektorat daeeah dan APH ini diduga tidak tegas nya camat yang selalu mengulur – ngulur waktu dengan alasan klasiknya akan menyelesaikan secara persuasif dengan keluarga almarhum datuk Rio ( kepala desa red ) ternyata hanya
Kesal Tidak Ada Solusi , Dugaan Penyimpangan DD Lubuk Kayu Aro Akan Dilaporkan ke APH ternyata tidak membuahkan hasil , kesal dengan janji camat dan janji sekcam yang merangkap sebagai pjs Rio ini lah yang menyebabkan kasus tersebut dilaporkan ,menariknya setelah dilaporkan ternyata belum juga tindak lanjutnya

Hal ini di akui oleh Zahri tokoh masyarakat dusun setempat ” Belum ada tindak lanjutnya setelah dilaporkan ke inspektorat dan ke APH oleh ketua BPD pada tanggal 10 Oktober 2021 yang lalu ” Tuturnya kepada Bungonews.

Dijelaskan nya dugaan penyimpangan dana desa yang diduga oknum perangkat desa ikut terlibat tersebut sudah tiga kali di bahas dalam rapat tidak ada solusinya ” Wajar saja kalau isteri dari mantan kades ( almarhum) keberatan karena kuat dugaan ada keterlibatan oknum perangkat desa yang lainnya ” Ujarnya sembari mengirim data dugaan dana desa yang di selewengkan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan berdasarkan hasil rapat desa .

Ratusan juta dana desa tahun 2019 – 2021 yang diduga tidak dapat dipertanggung jawabkan diantaranya :

Kegiatan pembangunan WiFi sebesar Rp. 70 juta baru dibayarkan Rp.15 juta , Rehab Jembatan gantung sebesar Rp.56 juta tidak direalisasikan , Pembangunan jalan rabat beton sebesar Rp.63 juta tidak direalisasikan ,pembangunan gedung PKK sebesar Rp.175 juta mangkrak , Rabat Beton Rp.68 juta tidak direalsasikan , dipegang Datuk Rio 250 juta belum dikembalikan

Sementara Sirojudin ( Sekcam ) yang juga pjs Rio Lubuk Mayan menggaku kewalahan dan menyerahkan penyelesaian nya kepada camat Rantau Pandan

” Kami dari unsur pemdus sudah berupaya dengan pihak keluarga mantan kades namun tidak berhasil ,masalah ini kami serahkan kepada camat untuk mencari solusinya ” Tuturnya Sirojudin via telpon kepada Bungonews baru – baru ini.

Sementara Zen Hendri Camat Rantau Pandan sebelumnya mengakui dugaan penyimpangan dana desa pada kegiatan fisik rehab jembatan , pembangunan kantor desa dan rabat beton yang nilai nya ratusan juta rupiah akan dituntasnya dalam waktu satu minggu belakangan ini , belum juga memberikan informasi perkembangan hasil mediasi yang di janjikan nya tersebut

(BN.R.001)

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed