Diakui penanganan Covid 19 di Bungo gunakan Dana BTT Rp. 15,1 miliar , Dana APBD Rp. 170,4 Miliar Dipertanyakan

821

BEGINI PENGAKUAN PARA PEJABAT TERKAIT . 

Bungonews.net , BUNGO – Anggaran penanganan Pandemi Covid 19 kabupaten Bungo  hingga saat ini masih dipertanyakan oleh berbagai pihak dan elemen , pasalnya kabupaten Bungo menganggarkan dana sebesar Rp. 170,4 miliar  sedangkan dalam praktek nya hanya di realisasikan sebesar Rp. 15,1 miliar yang bersumber dari APBD pada kegiatan biaya tidak terduga ( BTT) yang dipergunakan untuk kegiatan jaring pengaman sosial ( JPS ) berupa bantuan sembako dan kegiatan bibit ,pupuk, pestisida dan sarana pertanian dan kegiatan lain nya di instansi lain

DEDY IRAWAN : REALISASI PENGGUNAAN DANA TANYAKAN DENGAN BPKAD

Kepala Bappeda Kabupaten Bungo, Dedy Irawan kepada Bungonews diruangan kerja nya baru – baru ini mengakui bahwa total biaya yang disiapkan untuk penanganan Pandemi Covid 19 di kabupaten Bungo nilai nya mencapai Rp. 170,4 miliar ” Berdasarkan hasil kesepakatan dengan para OPD yang di ketahui oleh Kemendagri Kabupaten Bungo menganggarkan dana Penanganan Pandemi Covid 19 sebesar Rp. 170, 437.071.634.” Ujar nya

Menurut Dedy anggaran dana tersebut di peruntukan untuk kegiatan yang di kelola oleh masing – masing OPD diantara nya :
1. Penanganan Kesehatan Rp. 49.719.370.934
2. Penanganan Dampak Ekonomi Rp. 38.182.487.200.
3.Penyediaan social sapety net / Jaring Pengaman sosial  Rp. 67.435.213.500
4.Dana Belanja Tidak Terduga  ( BTT)
Rp.15.100.000.000,-

Ditanya sejauh mana realisasi penggunaan dana yang di maksud , Dedy Irawan mengatakan ” Untuk Realisasi penggunaan dana senilai Rp. 170,4 miliar sebaik nya tanya dengan kepala DPKAD  saja , pihak kami hanya merencanakan saja soal ada atau tidak adanya dana yang lebih tahu persis adalah DPKAD ” Jelas Dedy Irawan

Lebih lanjut di katakan nya bisa saja anggaran sebesar itu hanya hitungan di atas kertas saja dan sepengetahuan nya yang digunakan oleh masing – masing OPD adalah Biaya Tidak Terduga ( BTT ) senilai Rp .15,1 miliar  dan teknis nya ada ada di DPKAD dan dinas sosial  ,Lanjut Dedy menambahkan

KEPALA BPKAD  ” BUNGKAM”  MELEMPAR PERMASALAHAN KE DINAS SOSIAL

Supriyadi Kepala DPKAD Kabupaten Bungo di konfirmasi  perihal realisasi penggunaan dana untuk penanganan Pandemi Covid 19 di kabupaten Bungo sepertinya lebih memilih ” Bungkam ” ketimbang memberikan jawaban atas pertanyaan  Bungonews

” Silahkan ke Dinas Sosial karena teknis ada di mereka, maaf kami sedang ada rapat virtual sehingga tidak bisa resfon dengan cepat ” ujar Supriyadi melalui pesan WA pribadi nya ( 04/08)

YOS ARMY  AKUI BANTUAN SEMBAKO SUDAH DI DISTRIBUSIKAN SEBANYAK 25.735  PAKET

” Satu Paket Sembako kurang dari Rp.200.000, karena sudah di potong untuk biaya kantong “

Yos army Kepala Dinas Sosial kabupaten Bungo di konfirmasi bungonews.net ( 02/08) mengakui bahwa  pihak nya telah mendistribusikan sebanyak 25.735 paket sembako kepada warga kabupaten Bungo yang terdampak pandemi Covid 19 ” Kegiatan jaring pengaman sosial berupa bantuan sembako  sudah kita salurkan  kepada warga yang terdampak  Covid 19 sebanyak 25.735 paket ” Tutur nya via seluler

Menurut Yos pihak nya hanya sebagai pengadaan sembako saja , soal pendistribusianya di kelola oleh Dinas Ketahanan pangan dan Dinas Koperasi UKM Perindag Bungo

” Kami hanya sebagai penyedia bahan sembako saja ,pengadaan nya bekerjasama dengan perum Bulog , Ujar Yos Armi sembari mengakui bahwa satu paket Sembako anggarannya tidak lagi 200 ribu karena sudah di potong untuk biaya kantong dan sticker merek berlogo pemerintah kabupaten Bungo

DINAS KETAHANAN PANGAN NGAKU HANYA KEBAGIAN UNTUK MENDISTRIBUSIKAN NYA SAJA 

Hartoyo Kadis Ketahanan pangan kabupaten Bungo

Dinas ketahan pangan kabupaten Bungo  ngaku hanya kebagian untuk mendistribusikan sembako saja dan tidak ada kegiatan lainnya , hal ini di akui oleh  Hartoyo.S.P kepala Dinas Ketahanan Pangan kepada Bungo news ( 05 / 08 )

” Keterlibatan kami  dalam  kegiatan penanganan Covid 19 hanya sebagai pendistrubusian sembako saja pak ,kegiatan lain tidak ada ” Tutur nya diruangan kerjanya

Di jelaskan nya bahwa pendistribusian sembako yang di maksud sampai ke masing – masing desa dan kelurahan
” Ada 8 kecamatan dalam kabupaten Bungo yang kami tangani pendistribusian sembako nya , selebihnya di tangani oleh pihak dinas Koperasi.,UKM Perindag ” tutur menjelaskan

Didesak , akhirnya Hartoyo pun mengakui bahwa untuk pengadaan sticker berlogo pemerintah kabupaten Bungo ternyata juga di tangani oleh pihak nya . ” Benar , untuk sticker logo kami yang menyediakan nya ” Ungkapnya sembari berharap agar Bungonews berkoordinasi dengan pihak nya bila menemukan fakta lain di lapangan.

Sementara itu Kepala Dinas kop.ukm perindag berulang kali di konfirmasi selalu tidak ada di tempat kerja , di hubungi telponan tidak di angkat ” Bapak sedang ada rapat di Bappeda ” Tutur sejumlah staf nya

DIAKUI Rp.800.juta anggaran Penanganan Covid 19 di TPHP Bungo

Abdul Majid PPTK Dinas TPHP Kabupaten Bungo di konfirmasi hari ini Rabu (05/08) terkait anggaran penanganan Covid 19 melalui instansi mengakui ” Benar , anggaran untuk penanganan Covid 19 yang dikelola oleh instansi ini kisaran dananya sebesar Rp. 800 jutaan ” Tutur nya diruangan kerjanya

Di tanya anggaran sebesar Rp. 800 jutaan tersebut di gunakan untuk apa saja ? Abdul Majid mengaku anggaran  penangan Covid 19 yang ia kelola berupa bantuan kepada petani berupa benih, bibit, pestisida , BBM dan lain nya

” Sebagian kegiatan penanganan dampak Covid 19 kabupaten Bungo melalui Dinas TPHP sudah di salurkan melalui penyerahan secara simbolis ke masing – masing petani dan di dropping oleh rekanan ” Tutur Majid mengakui

Ditanya apakah pihak nya bertanggung jawab apabila ada penyimpangan , kejanggalan  lainnya terkait  realisasi penggunaan dana penanganan Covid 19 di lapangan  ?

” Silahkan cek kelapangan dan bila ada kejanggalan , tidak tepat sasaran  saya bertanggung jawab ” Tegas nya

Di peroleh data laporan pengadaan  barang dan jasa penangan dampak Pandemi Covid  19 dinas TPHP kabupaten Bungo , diantaranya sebagai berikut :

1. Pengadaan pupuk NPK. 25 .000 kg
2. Pengadaan terpal jemur 100 lembar
3.pengadaan BBM alsintan 14,500 liter
4.Pengadaan benih jagung manis  10 Ha.
5.Pengadaan Herbisida 10 Ha
6.pengadaan benih Cabe 3 Kg
7.pengadaan benih terong 3 kg.
8.pengadaan benih bayam 70 kg
9.Pemgadaan benih kangkung 134 kg
10.pengadaan pestisida untuk holtikultura 60 liter
11.pengadaan benih padi sawah 500 Ha
12. Pengadaan pupuk NPK tahap II
13. pengadaan BBM Alsintan tahap II  20.000 liter
14. pengadaan Power Thresser 12 unit .

Tunggu Khabar selanjut nya terkait penggunaan dana penangan Covid 19 dan dana distribusi yang pantastis

( War.R.001 )

Facebook Comments