Waspada Prilaku Nakal Oknum Perbankan , OJK harus Turun ke Daerah Untuk Tindak Tegas

202

Beragam modus di lakukan oknum perbankan di Bungo tidak saja meresahkan bahkan tidak sedikit terang- terangan melakukan tindak pidana baik dengan cara mengelabui debitur ( menipu ) memanpaatkan ketidak tahuan nasabah / debitur tentang prosedur, mekanisme dan aturan dan hukum perbankan serta melakukan pelelangan dan mengancam akan menyita aset debitur tanpa melalui prosedur hukum yang berlaku dan menggelapkan aset serta kredit Piktif atasnama debitur

Kendatipun pemerintah daerah seakan – akan tidak ingin tahu sehingga terkesan tutup mata ,diminta kepada OJK pusat untuk dapat turun ke daerah melakukan penindakan terhadap prilaku nakal oknum perbankan

” Benar banyak oknum bank yang melakukan tindakan yang merugikan konsumen di Bungo namun disayangkan tidak ada tindak lanjut dari OJK. ” Tutur JP kepada Bungo News

Prilaku nakal yang di lakukan oleh oknum perbankan di Bungo misalnya Di Bank Jambi Cabang Muara Bungo Debitur atas nama M.Amin warga Koto Jayo Kecamatan Pelepat Ilir .dberikan fasilitas pinjaman kredit sebesar Rp.200 juta namun setelah akad kredit pinjaman M.Amin tidak di berikan melainkan di potong pinjaman lama sebesar Rp. 100 juta sedangkan sisanya di blokir karena di ketahui pinjaman di bank Mandiri Taspen sebesar Rp.110 juta ,anehnya gaji PNS nya di potong tiap bulan untuk angsuran kredit selama Kurang lebih 9 bulan ( sebagaimana pemberitaan Bungo news Sebelum nya )

Setelah surat kuasa di berikan kepada Bungo news , di telusuri dan di koordiinasikan pihak Bank Jambi pun akhirnya mengembalikan dana pinjaman yang di blokir tersebut sebagaimana pemberitaan berikut ini

Akhirnya Bank Jambi Cabang Muara Bungo kembalikan Pinjaman Debitur Yang Diblokir https://bungonews.net/2021/02/19/akhirnya-bank-jambi-cabang-muara-bungo-kembalikan-pinjaman-debitur-yang-diblokir/

Sementara itu pinjaman debitur atas nama Bank Mandiri Taspen Cabang Muara Bungo atas Nama M.Amin sebesar Rp. 110 juta yang hanya di terima nya sebesar Rp. 25 juta dan sisa nya di blokir untuk angsuran kredit di negosiasi dan akhirnya di di lunasi / finalty. sebagaimana pemberitaan berikut ini :

Gila , Pinjaman Rp.110 Juta Debitur Bank Mandiri Taspen Hanya Terima Rp. 25 juta

Dugaan prilaku nakal oknum perbankan lainnya juga di alami oleh Nurhuda Warga perumahan BTN lintas Asri kelurahan Sungai Kerjan kecamatan Bungo Dani kabupapaten Bungo debitur Bank SN mendapat fasilitas kredit sebesar Rp. 100 juta dengan kontrak kredit 48 bulan , angsuran berjalan 21 bulan dan di alihkan ke pinjaman kredit produk Kur sebesar Rp.80 juta dengan kontrak angsuran selama 60 bulan

menariknya pinjaman 100 juta di angsur selama 21 bulan dengan besaran angsuran Rp.3.333.000 / bulan sudah mengurangi pokok pinjaman di saat pengalihan pinjaman ke produk Kur sebesar Rp.80.juta selisih nya dengan pinjaman pertama tidak di kembalikan dengan alasan untuk menutup biaya administrasi dan biaya fee /.jasa untuk nasabah /.debitur yang dana nya dipakai untuk menutup pokok pinjaman atas nama debitur Nurhuda , anehnya masing – masing pihak tidak di pertemukan .

setelah kredit KUR di angsur selama 22 bulan dengan besar angsuran lebih kurang Rp..1.600 .000/ bulan , oknum perbankan pun menyatakan bahwa aset jaminan debitur sudah di lelang tahap pertama dan akan di lakukan lelang tahap kedua , kalau tidak mau aset rumah nya disita oleh bank harus bayar rp.60.juta

Padahal dari pokok pinjaman Rp. 80 juta di angsur selama 22 bulan tentunya sudah berkurang dan diketahui juga sisa hutang nya sudah di bayar oleh pihak asuransi sebesar Rp..38.juta sehingga yang harus di bayarkan sebesar Rp..16 juta ( Kronologis ini di sampaikan oleh korban dan di berikan surat kuasa kepada Bungo news )

Prilaku nakal oknum perbankan di Bungo ini disinyalir melanggar hal – hal sebagai berikut :

1. Peraturan jasa otoritas keuangan ( POJK ) nomor 42 tahun 2007 tentang penyusunan dalam pelaksanaan kebijakan perkreditan pembiayaan bank
2. Pojk nomor 01 tahun 2013 tentang perlindungan konsumen pada sektor keuangan
3. Pasal 46,47.A pasal 48 ayat (1)pasal 49 dan pasal 50.A UU RI nomor 10 tahun 1998
4.Pasal 6 dan pasal 20 UU RI No 4 tahun 1996 tentang hak tanggungan akan melakukan lelang jaminan debitur

( Redaksi )

Facebook Comments