oleh

Supriyanto Rio Gaul Peduli Rakyat dan bijaksana

Supriyanto datuk Rio ( Kepala desa red ) dusun Dwikarya Bakti kecamatan Pelepat yang lebih dikenal dengan sapaan mas Gentok ini ternyata memiliki bakat dan talenta sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana

Supriyanto Datuk Rio Ds.Dkb bersama isteri

Kenapa tidak ? Gentok yang sebelumnya memiliki latar belakang sebagai pekerja ulet dan peduli dengan masyarakat ini sejak beberapa tahun belakangan ini dipercaya sebagai pemimpin didesa Dwi Karya Bhakti yakni sebagai Datuk Rio ( kepala desa ) ternyata dibalik kesederhanaan nya memiliki bakat sebagai peminpin yang menjadi idaman

Bergaul dengan siapa saja dan berbagai kalangan tanpa membedakan status dan profesi dan jabatan ia kembali dikenal dengan sebutan ” Rio Gaul ”

Predikat sebagai Rio Gaul sangatlah tepat disandangnya ,sebagai buktinya ia menjadikan setiap orang adalah Mitranya terutama rekan media ,LSM dan Ormas ditingkat kabupaten bahkan tingkat provinsi dan Nasional tidak banyak yang tidak mengenalnya

Tidak hanya itu dikalangan birokrasi dan di dunia perpolitikan namanya tidak asing lagi sehingga tidak mustahil Gento yang baru saja menginjak usia Ke 40 tahun pada Tanggal 17 Agustus 2021 ini menjadi perbincangan.

Dikenal sebagai Rio Gaul yang peduli dengan masyarakat tidak lah membuat Gentok berbangga diri, baginya itu adalah hal yang biasa karena bisa menilai diri kita adalah orang lain , yang terpenting jalani semuanya dengan ikhlas tanpa harus minta di puji oleh orang lain ” Ujar nya kepada Bungonews ( 1/09/21)

Bergaul tanpa melilhat status sosial ,bijak dalam mengambil keputusan dan memiliki wawasan tidak sedikit masyarakat menginginkan beliau sebagai sosok pemimpin yang lebih tinggi lagi , ” Jelang berakhir nya masa jabatan sebagai kepala desa pada tahun 2024 mendatang masyarakat menginginkan saya maju lagi bukan di level kepala desa tapi level kabupaten , entah itu sebagai kepala daerah atau sebagai wakil kepala daerah ,itu Sah saja setelah saya tidak lagi menjabat kepala desa ,dan kepercayaan masyarakat ini pun akan saya pertimbangkan dengan bijaksana ” Ujarnya meresfon keinginan masyarakat

Sejak beliau memimpikan dusun Dwi karya Bakti pembangunan infrastruktur desa dan kekompakan warga dengan semangat gotong royong sangat dirasakan oleh masyarakat, lantas bagaimana kiat nya membangun desa ?

” Menjadi seorang pemimpin kita harus peka apa yang menjadi kebutuhan dan apa yang menjadi prioritas orang banyak serta harus memiliki kebijakan yang tidak merugikan orang banyak , kita tidak perlu takut dan harus berani mengambil kebijakan untuk kemajuan bersama ” Sebutnya

Musalnya saja dalam membangun menanggulangi dengan dana pribadi pun dibolehkan sepanjang berdasarkan kesepakatan dan musyawarah bersama dan sampaikan kepada masyarakat supaya tidak menimbulkan kesalah palaman ” Alhamdulillah setelah masyarakat memahami nya masyarakat pun membantu secara swadaya ,bergotong royong agar pembangunan tidak terhambat dan tidak terpaku dengan anggaran dari pemerintah saja ” Ujar nya sembari menyebutkan sejumlah infrastruktur jalan , parit dan bahkan kantor desa yang di talangi dan di suport oleh masyarakat .

Kesuksesan dalam kemajemukan masyarakat adalah hal yang biasa dan lumrah tergantung kepiawaian seorang pemimpin namun yang sangat luar biasa adalah membina suku anak dalam ( SAD ) yang memiliki latar belakang pendidikan jauh dari masyarakat umum dan memiliki kebiasaan hidup berpindah – pindah dari satu rimba ke rimba yang lain tidak semua pemimpin yang memiliki kemampuan namun bagi Supriyanto alias Gentok gampang saja karena kedekatan emosional dan tegas serta bijak adalah kunci semua nya sehingga tidak ada yang sulit bila di awali dengan keikhlasan dan kerjasama yang baik dengan semua pihak ( Redaksi )

Facebook Comments

ADVERTISEMENT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed