PETI Menjamur,Perangkat Desa Terima UPETI dan Milliki Alat Berat, Dua Unit Jembatan Di Pelepat Rusak, Begini Tanggapan Camat

BUNGO445 Dilihat

Bungonews.net,Bungo – Maraknya penambang emas tanpa izin ( PETI ) dalam wilayah kecamatan Pelepat kabupaten Bungo tidak hanya menyebabkan kerusakan alam dan ekosistem namun dua unit jembatan yang dibangun dengan duit negara ikut rusak

Kerusakan alam dan kerusakan fasilitas umum yang tidak jauh beda dengan kerusakan mental para pelaku dan penerima UPETI ini terjadi di desa Sungai Beringin dan di desa Baru Pelepat.

Di desa Sungai Beringin diketahui oknum perangkat desa dan oknum BPD menerima UPETi dari PETI dari ketua karang Taruna Desa Cino kecamatan Bathin III Ulu dengan dalih untuk kepentingan sosial dan terbukti dikembalikan setelah viral dan beberapa kali diberitakan di media ini ternyata harus ditebus dengan hancurnya jembatan apung di desa tersebut.

Tidak jauh beda dengan desa Baru Pelepat, satu -satunya jembatan penghubung antar desa nyaris roboh karena mobilosasi alat berat yang melintasi jembatan dan aktivitas PETI di bawah jembatan.menariknya justeru kepala kampung di desa tersebut diduga pemilik salah satu alat penyebab kerusakan jembatan tersebut seakan – akan tidak merasa bersalah dan tidak merasa takut sedikitpun

Aktivitas PETI di wilayah Pelepat menggunakan alat berat yang diduga melibatkan orang intelektual dengan pikiran piciknya juga terjadi di Sungai Gurun dan desa lainnya.

PLT.Camat Pelepat, Purnama Effendi, S.Hut dikonfirmasi dan diminta tanggapanya terkait maraknya PETI dan kerusakan jembatankarena ulah PETI di wilayah kerjanya membenarkan.Menurutnya ia telah berupaya memberikan penyuluhan dan pembinaan yang melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas

“Saya sebagai camat sudah melaksanakan upaya- upaya penyuluhan dan pembinaan langsung ke dusun- dusun dan kepada Rio melalui grup mengenai bahaya dampak dari PETI baik secara bersama-sama dengan Babinsa dan babinkamtibmas maupun saya sendiri dalam program Jumat Keliling ke masjid-masjid dalam wilayah Kecamatan Pelepat ” Tuturnya sembari.menyaranjan konfirmasi ke Rio

Terkait kerusakan jembatan di desa Baru Pelepat dikatakannya” Dari info lapangan itu yang melakukan kegiatan masyarakat disitu dan Datuk Rio sudah melarang dan memberi pengertian tapi mereka tidak memperdulikannya ” pungkasnya

Tunggu saja detail data dan keterlibatan oknum yang mangaku dekat dengan penguasa daerah

( BN )

 

 

 

Komentar