Waduh! SMPN 4 Jujuhan Hanya Dapat Empat Murid Baru, Gedung Memprihatinkan

BUNGO16 Dilihat

Bungonews.net,Bungo-Fenomena minimnya peserta didik baru kembali terjadi di sekolah-sekolah yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Bungo dengan Kabupaten Dharmasraya. Kondisi ini menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahun ajaran baru.

Salah satu sekolah yang mengalami kondisi tersebut adalah SMPN 4 Jujuhan yang berada di Dusun Talang Pamesun, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah ini hanya menerima empat orang siswa baru.
Ironisnya, SMPN 4 Jujuhan didukung oleh empat sekolah dasar (SD) di sekitarnya sebagai sekolah penyokong. Namun, sebagian besar lulusan SD lebih memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah di wilayah Dharmasraya, Sumatera Barat.
“Hanya ada empat orang murid baru yang masuk ke SMPN 4 Jujuhan, padahal ada empat SD pendukung di wilayah sekolah tersebut,” ujar seorang sumber kepada Bungonews.net.

Pantauan di lapangan menunjukkan keempat siswa baru itu belajar dalam satu ruang kelas dan duduk berdekatan. Kondisi bangunan sekolah juga tampak memprihatinkan. Beberapa bagian atap bocor, plafon rusak, serta bangku dan meja belajar sudah banyak yang lapuk.

Salah seorang siswa, Fadil, mengaku tetap bersekolah di SMPN 4 Jujuhan meski fasilitasnya jauh dari memadai.

“Meski sekolah kami jauh dari kata layak dan belum pernah mendapat program MBG seperti sekolah lain, kami tetap belajar di sini karena tidak ada pilihan lain,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar dan Menengah Disdikbud Kabupaten Bungo, Zeka Apriadi, yang dikonfirmasi terkait minimnya jumlah siswa baru dan kondisi sarana sekolah, belum memberikan tanggapan.

Minimnya jumlah peserta didik baru tidak hanya berdampak pada proses belajar mengajar, tetapi juga berpotensi memengaruhi status sekolah dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Jika jumlah siswa terus menurun, sekolah berisiko mengalami pembatasan tertentu sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk evaluasi keberlangsungan sekolah atau opsi regrouping apabila memenuhi persyaratan kebijakan pemerintah.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bungo untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di wilayah perbatasan agar masyarakat kembali percaya menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri dalam daerah sendiri.( BN /Azh )

Pewarta / rilis : Azhar
Editor ; Azwari

Komentar