Bungonews.net, Bungo- Kebakaran rumah warga dusun Tepiandanto kecamatan Jujuhan Ilir kabupaten Bungo – Jambi pada hari Senin (29/6/2026 ) yang menghanguskan rumah dan menewaskan lansia memicu kekecewaan masyarakat kian memuncak sehingga Kasatpol dan Damkar kabupaten Bungo harus menyampaikan klarifikasinya ke publik
Jauh sebelumnya sejak beberapa tahun yang lalu Pos Damkar Jujuhan Ilir yang tidak optimal dan sempat diusir oleh warga karena tiba di TKP terlambat dan tangki kosong,kini terulang di dusun Tepiandanto
Daruqotni Kasatpol PP dan Damkar kabupaten Bungo yang baru menjabat beberapa bulan mengaku bahwa banyak armada damkar dikabupaten Bungo yang mengalami rusak berat termasuk armada Damkar di Pos Jujuhan Ilir bahkan menurutnya pos Damkar Jujuhan Ilir sudah di nonaktifkan sejak tahun 2025 yang lalu ” Pos Damkar Jujuhan Ilir sudah dinonaktifkan sejak tahun 2025 yang lalu, Penonaktifan tersebut disebabkan oleh kondisi kendaraan Damkar yang mengalami kerusakan berat, yang memerlukan penggantian suku cadang yang harus diindukan dari luar negeri dengan biaya pembelian yang sangat mahal. Akibatnya, kendaraan tersebut kemudian ditarik ke Pos Markas Operasi (Mako) Damkar Muara Bungo ” Tutur Daruqotni yang sebelumnya mengaku sudah menyampaikan usulan unit damkar baru ke Kemendagri
Terkait peristiwa kebakaran yang menewaskan pria lansia di Tepiandanto dijelaskannya
bahwa saat pihaknya menerima laporan adanya kebakaran, anggota Pos Damkar Rantau Ikil langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan jarak tempuh yang berkisar 30 menit. Namun, karena api cepat membesar dan menyebar, ketika mobil Damkar tiba di lokasi, warga sekitar sudah melakukan upaya pemadaman secara gotong royong dan tidak mengizinkan petugas mengambil tindakan lebih lanjut.
Tidak diizinkannya petugas damkar mengambil tindakan di TKP oleh masyarakat membuktikan kekecewaan masyarakat telah memuncak sejak beberapa tahun yang lalu namun tidak ada tindak lanjut dari pemerintah daerah disaat itu dan tidak ada sikap tegas dari anggota legislatif kabupaten Bungo disaat itu hingga sekarang
Jauh sebelumnya media ini juga mempublikasi terkait damkar yang rusak terlebih menghadapi musim kemarau panjang dengan enteng tanpa beban BPBD mengaku selain anggaran penanganan bencana alam dan kebakaran lahan sudah habis jelang pertengahan 2026 juga diakui bahwa armada damkar minim dan khawatir tidak cukup jelang akhir tahun 2026
Tidak ada sikap tegas dari DPRD kabupaten Bungo menyikapi persoalan Damkar Bungo yang menjadi keluhan masyarakat manambah luka dalam dan kekecewaan terhadap DPRD yang mestinya mewakili aspirasi masyarakat ( BN – war )

























Komentar