Antusiasme Masyarakat Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-81 Kian Terasa, Pawai Diprediksi Berlangsung hingga Malam, Panitia: Masing-Masing Pleton Dibatasi Tiga Menit

BUNGO3 Dilihat

Bungonews.net,Bungo-Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 mulai terasa di berbagai penjuru Kabupaten Bungo. Riuh suara musik, tabuhan drumband hingga latihan berbagai atraksi pelajar menjadi warna tersendiri menjelang pelaksanaan Pawai Pembangunan yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun.

Sabtu (15/8/2026), kemeriahan terlebih dahulu dibuka dengan pelaksanaan pawai yang diikuti peserta dari jenjang PAUD, TK dan RA. Sementara pawai utama akan digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Ketua Panitia Pawai Pembangunan Kabupaten Bungo, Ir. Hj. Analukita, mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Sedikitnya terdapat 280 pleton dari wilayah kecamatan dan 70 pleton dari luar kecamatan yang akan ambil bagian dalam pawai.

Sekretaris Panitia, Zeka Afriadi, SE., MM., mengatakan banyaknya peserta membuat panitia harus melakukan pengaturan waktu secara ketat agar seluruh rangkaian pawai dapat berjalan tertib.
“Untuk menjaga efisiensi waktu, masing-masing pleton diberikan waktu maksimal tiga menit untuk menampilkan atraksi,” ujar Zeka.

Peserta pawai didominasi para pelajar dari berbagai satuan pendidikan. Namun, kemeriahan tidak hanya datang dari kalangan sekolah. Organisasi, komunitas, perkumpulan masyarakat hingga peserta kendaraan hias juga akan ikut memeriahkan kegiatan tersebut.
Dengan jumlah peserta yang begitu banyak, panitia memprediksi pelaksanaan pawai dapat berlangsung hingga malam hari.
Bagi masyarakat Bungo, pawai kemerdekaan bukan sekadar tontonan tahunan. Di sepanjang rute pawai, warga biasanya tumpah ruah menyaksikan berbagai kreativitas peserta. Anak-anak, orang tua hingga generasi muda ikut menikmati suasana pesta rakyat yang hanya datang setahun sekali.
Di balik kemeriahan itu, pawai juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas, bakat dan talenta. Berbagai kostum, koreografi, musik, drumband dan atraksi dipersiapkan jauh-jauh hari agar dapat memberikan penampilan terbaik di hadapan masyarakat.
Kemeriahan pawai juga diharapkan membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Membludaknya masyarakat yang hadir menjadi peluang bagi pedagang makanan, minuman dan berbagai usaha kecil untuk mendapatkan tambahan pendapatan.
Namun, pesta rakyat tetap harus dibarengi dengan keselamatan.

Panitia bersama Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan serta tenaga medis telah melakukan koordinasi teknis untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.
Para pendamping setiap pleton juga diminta menyiapkan perlengkapan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), terutama untuk mengantisipasi kondisi peserta yang kelelahan maupun perubahan cuaca yang berpotensi ekstrem.
Untuk menghadapi kondisi darurat, Pemerintah Kabupaten Bungo bersama pihak Kepolisian juga telah menyiapkan tujuh unit ambulans beserta tenaga medis di tujuh titik evakuasi.
Masyarakat yang menyaksikan pawai pun diimbau ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan jumlah peserta dan penonton yang diperkirakan sangat besar, kesadaran bersama menjadi kunci agar kemeriahan tidak berubah menjadi persoalan.
Pawai HUT Kemerdekaan RI ke-81 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang tampil paling menarik. Lebih dari itu, pawai menjadi gambaran semangat masyarakat Bungo dalam mengisi kemerdekaan-melalui kreativitas, kebersamaan dan kegembiraan.

Pawai bukan sekadar arak-arakan. Ia adalah panggung kreativitas, ruang kebersamaan dan pesta rakyat yang setiap tahun selalu dirindukan masyarakat Bungo. (BN)

Komentar