Diduga Polisi Amankan 6 Pekerja PETI lobang Tikus, Massa Beraksi di Polsek, Camat Limbur Ngaku Tidak Tahu Kronologi

PERISTIWA8 Dilihat

Bungonews.net,Bungo-Penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang kembali menjadi sorotan.

Enam pekerja PETI lobang tikus diduga diamankan aparat kepolisian dalam razia yang digelar Rabu (22/7/2026). Malam harinya, puluhan massa mendatangi Mapolsek Limbur Lubuk Mengkuang. Aksi massa kian tidak terbendung sehingga sejumlah jendela kaca pecah.Massa bubar setelah anggota dari Mapolres Bungo dan brimob dari Tebo di turunkan

Informasi mengenai penindakan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, bahkan disiarkan melalui siaran langsung TikTok sekitar pukul 20.05 WIB. Namun di tengah ramainya perhatian publik, Camat Limbur Lubuk Mengkuang justru mengaku tidak mengetahui kronologi kejadian.

Seorang sumber menyebutkan, massa datang ke Polsek untuk mempertanyakan enam pekerja PETI yang diamankan polisi.”Yo Bang, puluhan massa datang ke Polsek terkait enam pekerja PETI lobang tikus yang diamankan polisi,” ujar sumber.

Selain 6 pekerja PETI barang bukti pun dikabarkan berhasil diamankan

Sumber itu juga menyebutkan para pekerja diduga berasal dari luar Pulau Sumatera dan bekerja di tambang emas ilegal yang diduga milik J ( inisial ) yang di kabarkan menghilang bersama 2 orang bos PETI lainnya

Saat dikonfirmasi, Camat Limbur Lubuk Mengkuang, Samsir, hanya memberikan jawaban singkat.
“Tanya saja ke Polsek, saya kurang tahu kronologisnya,” katanya.

Jawaban tersebut memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi dan arus informasi antarinstansi di tingkat kecamatan. Sebagai pimpinan wilayah yang bertugas mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, ketenteraman, dan ketertiban umum di tingkat kecamatan, publik tentu berharap pemerintah setempat mengetahui perkembangan persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, terlebih terkait aktivitas PETI yang selama ini berulang kali menjadi sorotan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas enam orang yang diamankan maupun perkembangan penyelidikan terhadap pihak yang diduga mengelola aktivitas PETI tersebut.

(Tim)

Komentar