Jalinsum KM 53 di Ambang Ambruk, Jangan Tunggu Jalan Putus Baru Bertindak

BUNGO19 Dilihat

Bungonews.net, BUNGO- Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 53 di Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, berada di ambang bencana. Longsor sedalam sekitar tiga meter telah menggerus badan jalan hingga ke bawah lapisan aspal, mengancam jalur vital penghubung antar provinsi itu putus sewaktu-waktu.

Kondisi yang terlihat di lapangan bukan lagi sekadar retakan atau kerusakan ringan. Tanah penyangga badan jalan telah tergerus, sementara kendaraan bertonase berat masih terus melintas setiap hari di atas jalur yang kini seperti menunggu waktu untuk ambruk.

Polsek Jujuhan bahkan telah memasang garis polisi (police line) di lokasi untuk mengantisipasi kendaraan terperosok ke titik longsor. Namun di tengah ancaman yang semakin nyata, belum terlihat adanya langkah cepat dari pihak yang berwenang.
“Kalau lambat ditangani, Jalan Lintas Sumatera ini bisa putus,” ujar Helwi, warga setempat.

Yang menjadi pertanyaan, harus seberapa parah lagi kondisi jalan ini agar mendapat perhatian serius? Sampai berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penanganan darurat, pemasangan rambu peringatan yang memadai, maupun kehadiran alat berat dari instansi terkait.

Ironisnya, persoalan keselamatan pengguna jalan di wilayah ini bukan baru kali ini terjadi. Di kawasan sebelum Jembatan Kembar, puluhan kendaraan disebut sudah masuk ke drainase akibat minimnya rambu-rambu dan buruknya penerangan jalan pada malam hari. Keluhan masyarakat berulang kali muncul, namun solusi yang hadir masih jauh dari harapan.

Jalinsum bukan jalan lingkungan yang sepi aktivitas. Ini adalah urat nadi ekonomi Sumatera yang setiap hari dilintasi kendaraan logistik, angkutan barang, dan ribuan pengguna jalan. Jika ruas ini ambruk dan putus total, dampaknya akan meluas ke sektor transportasi, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Masyarakat kini menunggu tindakan nyata, bukan sekadar menunggu laporan masuk ke meja birokrasi. Sebab jika pemerintah dan pihak terkait terus bergerak lamban, bukan tidak mungkin jalan ini akan menjadi bukti bahwa peringatan warga diabaikan sampai bencana benar-benar terjadi.( BN / Azh )

Editor : Azwari

Komentar